Archive for the 'Tips' Category

Shielding di Gitar, Seberapa Penting dan Pengaruhnya

by Tyo Harsono on Oct 1, 2021

Kata shielding sering terdengar di telinga gitaris pastinya. Sebenarnya, apa sih shielding itu? Seberapa penting untuk gitar itu sendiri?

Ketika memainkan gitar, kamu pasti sering mendengar suara noise yang berlebih. Terutama kalau gitar yang kamu pakai berada di dekat ampli atau alat elektronik lain.

Terkadang, ada yang merasa tanpa ba bi bu langsung mengaggap gitarnya jelek. Padahal, ya belum tentu. Ada beberapa alasan suara noise itu.

Nah, sebenarnya suara itu berasal dari Radio Frequency Interference dan Electromagnetic Frequenci Interference. Nah hal itu membuat noise berfrekuensi 60Hz sering terdengar di ampli.

Banyak yang mengira kamu perlu mengganti pickup untuk memperbaikinya. Padahal, sebenarnya enggak perlu juga. Cukup dengan memberikan shielding.

Sebelum membahas lebih jauh, apa sih shielding itu? Sebenarnya, shielding adalah menambahkan substansi untuk mengurangi suara noise yang tidak diinginkan dari gitarmu.

Shielding sendiri biasanya dipakai di gitar single coil atau soapbar seperti Jazzmaster. Hal itu karena gitar dengan pickup seperti itu mempunyai noise yang lebih banyak. Sementara gitar humbucker sudah di routing dengan teknik hum cancelling.

Nantinya substansi tersebut akan "menangkap" noise dari pickup lalu menahannya. Dengan demikian, suara noise yang tak diinginkan bisa hilang.

Menariknya di sini, pada masa lalu shielding untuk gitar dilakukan dengan memakai pickguard yang terbuat dari bahan metal. Contohnya seperti gitar-gitar Fender era 1950an akhir.

Akan tetapi, selanjutnya penggunaan kertas foil lebih populer karena berbagai alasan. Dua jenis kertas foil yang terkenal untuk shielding adalah aluminium dan tembaga.

Sebenarnya melakukan shielding ke gitar ini solusi yang tidak mahal. Asalkan kamu bisa melakukan solder atau de-solder serta mengerti wiring gitar, kamu bisa melakukannya sendiri.

Meski begitu, kalau kamu tidak terlalu paham skill tersebut, kamu sebaiknya membawa ke teknisi. Tentu kamu tidak mau gitar kesayanganmu justru rusak kan?

Anggap kamu cukup mengerti skill yang dibutuhkan. Apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan shielding sendiri ke gitarmu?

Sederhana, kamu hanya butuh kertas foil dengan perekat konduktif. Selain itu tentu peralatan seperti obeng untuk melepas pickguard.

Kemudian kamu perlu melepas komponen elektronik di gitarmu. Setelah itu, terdapat beberapa bagian yang perlu kamu lapisi dengan kertas foil.

Bagian belakang pickguard perlu kamu berikan kertas foil. Selain itu, semua bagian rongga di gitarmu juga perlu diberi kertas tersebut.

Setelah itu kamu perlu memasang lagi semua komponen elektronik gitarmu. Lalu, kamu bisa mencobanya dan suara noise akan hilang.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Siapa Bilang Upgrade Gitar Mahal? Cukup Lakukan 5 Hal Ini!

by Tyo Harsono on Aug 13, 2021

Pekan lalu kami sudah membahas soal memodifikasi gitar entry level. Nah, kali ini mari membahas modifikasi apa saja yang perlu kamu lakukan tanpa perlu budget besar.

Seperti yang kamu ketahui, produsen melakukan pengurangan biaya produksi di sana-sini. Tujuannya adalah mengeluarkan gitar murah dengan kualitas bagus.

Akan tetapi, patut diingat gitar-gitar entry level yang beredar saat ini sudah lebih bagus. Setidaknya ketimbang dua sampai tiga dekade silam.

Nah, beberapa upgrade kadang sebenarnya enggak terlalu perlu. Walau ada juga upgrade yang terlihat sederhana tetapi sebenarnya penting.

Jadi, apa saja upgrade yang bisa kamu lakukan tanpa perlu memakan biaya banyak? Simak tips-tips yang kami kumpulkan di bawah ini.

Mengecek Ketinggian Senar di Nut



Seperti sudah kita bahas di atas, beberapa produsen gitar melakukan pengurangan biaya produksi. Hal ini kadang membuat mereka luput dari mengecek ketinggian senar di nut.

Karena kurangnya biaya, terkadang ketinggian nut dibuat sengaja lebih tinggi. Nah hal ini bisa berpengaruh ke gitar menjadi lebih sulit in-tune.

Hal ini mudah dilakukan, kamu bisa mengukur ketinggian senar sesuai keinginanmu. Kemudian bisa mengikis nut menggunakan senar yang tak terpakai.

Meski demikian, kalau kamu enggak berhati-hati malah bisa merusak nut. Nah, kalau sudah begitu, membayar jasa teknisi pun rasanya tidak terlalu mahal.

Melincikan Nut Slot


Masih dari nut, karena ini bagian yang paling mudah di upgrade. Sadar atau tidak, nut merupakan bagian yang paling sering terlewatkan saat proses quality control.

Nah, kamu hanya perlu membuat nut slot lebih licin selanjutnya. Ini terutama untuk gitar yang punya tuning machine 3+3 (Gibson, Epiphone, PRS).

Kalau di tips sebelumnya kamu hanya butuh senar bekas untuk DIY, ini sedikit lebih butuh modal. Kamu perlu pensil untuk melincinkan nut slot.

Kenapa? Di pensil terdapat grafit yang bisa membantu melincikan nut slot. Yang perlu kamu lakukan cukup mencoret-coret nut slot dengan pensil setiap kamu merasa nut mu kesat.

Kenapa harus melakukan hal ini? Sederhana, untuk menghindari senarmu cepat terjepit di nut slot sehingga mengganggu kualitas tuning.

Ganti Tuning Machine


Pada gitar entry level, biasanya mereka menggunakan tuning machine yang murah. Walau bisa melakukan tugasnya dengan baik, terkadang tuning machine murah juga tidak melakukannya.

Materi pembuatan bisa menjadi alasannya. Terkadang tuning machine murah bisa keras saat kita melakukan penyeteman, atau malah kesulitan untuk terus in-tune.

Mengganti tuning machine adalah opsi yang cukup murah. Harganya pun variatif, mulai dari Groover atau Wilkinson yang bersahabat sampai papan atas semacam Hipshot.

Melakukan penggantian tuning machine pun relatif tidak susah. Namun kalau kamu membayar jasa teknisi pun biayanya tidak terlalu mahal.

Meningkatkan Kualitas Elektronik


Ketika berbicara elektronik, kamu pasti langsung berpikiran soal pickup. Namun, sebelum mengganti pickup, ada baiknya kamu mengubah hal lain terlebih dulu.

Paling pertama mungkin re-wiring. Terkadang kualitas kabel gitar murah tidak terlalu bagus sehingga kabel-kabelan ini yang perlu kamu ganti lebih dulu.

Selain itu kalau kamu ingin maksimal, ada baiknya sekalian mengganti potentiometer dan capacitor. Toh meningkatkan kualitas ini tidak terlalu mahal.

Akan tetapi kalau kamu tidak terlalu familiar dengan kelistrikan, sebaiknya menggunakan jasa teknisi. Upgrade komponen tersebut mungkin terkesan sederhana, tetapi sejujurnya justru lebih vital ketimbang pickup.

Baru Ganti Pickup!


Sudah melakukan semua hal di atas dan masih belum puas dengan performa gitarmu? Mungkin baru ini saatnya kamu ganti pickup.

Oke, harga pickup memang tidak murah. Namun, apa alternatifnya? Cari saja pickup bekas, toh banyak orang yang menggonta-ganti pickup nya.

Kalaupun terpaksa membeli baru pun, biaya mengganti pickup lebih murah ketimbang membeli gitar baru. Dengan penggantian pickup, kalau kamu sudah melakukan modifikasi lain, gitarmu bisa sempurna.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Menyelami Lebih Dalam Soal Modifikasi Gitar Level Entry sampai Mid

by Tyo Harsono on Aug 4, 2021

"Ah lucu juga ya kalau gitar ini pickup-nya diganti."

"Kayaknya bakal enak deh gitar ini kalau bridge-nya diganti."

"Tuning machine-nya agak jelek nih, mendingan pakai yang lebih bagus nih."

Kadang, kalimat-kalimat di atas sering terdengar keluar dari mulut gitaris. Apalagi bagi mereka yang baru punya gitar elektrik pertamanya.

Biasanya mereka menggunakan gitar dengan kategori entry (Bacchus Universe, Squier Affinity) sampai mid (Epiphone, Squier Classic Vibes, Fender Meksiko).

Maklum, harganya lebih murah ketimbang harus membeli gitar-gitar semacam Fender Amerika atau Gibson. Namun, dengan harga murah, pasti ada sesuatu yang dikurangi.

Semisal penggunaan bridge atau tuner dengan kualitas berbeda. Atau pickup yang memakai ceramic magnet alih-alih alnico, dan lain sebagainya.

Biasanya hal tersebut bisa diakali dengan melakukan modifikasi gitar. Bukan rahasia kalau yang biasanya mulai dimodifikasi adalah pickup.

Kenapa? Karena penggantian pickup yang biasanya paling kentara efeknya. Suara gitarmu bisa langsung berubah seperti misalnya menggunakan pickup yang sama dengan Fender keluaran Amerika.

Sayangnya, enggak banyak yang berpikir panjang sebelum memodifikasi gitarnya. Padahal belum tentu eksperimenmu menghasilkan gitar impianmu.

Masalahnya begini, ada pemain yang secara tidak sadar mengutamakan suara gitarnya. Namun, ada juga yang lebih mementingkan kenyamanan.

Bagi kamu yang mengutamakan suara, solusinya mungkin sedikit lebih mudah. Contohnya seperti dengan mengubah pickup seperti disebut di atas.

Selain itu, hal yang enggak kalah penting dibanding mengganti pickup (bahkan mungkin harus dilakukan lebih dulu) adalah melakukan rewiring.

Kemudian jangan lupa mengganti potentio dan capacitor. Bukan tak mungkin setelah melakukan perubahan di atas, suara gitarmu berubah drastis menjadi lebih bagus.

Nah masalahnya adalah kalau kamu mengutamakan kenyamanan. Biasanya kenyamanan gitar di tangan berawal dari neck-nya.

Misalnya, kamu merasa enggak nyaman dengan ujung fretboardmu. Nah, kalau ini solusinya sih lebih baik membeli gitar baru.

Memang kamu bisa mengganti neck saja, tetapi harganya mungkin tak jauh berbeda dengan membeli gitar baru. Atau yang lebih murah adalah membuat neck-mu memiliki rolled fretboard edges.

Hanya saja perlu diingat, enggak mudah melakukan modifikasi tersebut. Salah-salah neck-mu malah bisa menjadi lebih enggak enak.

Jadi, sebaiknya sebelum memodifikasi gitar, kamu mencari informasi terlebih dulu. Hal itu untuk mencegah memodifikasi hanya karena nafsu saja.

Dengan melakukan modifikasi, kamu bisa menemukan gitar favoritmu. Namun, bukan berarti hal itu memberi jaminan.

Jadi bagaimana menurutmu, apakah pantas memodifikasi gitarmu? Atau lebih baik menabung untuk membeli gitar idamanmu?

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


Bukan Berarti Gitarmu Enggak Enak, Coba Setup Bridge-nya Dulu

by Tyo Harsono on Jul 18, 2021

Salah satu alasan orang malas bermain gitar adalah karena kadang enggak nyaman di tangan. Hasilnya enggak sedikit bakat yang gagal berkembang.

Cukup banyak keluhan yang biasa terdengar. Bahkan penulis pernah mendengar ucapan, "ah gue enggak jago-jago main gitar, jelek nih gitarnya." Padahal gitar yang dia punya sudah cukup mumpuni.

Akhirnya dia berhenti belajar memainkan gitar. Kemudian gitarnya terbengkalai begitu saja.

Sebenarnya sayang kan kalau seperti itu. Semua hanya karena satu alasan, kamu terlalu cepat mencap gitarmu enggak enak, padahal banyak penyebabnya.

Memang banyak faktor yang membuat gitar nyaman dimainkan atau enggak. Seperti setting-an trussrod, fret yang masih utuh atau enggak, ukuran senar dan lainnya. Namun kita bisa mulai dari setting-an bridge yang bisa berpengaruh pada action senar (jarak antara senar dengan fretboard).

Sebelum ke bagaimana cara mengatur bridge, ada baiknya kita semua memahami dulu, kalau tidak ada yang benar maupun salah dalam setup bridge.

Setiap pemain memiliki konfigurasi yang berbeda. Selain itu gaya bermain serta musik yang kamu mainkan juga mungkin membutuhkan setup yang enggak selalu sama.

Untuk edisi kali ini, mari bahas mengenai setup bridge gitar model Stratocaster. Ada dua masalah yang umum terjadi pada tipe itu.

Pertama, bagian bridge gitar mengangkat. Kondisi itu biasanya disebabkan tarikan senar yang lebih kencang dari spring (per).

Bukan tanpa alasan, pada dasarnya bridge gitar adalah tarik ulur antara senar dan spring. Hasilnya kalau settingan bridge-nya kurang kencang, bridge akan terangkat.

Nah guna melakukan pengaturan yang benar, setting kekencangan baut sembari menyetem gitar (EBGDAE) sampai posisi bridge sejajar.

Lalu masalah kedua adalah terkait bridge bagian belakang yang terlalu turun. Hasilnya handle tremolo menjadi keras dan enggak bisa dimainkan.

Kalau ini justru kebalikan dari masalah pertama. Caranya pun tinggal dibalik, spring terlalu kencang dan perlu dikendurkan.

Nah, sampai sini sudah paham? Bagus. Sekarang mari bahas melakukan setting untuk floating bridge seperti di gitar model Stratocaster. Yuk disimak.

Langkah pertama, kendurkan sekrupnya. Nah umumnya bridge gitar punya dua jenis metode pemasangan, dengan enam atau dua sekrup.

Hal itu supaya bagian depan bridge agak terangkat. Kalau sudah, setem senarnya (sesuai dengan seteman yang sudah disebutkan di atas).

Sambil menyetem, cek juga posisi bridge bagian belakang. Kalau masih mengangkat, kendurkan lagi senarnya sambil mengencangkan sekrupnya.

Nah setelah itu balik setem lagi gitarnya. Sampai akhirnya mendapatkan posisi sejajar antara bridge bagian depan dengan belakang.

Nah masalah ketiga adalah kalau action menjadi terlalu tinggi. Kamu bisa menurunkan action senar lewat saddle bridge.

Selamat mencoba ya!

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


Germanium atau Silicon Fuzz, Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

by Tyo Harsono on Jun 23, 2021

Buat gitaris atau bassist, perdebatan soal fuzz sering menghiasi perbincangan. Terutama soal germanium atau silicon fuzz, mana yang paling kece?

Pencinta germanium berani bilang cuma bahan itu yang harus menjadi bahan pembuatan fuzz. Sementara lainnya lebih suka silicon. Tetapi ada juga yang suka keduanya.

Pertanyaannya, apa sih sebenernya yang membedakan kedua jenis transistor itu? Sebelum masuk ke fuzz, mari kita bahas dulu soal transistornya.

Banyak yang bilang transistor adalah salah satu penemuan paling penting pada abat ke-20. Banyak barang modern seperti ponsel atau komputer yang memakai bahan itu.

Transistor punya dioda yang terbuat dari silikon atau germanium. Nah, walau sama-sama terbuat dari bahan yang mirip ada bedanya loh.

Mengenal perbedaan germanium dan Silicon

Germanium

Germanium adalah bahan pertama yang digunakan untuk membuat transistor. Awalnya bahan itu banyak dipakai untuk radio sebelum pedal pada dekade 1960an.

Pedal fuzz ternama yang pakai germanium adalah Tone Bender. Bahan itu membuat karakter lebih smooth, warm seperti dari ampli tabung.

Sayangnya germanium punya beberapa masalah. Salah satunya adalah bahan itu sudah langka saat ini. Jadi kalau kamu mau beli pedal fuzz dengan bahan itu, susah mencarinya sekarang.

Selain itu, setiap transistor dengan germanium bisa menghasilkan suara yang berbeda di tiap pedal

Parahnya setiap transistor bisa menghasilkan karakter suara yang berbeda. Selain itu karena mereka punya voltase yang berubah sehingga mengubah tone.

Pedal dengan germanium juga sensitif terhadap temperatur. Kabarnya, pada masa lalu banyak gitaris yang menaruh pedalnya dalam mesin pendingin sebelum rekaman.

Silicon

Sementara itu, silicon adalah pengembangan dari germanium. Mereka dibuat untuk mencari konsistensi dan lebih baik dari berbagai sisi.

Contoh pedal fuzz yang memakai silicon transistor adalah Big Muff Pi. Secara tone, pedal dengan silicon lebih punya karakter suara treble.

Nah mari masuk ke perbedaan keduanya. Pedal yang memakai germanium agak sedikit terdengar kayak overdrive bawaan ampli.

Sementara itu peda dengan silicon mayoritas mengedepankan treble. Perbedaan lain adalah germanium lebih responsif terhadap perubahan volume dan tone dari gitar.

Germanium punya suara yang lebih tebal, gain lebih kecil, dan enggak konsisten. Silicon lebih bright, punya gain lebih tinggi dan cukup konsisten.

Selain itu transistor silicon juga enggak sensitif terhadap temperatur udara. Silicon juga enggak masalah dengan voltase yang terkadang lebih tinggi.

Faktor lain, silicon lebih murah ketimbang germanium. Jadi dengan harga lebih murah, produsen fuzz bisa mendapat keuntungan dan kestabilan lebih besar.

Konklusi

Sebenarnya, transistor hanya satu bagian dari pedal fuzz. Jadi, banyak faktor lain yang sebetulnya memengaruhi karakter si pedal.

Mungkin purist enggak setuju, tapi banyak faktor eksternal maupun internal yang bisa pengaruhi karakter suara sebuah fuzz.

Misalnya dari jenis kayu di gitar, ampli, atau speaker. Bisa saja kamu suka suara germanium di single coil, tetapi enggak suka di humbucker. Atau sebaliknya.

Germanium punya suara yang lebih tebal, gain lebih kecil, dan enggak konsisten. Suaranya sedikit mirip distorsi dari ampli tabung. Silicon lebih bright, punya gain lebih tinggi dan cukup konsisten.

Sebetulnya enggak ada salahnya pakai dua fuzz. Toh lewat fuzz dengan germanium bisa dapat karakter sound 1960an sedangkan fuzz yang punya silicon bisa dapat karakter sound 1970 sampai 1990an.

Nah, menurutmu, mana fuzz yang lebih oke dan cocok untuk kebutuhanmu?

Oya, untuk referensi perbandingan soundnya bisa cek dari video yang kita ambil dari youtube, klik disini

Enggak mau ketinggalan nonton pertandingan EURO 2020 dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik link ini!