Archive for the 'Article' Category

Seberapa Penting Hardware untuk Gitarmu? Ini Pendapat Paul Reed Smith!

by Tyo Harsono on Oct 27, 2021

Mungkin selama ini yang menjadi sorotan ketika membeli gitar adalah bahan kayu atau pickupnya. Namun Paul Reed Smith punya pendapat lain, menurutnya hardware enggak kalah penting.

Ketika memodifikasi gitar, biasanya orang-orang langsung mengubah bagian elektronik. Entah pickup, potensio, atau jack.

Padahal ada instrumen yang enggak kalah penting. Setidaknya menurut Smith yang merupakan pendiri produsen gitar PRS.

Smith beranggapan hardware juga cukup penting untuk sebuah gitar. Bahkan hal itu menjadi alasan PRS membuat beberapa part gitarnya.

"PRS menggunakan jack buatan Switchcraft. Kami tidak membuat jack atau potentio sendiri. Namun, ada hal yang harus kami buat sendiri," ujar Smith.

"Kami bukannya arogan soal hardware, hanya saja kami ingin cerdas. Intinya, semua untuk membuat gitar mengeluarkan suara terbaiknya."

"Pembuatan bridge yang kami pakai saat ini sudah mengalami eksperimen selama bertahun-tahun. Kami ingin part terbaik untuk gitar kami," imbuhnya.

Guna menegaskan betapa pentingnya hardware, Smith sampai mencontohkan harga gitar vintage yang turun drastis ketika ada part yang diganti.

Menurut Smith ada dua komponen yang sebenarnya paling penting dari hardware gitar. Pertama adalah bridge, lalu tuning peg.

"Kenapa mengganti hardware bisa membuat harga gitr turun drastis? Hal itu karena mereka berpengaruh ke sound," tuturnya.

"Segala hal saling berhubungan. Saya beri contoh lain, ketika menambahkan sesuatu ke neck, maka akan membuat neck menjadi berat," imbuh Smith.

Menariknya, Smith menilai Fender dan Gibson sudah melakukan tugasnya dengan baik. Menurutnya kedua perusahaan itu langsung menemukan formula yang tepat.

"Begini, gitar adalah alat yang sederhana. Anda memiliki kayu di body, neck, dan fingerboard. Selain itu ada fret," kata Smith.

"Lalu ada truss rod dan tuning peg. Kemudian body, finish, serta bridge ditambah dengan pickup. Anda pikir ini hal mudah, tetapi sulit juga untuk membuat yang benar," pungkasnya.

Menurut Paul Reed Smith, kunci gitar yang bagus adalah menggunakan hardware terbaik. Nah, jadi sebelum meng-upgrade elektronik, ada baiknya hardware terlebih dulu.

 Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Sudah Coba Berbagai Gitar, Gitaris Genesis Lebih Suka Pakai Squier Bullet

by Tyo Harsono on Oct 25, 2021

Saat ini Squier Bullet merupakan salah satu seri paling bawah produsen tersebut. Namun, siapa sangka gitaris Genesis, Mike Rutherford, sangat menyukainya.

Semua terungkap ketika teknisi Rutherford, Steve Prior, menjalani wawancara baru-baru ini. Menurut Prior, gitaris Genesis itu menggunakannya dalam tur dunia.

Squier Bullet milik Rutherford adalah sama seperti yang dijual di pasaran. Hanya saja dia memakai warna Sonic Gray yang cukup langka.

Menurut Prior, sejak membeli gitar itu Rutherford memainkannya setiap hari. Bahkan dia punya dua Squier Bullet Stratocaster, satu lagi berwarna Arctic White.

"Mike jatuh cinta dengan gitar ini. Setiap hari dia memainkan lagu-lagu Genesis. Dia memberitahu saya betapa dia mencintai gitar itu," kata Prior.

Hebatnya, gitar Rutherford sebelumnya punya harga jauh di atas Squier Bullet. Tadinya dia memakai Fender Eric Clapton Stratocaster.

Uniknya, saat hampir semua part diganti, Rutherford menggunakan pickup bawaannya. Menurut Prior, bahkan Rutherford menyukainya.

Pengecualian hanya di bridge pickup yang diganti menjadi Fender Noiseless. Hal itu untuk menghindari dengungan karena interaksi dengan layar LCD.

Sementara itu tuner, bridge, dan saddle semua diganti. Prior mengungkapkan penggantinya adalah part dari Gotoh.

Oiya, untuk urusan elektronik, Rutherford juga melakukan beberapa perubahan. Dia meng-upgrade segi elektronik gitar itu.

Untuk potensio, RUtherford menggunakan CTS. Sementara bagian jack diganti menggunakan replacement part dari Switchcraft.

Menariknya nut dan fret tidak dia ganti. Hanya saja nut-nya dicut ulang dan fret-nya diberikan TLC sebagai sentuhan akhir.

Yang paling hebat, Rutherford tidak menghapus decal Squier-nya sama sekali. Dengan bangga gitaris Genesis itu menggunakannya di atas panggung.

Kalau kamu belum punya budget untuk membeli Fender atau bahkan Squier seri tinggi, enggak ada salahnya pakai Squier Bullet. Kalau ini cukup bagus untuk Mike Rutherford, masa iya enggak buat kamu?

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Jazzmaster dan Jaguar, Apa Aja Sih Bedanya?

by Tyo Harsono on Oct 18, 2021

Ketika melihat gitar offset buatan Fender, kok bentuknya mirip ya? Padahal namanya cukup berbeda, Jazzmaster dan Jaguar.

Dari keduanya, Jazzmaster lahir lebih dulu, tepatnya pada 1958. Seperti namanya, Fender mengincar pasar gitaris Jazz kala itu.

Menariknya, Jazzmaster justru lebih populer di kalangan gitaris surf rock. Hal ini yang membuat Fender merilis Jaguar pada 1962.

Bentuk yang sangat mirip membuat keduanya sering dikira gitar yang sama. Padahal, terdapat beberapa perbedaan yang cukup masif.

Nah, supaya menghindari kebingungan, kami akan membahas perbedaan di antara kedua gitar. Apa saja? Simak bahasan berikut ini.

Pickup

Paling kelihatan adalah bedanya pickup di Jazzmaster dan Jaguar. Jazzmaster punya pickup single coil gepeng yang menyerupai P90 sementara Jaguar mirip Stratocaster.

Pickup Jazzmaster ini sering disalah artikan dengan P90 meski sebenarnya adalah single coil. Namun lilitann di pickupnya berbeda dengan single coil pada umumnya.

Sementara di Jaguar, ada single coil yang memiliki lapisan metal di sampingnya. Fungsi lapisan itu adalah untuk menghilangkan dengung dari gitar.

Control

Baik Jazzmaster maupun Jaguar punya dua sirkuit, lead dan rhythm. Meski terdengar mirip, ada perbedaan dari keduanya, terutama di kontrol untuk sirkuit lead (sirkuit rhythm cenderung sama).

Sirkuit rhythm di kedua gitar sama-sama hanya mengaktifkan pickup neck. Di Jazzmaster, kalau mengubah ke sirkuit lead, kontrolnya mirip seperti gitar-gitar Gibson, menggunakan switch untuk memilih pickup.

Beda lagi dengan di Jaguar. Ada switch kecil yang biasanya terletak di bagian bawah body gitar untuk mengaktifkan masing-masing pickup ditambah dengan strangler switch.

Scale

Ini lagi letak perbedaan antara kedua gitar, di scale-nya. Jazzmaster mempunyai 25,5 inch scale, sama seperti gitar Fender lain pada umumnya.

Sementara itu Jaguar hanya memiliki scale 25 inch. Bedanya lagi adalah Jaguar punya 22 fret sementara Jazzmaster hanya 21.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!

 


Mengintip Gear John Mayer dari Masa ke Masa

by Tyo Harsono on Oct 15, 2021

Saat ini John Mayer terkenal mengandalkan PRS Silver Sky-nya. Nah, sebelum itu Mayer identik dengan produk-produk Fender, terutama Stratocaster.

Nama Mayer melejit berkat album Continuum serta Try! (dengan nama John Mayer Trio). Hal itu membuatnya menjadi guitar hero dekade 2000an.

Akan tetapi, sebelum itu dia sudah sempat mengeluarkan beberapa album. Sebelum Continuum, Mayer mulai didengar berkat single seperti Daughter dan Your Body Is A Wonderland.

Sebelum era PRS, Mayer dikenal punya gitar signature buatan Fender. Waktu itu dia menamainya Black1 yang diproduksi oleh Fender Custom Shop.

Menariknya gitar-gitar Mayer era awal karier justru seolah enggak tersentuh. Padahal justru itu yang menjadi cikal bakal pencarian jati dirinya.

Buat yang belum tahu, gitar serius pertama Mayer adalah gitar signature. Tepatnya Fender Artist Series Stevie Ray Vaughan Stratocaster.

Gitar ini Mayer dapatkan dari hasil menukar gitar Takamine 12 senarnya. Selain itu juga pedal distorsi Mesa/Boogie.

Untuk urusan gitar akustik sendiri Mayer lagi-lagi menggunakan signature. Kali ini Martin DM3MD Dave Matthews.

Hampir seluruh album Room For Squares direkam menggunakan kedua gitar itu. Terutama Martin miliknya karena memang mengandalkan nomor-nomor akustik.

Kalau pedalnya, Mayer masih belum memakai banyak pedal. Praktis hanya Marshall Bluesbreaker, Klon Centaur, Novak Expression, dan Ibanez TS-10.

Mayer bereksperimen dengan amplifier. Dia sudah mencoba berbagai gitar Fender sebelum memutuskan memakai Vibro-King.

Seperti disebut sebelumnya, Mayer menuai sukses lewat Continuum. Setelah itu, Fender dan Martin membuatkannya gitar signature.

Fender Custom Shop membuatkannya Black1 Stratocaster. Sedangkan Martin memproduksi OMJM John Mayer signature.

Menariknya, Mayer justru sempat menggunakan Gibson sebelum dibuatkan signature oleh Fender. Tepatnya Gibson SG Standard untuk lagu Friends, Lovers, or Nothing dari album Battle Studies.

Mungkin hal tersebut yang membuat Fender akhirnya kalang kabut dan membuatkannya signature? Apalagi Mayer mengaku sangat menyukai gitar Gibson itu.

Mayer juga pernah menggunakan gitar lain. Contohnya Gibson ES-335 serta Fender Monterey Stratocaster dalam beberapa festival yang dia ikuti.

Beralih ke ampli, Mayer berpaling dari Fender lebih cepat. Dia mulai menggunakan Two Rock John Mayer Signature Amp sejak 2007.

Salah satu tambahan pedal di pedalboard Mayer adalah Universal Golden Audio Reverberator. Efek itu dia gunakan untuk mencari suara spring reverb natural.

Sayangnya Fender dan Mayer berpisah pada 2014. Setelah itu dia sempat memakai gitar Charvel sebelum bekerja sama dengan PRS.

Kalau gitar akustik, Mayer masih setia dengan Martin. Namun dia lebih suka memakai Martin D-45 ketimbang signature nya sendiri.

Nah, di era ini Mayer mulai mengeksplorasi pedal. Beberapa pedal baru masuk ke pedalboard miliknya seperti Strymon Flint, OB.1, dan Volante.

Selain itu juga ada Boss OC-3, Keeley Katana Boost, EHX Q-Tron, Pete Cornish TES, Way Huge Aqua Puss, dan Source Audio Spring Reverb.

Untuk urusan ampli, Mayer juga bekerja sama dengan PRS. Mereka mengeluarkan PRS John Mayer J-Mod 100 yang dikombinasikan dengan Fractal Axe-FX III.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Remaja 2000an, Ini Panduan Gear Pop Punk Idolamu!

by Tyo Harsono on Oct 13, 2021

Band pop punk meracuni remaja-remaja yang tumbuh pada dekade 2000an. Meski sempat dimusuhi generasi yang lebih tua, kini musik pop punk mulai menjadi klasik.

Nama-nama seperti Blink-182, Avril Lavigne, dan SUM 41 mempopulerkan sub genre tersebut. Genre ini sendiri terinspirasi dari punk rock, pop, dan power pop yang muncul terlebih dulu.

Menariknya, pop punk sendiri sudah ada sejak 1970an. Namun popularitas sub genre ini baru meroket sejak akhir 1990an.

Maklum, awalnya pop punk enggak mendapat tempat. Buat pop mainstream terlalu keras, tetapi dianggap cengeng oleh anak-anak punk.



Sampai akhirnya pop punk mulai mendapat tempat di akhir dekade 1990an sampai pertengahan 2000an. Lagu-lagu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari membuat mereka digandrungi remaja.

Nah, dalam pergerakannya, pop punk seolah menepis beberapa stereotip untuk urusan gitar. Seperti Telecaster dan ES-335 yang sebelumnya identik dengan musik seperti country atau blues.

Tentu banyak yang penasaran dengan gear musisi pop punk kan? Terutama remaja-remaja 2000an yang sekarang sudah punya anak satu? Nah, ini daftarnya!

Baca Juga: Suka Band-band Britpop? Ini Tips Cara Dapat Sound Ala Mereka

Tom DeLonge

Bisa dibilang, Blink-182 merupakan bapaknya pop punk. Trio yang digawangi oleh Tom DeLonge, Mark Hoppus, dan Travis Barker ini merajai skena musik dunia pada awal dekade 2000an.

DeLonge sendiri mengawali karier bersama Blink dengan lagu-lagu punk rock klasik. Namun, kelamaan mereka mulai berevolusi ke pop punk.

Pada awal kariernya DeLonge akrab dengan Fender Stratocaster. Bahkan Fender sempat membuatkannya signature dengan pickup Seymour Duncan Invader.

DeLonge mulai beralih ke Gibson ES-335 sebelum pindah ke Gibson ES-333. Kemudian Epiphone membuatkannya Tom DeLonge 333 Signature.

Untuk amplifier DeLonge menggunakan Mesa Boogie Triple Rectifier. Kemudian dia mengombinasikannya dengan Marshall JCM900.

SUM 41

Nama SUM 41 mulai terdengar pada 2001 lewat album All Killer No Filler. Album ini meningkatkan popularitas pop punk dan band ini sendiri.

Ada dua gitaris di SUM 41, Dave Baksh dan Deryck Whibley. Baksh berperan sebagai lead gitar sementara Whibley rhytm sekaligus vokalis.

Whibley sendiri identik dengan Fender Telecaster Deluxe sampai dibuatkan signature oleh Squier. Namun dia juga memakai gitar lain seperti Gibson Les Paul.

Lain lagi Baksh yang menggunakan PRS Singlecut. Menurutnya, humbucker di PRS berbeda dengan milik Gibson atau Fender.

Keduanya menggunakan amplifier Marshall pada awal kariernya. Namun Whibley dan Baksh kini berpindah memakai Kemper.

Avril Lavigne

Popularitas pop punk mencapai puncak berkat kehadiran Avril Lavigne. Single Sk8er Boi nya melekatkan skena punk dengan punk.

Kehadiran Avril membuat banyak gitaris perempuan terinspirasi saat itu. Maklum, waktu itu enggak banyak gitaris perempuan yang memainkan musik semacam pop punk.

Avril sendiri suka dengan suara Telecaster dengan humbucker seperti signature-nya buatan Squier. Namun terkadang dia bereksperimen menggunakan Gibson Les Paul.

Kalau untuk gitar akustik, penyanyi asal Kanada ini beberapa kali berganti, mulai dari Gibson L-00, Takamine, sampai akhirnya Fender Newporter.

 Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!