Berumur 60 Tahun, Ini Sejarah Jatuh Bangun Fender Jaguar yang Sempat Terlupakan

by Tyo Harsono on Feb 4, 2022

Dekade 1960an bisa dibilang jadi masa emas industri gitar. Termasuk Fender yang berencana ngeluarin gitar jenis baru, Fender Jaguar.

Sebelum 1962, Fender udah ngeluarin tiga varian gitar. Ketiganya adalah Telecaster (1951), Stratocaster (1954), sama Jazzmaster (1958).

Masuk ke dekade 1960an, surf rock lagi jadi genre musik yang populer. Hal ini ngebikin Leo Fender, mikirin gitar paling versatile versinya.

Sebagai langkah awal, blue print Jazzmaster dibuka lagi. Bukan tanpa alasan, gitar itu cukup populer dipake sama gitaris-gitaris surf rock meski awalnya ditargetin untuk musisi jazz.

Jaguar pun dibikin punya 22 fret (waktu itu gitar Fender lain cuma punya 21 fret). Selain itu scale-nya dibuat jadi 24 inchi, mirip scale Gibson yang 24,75 inchi.

Hasilnya, Fender pun ngepromosiin Jaguar sebagai gitar paling nyaman saat itu. Selain itu mereka juga ngeklaim gitar ini cocok untuk gitaris yang mau main cepet.

Dari segi spesifikasi, memang mirip sama Jazzmaster. Tapi Jaguar ini punya sirkuit dan bentuk yang cukup beda dari pendahulunya.

Sama-sama punya sirkuit lead dan rhythm, Jaguar punya kompelsitas lebih. Nah, di sirkuit lead Jaguar ada tiga slide switch.

Fungsinya untuk nyala-matiin semua pickup yang ada. Terus slide switch yang ada untuk nyalain kapasitor untuk motong frekuensi low end.

Oiya, selain itu ada alasan lain Jaguar ini cukup terkenal. Soalnya ini gitar Fender pertama yang nawarin variasi ukuran neck (ada 4, A, B, C, D).

Sayangnya masuk 1970an popularitas surf rock turun drastis. Musisi rock waktu itu lebih suka pakai gitar semacam Telecaster, Stratocaster, atau Gibson Les Paul.

Hasilnya Fender mutusin buat ngeberhentiin produksi Jaguar di 1975. Gitar ini pun seolah terlupakan dan harganya jadi murah banget di pasaran.

Akhirnya di dekade 1980an gitar ini pun populer di kalangan musisi indie. Beberapa pelopornya adalah Johnny Marr dan John Squire.

Tapi kebangkitan Jaguar baru dimulai di era 1990an. Kurt Cobain yang waktu itu enggak punya cukup uang untuk beli Telecaster atau Stratocaster beli gitar ini.

Akhirnya Cobain ngejadiin Jaguar (dan Mustang) sebagai gitar andalannya. Seiring sukses Nirvana, popularitas gitar ini pun ikut naik.

Belum lagi habis itu muncul musisi-musisi macam Thurston Moore yang Sonic Youth-nya sempet ngetop banget juga pake gitar ini.

Akhirnya Fender pun ngeluarin lagi Jaguar di 1999. Sejak saat itu popularitasnya naik terus, terutama di kalangan gitaris-gitaris indie.

Sekarang Jaguar bukan lagi gitar yang dipandang sebelah mata. Musisi top macam Alex Turner (Arctic Monkeys) atau Lindsey Jordan (Snail Mail) pakai gitar itu.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!