Archive for the 'Tips' Category

Apakah Memodifikasi Gitar Murah Sepadan dengan Hasilnya?

by Tyo Harsono on Nov 24, 2019

Bagi gitaris yang baru memulai karier di dunia musik, gitar-gitar murah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan gitar mereka. Sekarang, banyak versi murah dari gitar ternama.

Sebut saja merk-merk seperti Bacchus, Tokai, atau Cort yang memproduksi gitar dengan harga terjangkau. Atau versi murah dari gitar mahal semacam Squier (Fender) atau Epiphone (Gibson).

Pada umumnya, setelah membeli gitar murah, ketika memiliki uang lebih, para gitaris akan melakukan modifikasi. Pergantian pickup atau senar menjadi hal yang umum dilakukan.

Selain itu, komponen gitar lain juga bisa menjadi sasaran modifikasi. Sebut saja tuner, bridge, saddle, nut, knob, hingga komponen elektronik lainnya.

Pada dasarnya, gitar murah sudah memiliki komponen yang mumpuni. Jadi, kalau kamu merasa gitarmu tersebut sudah cukup bagus, ya tidak perlu melakukan modifikasi.

Selain itu, pada dasarnya kamu harus menyukai gitar tersebut terlebih dulu. Kalau tidak, sebanyak apa pun modifikasi yang kamu lakukan, tak akan berpengaruh.

Jadi begini, kalau gitarmu sudah cukup bagus hanya saja kurang sesuai dengan keinginan saat dimainkan, ada beberapa modifikasi yang bisa dilakukan. Sebut saja memasang bridge atau strap.

Mengganti knob bahkan bisa memberikan efek yang lumayan besar. Selain itu, bisa juga kamu memasang Bigsby. Kalau kamu tidak yakin dengan skill yang kamu miliki, ada baiknya kamu menggunakan jasa luthier.

Meski demikian, hal yang paling umum adalah memodifikasi pickup atau komponen elektronik lainnya. Sayangnya, justru di sinilah kamu justru memiliki peluang keluar uang cukup banyak.

Harga pickup sendiri cukup mahal, belum lagi ditambah dengan ongkos memasangnya. Sudah begitu, terkadang rupanya pickup itu tidak sesuai dengan seleramu. Duh!

Sayangnya lagi, terkadang keinginanmu mendapatkan gitar impian dengan harga murah lewat jalan modifikasi tidak selalu berakhir manis. Karena tentunya tetap ada perbedaan.

Apalagi biasanya modifikasi yang kamu lakukan tidak melulu meningkatkan harga jual. Malah ada kalanya justru menurunkan nilainya di mata calon pembeli lain.

Alhasil, ada baiknya kamu tetap menyimpan barang-barang asli dari gitarmu saat melakukan modifikasi. Bukan apa-apa, tidak menutup kemungkinan kamu harus menjualnya kembali sewaktu-waktu.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.


Baru Mau Pertama Kali Nge-Gig? Baca Panduan Ini!

by Tyo Harsono on Nov 18, 2019

Nge-gig untuk kali pertama bisa menjadi momen paling menegangkan dalam hidup seorang musisi. Apalagi, buat mereka yang biasanya hanya memainkan instrumen kesayangannya di kamar.

Harus tampil di belasan hingga puluhan pasang mata bisa memberikan tekanan tersendiri. Hasilnya, banyak yang memiliki pengalaman nge-gig pertama yang kurang menyenangkan.

Bahkan musisi profesional pun terkadang gugup saat akan nge-gig. Jangan takut jangan khawatir, kali ini kami akan memberikan tips untuk kalian yang berniat untuk nge-gig pertama kali.

Satu hal yang kamu harus ketahui, tidak ada yang namanya terlalu bersiap. Kalau rekan satu band-mu bilang persiapan kamu sebelum nge-gig lebay, jangan dengarkan.

Jadi, kalau kamu merasa belum menguasai materi yang akan kamu mainkan, tidak salahnya untuk melakukan persiapan. Bukan tidak mungkin, rekan satu band-mu nantinya ada yang melakukan improvisasikan?

Selain itu, datang ke tempat nge-gig lebih awal dari yang diminta juga merupakan nilai plus. Mungkin ada yang bilang "rocker kan datang terlambat." Tidak semua perilaku idolamu harus ditiru, bukan?

Oiya, hal yang mungkin sepele namun cukup penting adalah, kamu harus tahu di mana kamu akan nge-gig dan bagaimana cara ke tempat itu. Mencari jalan menuju tempat itu juga bisa menunjukkan dedikasimu.

Kemudian, pastikan kamu membawa peralatan yang tepat untuk gig-mu itu. Tidak mungkin kan, kamu memainkan gitar elektrik modern untuk acara akustik jazz?

Secara tidak langsung, peralatan yang kamu bawa akan menunjukkan kepribadianmu. Tentu kamu tidak ingin kan, panitia acara menganggapmu tidak serius tentang gig tersebut?

Oiya, jangan bawa masalah pribadimu ke atas panggung ya. Misalnya, kamu baru saja mengalami masalah di tempat kerja atau kelas, jangan tunjukkan saat bermain.

Bahkan, meski tempat kamu nge-gig kosong, mainkan lagumu dengan sepenuh hati ya! Kalau kamu terbawa suasana seperti itu, yang ada namamu atau band-mu justru akan tercemar.

Ingat, gig itu seperti bekerja untuk musisi. Kamu tidak akan tahu apa yang bisa kamu dapatkan dari satu penampilan yang tidak sempurna untuk kariermu ke depan nanti.

Pastikan juga media sosial band-mu memberikan informasi terkini. Pada era digital ini, hal tersebut terdengar sederhana, tetapi sejatinya cukup penting untuk karier musikmu.

Berikan respons secepat mungkin apabila kamu menerima tawaran nge-gig. Jangan gantungkan orang yang sudah memberikan kamu kesempatan untuk mempromosikan diri.

Terakhir, kamu harus sabar untuk mendapatkan hasil maksimal dari nge-gig. Tidak ada musisi yang langsung ngetop pada gig pertama mereka. Apabila kamu belajar sesuatu dari gig pertamamu, itu sudah cukup bagus.

Nah, itulah beberapa tips untuk kamu yang baru mau mulai nge-gig. Nantikan tips-tips lain dari kami ya!

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.


Mengenal Perbedaan Mendasar Terkait Neck dan Bridge Pickup

by Tyo Harsono on Nov 12, 2019

Pada umumnya, gitar elektrik memiliki dua hingga tiga pickup. Namun, untuk kali ini, mari kita hanya membahas gitar yang dipersenjatai dengan dua pickup.

Kemunculan gitar elektrik dengan dua pickup diawali oleh Leo Fender ketika membuat Fender Broadcaster yang nantinya berganti nama menjadi Fender Telecaster.

Fender Broadcaster/Telecaster merupakan versi pembaruan dari gitar pertama gitar buatan Leo Fender, Fender Esquire (selengkapnya baca di sini).

Meski awalnya menimbulkan keheranan antara perbedaan terhadap keduanya, perlahan gitaris mulai menemukan. Hal itu tidak heran pada era modern ini banyak gitaris yang hanya menggunakan salah satu pickup atau mengkombinasikan keduanya.

Ternyata, kedua pickup memiliki karakter berbeda meski terlihat sama. Contohnya adalah dua humbucker yang ada di gitar-gitar buatan Gibson, atau sepasang pickup di Fender Telecaster.

Lalu, apa sih bedanya pickup neck dan bridge? Tenang, kami kembali lagi untuk membagikan pengetahuan terkait kedua jenis pickup yang sebenarnya sama penting itu.

Mari kita bahas secara singkat terlebih dulu. Singkatnya, neck pickup memiliki karakter suara yang lebih warm, tebal, dan sedikit gelap. Sementara itu, bridge pickup mempunyai karakter yang bright dan tajam.

Sejatinya karakter pickup sendiri dipengaruhi posisi ketika memainkan gitar. Tidak percaya? Coba saja mainkan gitar akustikmu di posisi dekat neck dan bridge.

Pada akhirnya, desain pickup dibuat sesuai karakter tersebut. Biasanya, pickup di dekat bridge memiliki output lebih besar dibandingkan neck, demikian pula sebaliknya.

Mari bahas pickup neck terlebih dulu. Bagian dari pickup ini seringkali dianggap remeh oleh kebanyakan gitaris. Sebabnya tidak sedikit yang menganggapnya kurang bisa unjuk kemampuan.

Biasanya para gitaris tidak terlalu menyukai suara warm yang dihasilkan oleh pickup neck. Mereka beralasan, frekuensi rendah merupakan milik para pemain bass.

Bahkan, pemain gitar rythm sebuah band pun cenderung mengombinasikan pickup neck dengan bridge. Jarang sekali yang memakai neck pickup sendirian.

Pengecualian mungkin untuk James Bay yang menggunakan Epiphone Century. Itu pun karena gitar tersebut hanya memiliki satu pickup (baca selengkapnya di sini).

Padahal, sebenarnya neck pickup ini bisa memiliki variasi juga. Terlalu gelap? Besarkan treble di amplifier. Terlalu berfrekuensi rendah? Matikan bass. Kamu juga bisa memainkan mids.

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada lagu top yang menggunakan neck pickup. Sebut saja intro Sweet Child O' Mine milik Guns and Roses. Atau, Still Got The Blues-nya Gary Moore.

Beda lagi dengan bridge pickup yang memiliki suara tajam dengan frekuensi high end. Bahkan, sebagian besar riff gitar dengan distorsi yang kamu dengarkan berasal dari bridge pickup.

Dengan menggunakan bridge pickup, suara gitarmu akan memotong ke musik saat tampil atau melakukan rekaman. Bridge pickup humbucker biasanya cocok untuk lagu-lagu keras.

Karena terinspirasi dengan musik-musik rock klasik, kamu biasanya membayangkan suara bridge pickup tanpa disadari. Memainkan knob tone di gitar bisa menjadi kunci menemukan suara sempurna untuk gitarmu.

Karena karakteristik yang berbeda itu jugalah, kombinasi kedua pickup akan menghasilkan suara yang unik. Karakter warm dari neck serta bright yang berasal dari bridge akan menyatu.

Nah, itu tadi perbedaan mendasar soal bridge dan neck pickup. Bagaimana, sudah sedikit mengerti? Oh iya, mengenai pickup, sebelumnya kami sudah pernah membahas di sini.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.


Spesial untuk Kamu yang Baru Mulai Membangun Pedalboard

by Tyo Harsono on Oct 30, 2019

"Aku suka Slash dan memakai gitar Les Paul yang sama seperti dia, kok suaranya beda ya?" "Kenapa sih suara gitar Tom Morello atau Jonny Greenwood bisa seperti itu?"

Dua pertanyaan di atas mungkin sering berada di pikiran gitaris yang baru memulai kariernya memetik enam senar. Walaupun ada juga sih, yang tahu kalau suara semacam itu terkadang dibantu oleh panduan efek gitar.

"Waduh, efek gitar kak? Yang pakai pedal-pedal injakan itu ya? Wah, ada banyak kak, aku bingung melihatnya." Sssst, tenang, tenang, tak usah bingung atau bersedih, kami akan memberikan tips mingguan seperti biasa.

Ya, kami tahu sih, buat gitaris yang baru mulai, terkadang melihat pedalboard milik musisi favoritnya cukup mengintimidasi. Apalagi banyak terdapat varian pedal.

Bahkan, terkadang satu jenis pedal saja sudah banyak jenisnya. Atau, satu merk menjual beberapa jenis pedal yang mempunyai fungsi berbeda-beda.

Kami sendiri mengalami hal yang sama saat pertama kali ingin membeli efek gitar pertama. "Duh, harus beli apa ya?" atau "beli tipe apa dulu yang sesuai permainanku?" adalah yang ada di benak kami saat itu.

Oiya, sebelumnya, apa yang akan kami tulis selanjutnya bukan merupakan paduan mutlak. Namun, buat kamu yang masih bingung ingin membeli efek gitar, tulisan ini bisa menjadi solusi.

Menurut kami, dirt pedal merupakan efek gitar pertama yang cocok untuk kamu beli. Maklum, dengan menggunakan dirt pedal, kamu akan langsung mendapat perbedaan suara yang cukup drastis.

Dirt pedal sendiri dibagi menjadi tiga, overdrive, distortion, dan fuzz. Di sini, kamu bebas memilih mau menggunakan tipe yang mana. Paling umum sih, biasanya Ibanez Tube Screamer bisa menjadi pilihan.

Setelah itu, kamu bisa membeli efek modulasi. Terdapat beberapa jenis efek modulasi, seperti chorus, phaser, atau flanger. Namun, yang umum digunakan adalah chorus.

Pada umumnya, efek modulasi bertugas mewarnai suara gitar kamu. Untuk chorus sendiri, kamu bisa mendengar suara seolah gitarmu menggunakan 12 senar.

Setelah itu ada dua jenis efek gitar yang mirip tapi kamu butuhkan untuk pedalboardmu. Pertama adalah reverb, lalu delay. Meski tidak masalah kalau kamu hanya punya salah satu, lebih kalau ada keduanya, bukan?

Fungsi reverb adalah untuk mengemulasi suara gaung yang ada di tempat besar seperti gimnasium. Dengan menggunakan reverb, suara gitarmu akan menjadi lebih tebal.

Sementara itu, delay memproduksi suara yang diulang dari gitarmu. Biasanya, delay akan menunjukkan kemampuan terbaiknya saat dipadukan dengan distortion atau overdrive. Seperti JHS Panther Cub Delay ini contohnya.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis efek gitar, seperti misalnya wah atau volume. Namun, kami merasa jenis-jenis di atas adalah yang paling penting untuk kamu yang baru mulai belajar main efek gitar.

Ya, anggaplah kamu sudah membeli efek-efek di atas. Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Lengkapi dengan membeli velcro, kabel patch, adaptor, pedalboard, dan kabel penghubungnya.

Untuk adaptor, kalau bisa gunakan adaptor power supply yang bisa memberikan tenaga untuk ke beberapa efek sekaligus. Lalu kalau pedalboard, kamu bisa memanfaatkan koper atau papan yang tidak terpakai andai belum memiliki dana untuk membelinya.

Oke, oke mari anggap semuanya sudah siap. Pertama, pasang velcro di pedalboard dan efek gitar milikmu. Kemudian, siapkan power supply untuk memberikan tenaga ke efek gitarmu.

"Kak, bagaimana cara menyusun pedalboard-nya?" Sabar, sabar, dalam paragraf selanjutnya, kami akan memberikan tips cara menyusun efek gitar dengan baik. Oh, lagi-lagi, ini bukan hal yang mutlak ya.

Agar mendapatkan suara yang paling aman, gunakan dirt pedal sebagai efek yang paling ujung setelah gitar. Hal tersebut karena mereka memiliki fungsi ganda, bisa sedikit mengkompres suara gitar.

Setelah itu, sambungkan efek gitar ke modulasi untuk mewarnai suara gitarmu. Terakhir, sebelum menuju ke amplifier adalah delay atau reverb. Kalau kamu menggunakan keduanya, sebaiknya reverb duluan ya.

Nah, bagaimana, sudah sedikit mengerti kan soal efek gitar? Semoga tips ini bisa membantu kamu ya! "Kok pembahasannya cuma sedikit kak?" Tenang, nanti akan ada lagi tips-tips lainnya kok!

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.


Baru Mulai Main Gitar? Gimana Sih, Cara Memilih Ukuran Senar yang Tepat?

by Tyo Harsono on Oct 21, 2019

Patut diketahui, pilihan senar bisa memengaruhi suara gitar yang kamu inginkan. Masa iya? Kalau tidak percaya, coba saja ganti senar di gitarmu dengan ukuran berbeda deh.

Dalam mencari suara gitar, ada sejumlah faktor yang memengaruhi. Termasuk di antaranya, kayu, jenis pickup, konstruksi (solid, hollow, atau semi hollow), serta ukuran senar.

Ya memang semua itu masih bisa diwarnai dengan pedal atau pilihan amplifier. Namun, ternyata ukuran senar yang terlihat sederhana dan sering diremehkan juga berpengaruh.

Banyak gitaris pemula yang tidak terlalu peduli dengan ukuran senar. Hasilnya, ketika mereka membeli gitar, efek, dan amplifier yang sama dengan idolanya, hasilnya belum sempurna.

Ya, memang memerhatikan ukuran senar tidak seasyik melihat gitar yang digunakan gitaris idola. Atau, menyaksikan deretan pedal yang mereka gunakan.

Analoginya seperti ini, membeli senar kerap diremehkan seperti orang-orang yang berbelanja. Maksudnya? Ya gitaris lebih sering memerhatikan gitar atau efek seperti ibu-ibu memilih daging atau sayuran.

Akan tetapi, mereka lupa membeli bumbu yang sesuai. Ya, sama saja seperti gitaris yang kadang melupakan ukuran senar yang akan digunakan untuk gitar mereka.

Banyak gitaris yang mulai bereksperimen dengan senar setelah lama bermain gitar. Namun, jarang gitaris pemula yang mau memerhatikan detaol seperti itu.

Nah, di sini kami akan memberikan tips memilih senar untuk kalian. Patut diingat, ukuran yang kami gunakan adalah ukuran senar tertinggi, atau senar e paling rendah.

Pertama adalah ukuran sembilan. Banyak yang menganggap remeh ukuran tersebut karena dianggap terlalu ringan. Tidak sedikit yang merasa senar seperti itu kurang jantan.

Padahal, ukuran sembilan biasa digunakan untuk mendapatkan suara-suara rock klasik. Apabila kamu menginginkan suara yang tepat untuk bermain musik surf, ukuran ini yang paling tepat.

Apabila kamu membeli gitar baru, ada kemungkinan cukup besar gitarmu itu menggunakan senar ukuran 10. Ya sebenarnya ada alasan kenapa ukuran ini paling umum digunakan.

Senar dengan ukuran paling tinggi 10 memiliki fleksibilitas yang tidak dimiliki ukuran lain. Hampir semua produk besar seperti Gibson dan Fender menggunakan ukuran ini.

Senar berukuran 10 ini juga bagus untuk kamu yang menggunakan tremolo. Pun demikian dengan kamu yang ingin menggunakan drop D atau Open G untuk gitarmu.

Akan tetapi, buat kamu yang suka memainkan down tuning, sebaiknya nggak menggunakan senar ukuran ini ya. Karakter senar ukuran 10 tidak terlalu cocok untuk kalian.

Kalau kamu memainkan gitar dengan neck yang terbuat dari aluminium, senar ukuran 11 bisa menjadi pilihan. Demikian juga kalau kamu suka dengan down tuning.

Senar ukuran 11 cocok untuk kamu yang mengandalkan bending dan biasa bermain cukup keras. Senar ini memiliki ketahanan yang cukup lama di dalam pemakaian.

Suara yang dihasilkan oleh senar berukuran 11 cenderung lebih berat. Selain itu, terdapat sustain yang cukup lama dengan penggunaan senar ukuran tersebut.

Biasanya senar ukuran 12 digunakan untuk gitar akustik. Biasanya, gitar elektrik jarang menggunakan senar berukuran sebesar itu, kecuali yang menggunakan D tuning.

Keuntungan menggunakan senar berukuran 12 adalah kamu bakal mendapatkan suara yang cukup jernih. Selain itu, senar berukuran 12 juga cocok untuk gitar-gitar hollow body.

Jadi, sudahkah kamu menentukan pilihan senarmu? Oiya, tulisan di atas tidak bersifat mutlak, lagi-lagi semuanya balik lagi ke selera kalian masing-masing.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.