Sejarah EADGBe dan dari Mana Awalnya Standard Tuning Gitar Ditetapkan?

by Tyo Harsono on Apr 18, 2022

Minggu lalu kita sudah membahas mengenai alternate tuning. Nah, sekarang penasaran dong, standard tuning EADGBe sejak kapan ditetapkan? Yuk simak pembahasannya!

Instrumen berdawai sudah ada sejak beribu-ribu tahun lalu. Bahkan, sejak zaman Mesir Kuno sudah ditemukan instrumen yang memiliki dawai sebagai medium.

Berdasarkan penelusuran literasi, instrumen semacam biola, cello, dan mandolin saja sudah memiliki tuning yang sama selama lebih dari 1000 tahun!

Nah, gimana dengan gitar? Ketimbang tiga instrumen berdawai yang disebutin di paragraf sebelumnya, standard tuning di gitar terbilang masih 'baru'.

Pastinya sejak kapan memang belum diketahui, namun penelusuran tertua standard tuning mulai ditetapkan pada abad pertengahan, sekitar tahun 1500an sampai 1600an.

Dalam 500 tahun terakhir, disepakati kalau untuk mengeluarkan suara terbaik dari sebuah gitar adalah dengan tuning perfect fourth dan satu major third.

Ditemukanlah EADGBe sebagai formula terbaik. Tiga interval fourth (E ke A, A ke D, dan D ke G) diikuti major third (G ke B) dan satu lagi fourth (B ke e).

Salah satu alasan penggunaan EADGBe sebagai standard tuning adalah untuk memudahkan secara fisik maupun dari segi musikal.

Tujuannya adalah menciptakan tuning yang bisa digunakan di mana pun. Selain itu mempermudah transisi dari chord yang simple ke memainkan scale dengan meminimalisir perpindahan tangan.

Bukan tanpa alasan, ribuan tahun sebelumnya gitar dimainkan dengan tuning berbeda-beda. Hal tersebut membuat kesulitan saat seseorang biasa memainkan gitar dengan tuning A tiba-tiba harus memainkan tuning B.

Adapun kelahiran tuning EADGBe bisa dibilang diinisiasi di Italia pada masa Renaissance. Saat itu gitar dengan enam senar belum populer.

Instrumen yang populer kala itu adalah guitarra battente (selanjutnya disingkat guitarra). Berbeda dengan gitar modern yang punya enam senar, guitarra hanya punya lima senar.

Orang-orang di Italia memainkan guitarra dengan tuning ADGBe. Dari situ lah cikal bakal penggunaan EADGBe dengan menambah senar E rendah muncul.

Mereka terinspirasi dari tuning biola dan cello yang sukses di instrumen itu karena scale yang pendek. Perubahan dilakukan dengan mengombinasikannya dengan guitarra.

Penambahan senar E rendah sendiri baru dilakukan setelah abad ke-16. Idenya adalah dengan mencari perfect four dari tuning di bawahnya.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!