Archive for October 2021

Apa Sih Gitar Termahal di Dunia? Ini 5 Gitar yang Laku dengan Harga Paling Mahal

by Tyo Harsono on Oct 29, 2021

Perdebatan mengenai gitar termahal di dunia kerap terjadi. Namun, nyatanya ada satu gitar yang pantas menyandang gelar tersebut.

Tentunya gitar-gitar termahal ini punya sejarah tersendiri. Mereka adalah gitar yang tercatat pernah dipakai oleh musisi papan atas.

Gelar gitar termahal juga kerap berganti seiring berjalannya waktu. Bahkan pemecahan rekor sendiri baru terjadi belum lama ini.

Gitar-gitar termahal ini biasanya dijual di lelang. Selain itu mereka juga punya spesifikasi yang cukup langka.

Nah apa saja gitar-gitar termahal di dunia? Berikut ini kami mengumpulkan datanya dari yang paling rendah ke tertinggi.

5. Fender Stratocaster Milik Jimi Hendrix

Di Museum of Pop Culture di Seattle, kamu bakal melihat Stratocaster berwarna putih. Rupanya gitar itu milik Jimi Hendrix dan dia pakai di Woodstock.

Ternyata gitar itu dibeli oleh co-founder Microsoft, Paul Allen. Saat itu Allen mengeluarkan kocek senilai dua juta dolar.

Allen sendiri meninggal dunia pada 2018. Rupanya dia merupakan penggemar berat Hendrix yang juga bermain gitar dan kolektor.

4. Gibson J-160E Milik John Lennon

Selanjutnya adalah gitar milik eks frontman The Beatles, John Lennon. Gitar itu adalah Gibson J-160E yang dibelikan oleh manajernya, Brian Epstein.

Sayangnya gitar itu hilang pada 1963. Baru setengah abad kemudian gitar tersebut ditemukan menjadi milik John McCaw yang membelinya pada 1969.

Pada 2015 lalu gitar tersebut sempat dilelang. Rupanya gitar tersebut laku dengan harga mencapai 2,4 juta dolar untuk pembeli yang tak diketahui namanya.

3. Fender Stratocaster Reach Out to Asia

Seperti diketahui, sebagian besar negara Asia dihantam badai Tsunami pada 2004 lalu. Kemudian pada awal 2005 terdapat acara amal bertajuk Reach Out to Asia.

Setelah acara selesai, bintang-bintang yang hadir di acara tersebut menandatangani sebuah Stratocaster. Termasuk yang menandatanganinya David Gilmour, Jeff Beck, Eric Clapton, Jimi Page, dan Keith Richards.

Gitar itu akhirnya dibeli oleh anggota kerajaan Qatar, Sheikha Al-Mayassa. Dia mengeluarkan uang 2,7 juta dolar saat itu.

2. Fender Stratocaster Milik David Gilmour

David Gilmour sudah memiliki Stratocaster hitamnya sejak 1970an. Sejak saat itu Gilmour menamainya Black Strat dan menjadikannya gitar nomor satu.

Beberapa modifikasi Gilmour lakukan untuk gitar tersebut. Seperti jack-nya diganti dengan XLR lalu sempat ada humbucker di posisi middle.

Sampai akhirnya pada 2019 gitar tersebut masuk ke daftar lelang yang dimenangi oleh Jim Irsay, miliarder dari Indianapolis. Irsay membayar 3,975 juta dolar.

1. Martin D-18E Milik Kurt Cobain

Sejatinya Martin D-18E bukanlah gitar akustik utama Kurt Cobain. Cobain lebih sering memakai Epiphone Texan ketika beraksi di atas panggung.

Akan tetapi, entah mengapa Cobain menggunakannya saat tampil di MTV Unplugged. Jadilah gitar tersebut menjadi identik dengan pentolan Nirvana itu.

Pada Juni 2020, gitar tersebut masuk ke dalam pelelangan. Pebisnis asal Australia Peter Freedman membelinya dengan harga lebih dari 6 juta dolar.

 Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Seberapa Penting Hardware untuk Gitarmu? Ini Pendapat Paul Reed Smith!

by Tyo Harsono on Oct 27, 2021

Mungkin selama ini yang menjadi sorotan ketika membeli gitar adalah bahan kayu atau pickupnya. Namun Paul Reed Smith punya pendapat lain, menurutnya hardware enggak kalah penting.

Ketika memodifikasi gitar, biasanya orang-orang langsung mengubah bagian elektronik. Entah pickup, potensio, atau jack.

Padahal ada instrumen yang enggak kalah penting. Setidaknya menurut Smith yang merupakan pendiri produsen gitar PRS.

Smith beranggapan hardware juga cukup penting untuk sebuah gitar. Bahkan hal itu menjadi alasan PRS membuat beberapa part gitarnya.

"PRS menggunakan jack buatan Switchcraft. Kami tidak membuat jack atau potentio sendiri. Namun, ada hal yang harus kami buat sendiri," ujar Smith.

"Kami bukannya arogan soal hardware, hanya saja kami ingin cerdas. Intinya, semua untuk membuat gitar mengeluarkan suara terbaiknya."

"Pembuatan bridge yang kami pakai saat ini sudah mengalami eksperimen selama bertahun-tahun. Kami ingin part terbaik untuk gitar kami," imbuhnya.

Guna menegaskan betapa pentingnya hardware, Smith sampai mencontohkan harga gitar vintage yang turun drastis ketika ada part yang diganti.

Menurut Smith ada dua komponen yang sebenarnya paling penting dari hardware gitar. Pertama adalah bridge, lalu tuning peg.

"Kenapa mengganti hardware bisa membuat harga gitr turun drastis? Hal itu karena mereka berpengaruh ke sound," tuturnya.

"Segala hal saling berhubungan. Saya beri contoh lain, ketika menambahkan sesuatu ke neck, maka akan membuat neck menjadi berat," imbuh Smith.

Menariknya, Smith menilai Fender dan Gibson sudah melakukan tugasnya dengan baik. Menurutnya kedua perusahaan itu langsung menemukan formula yang tepat.

"Begini, gitar adalah alat yang sederhana. Anda memiliki kayu di body, neck, dan fingerboard. Selain itu ada fret," kata Smith.

"Lalu ada truss rod dan tuning peg. Kemudian body, finish, serta bridge ditambah dengan pickup. Anda pikir ini hal mudah, tetapi sulit juga untuk membuat yang benar," pungkasnya.

Menurut Paul Reed Smith, kunci gitar yang bagus adalah menggunakan hardware terbaik. Nah, jadi sebelum meng-upgrade elektronik, ada baiknya hardware terlebih dulu.

 Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Sudah Coba Berbagai Gitar, Gitaris Genesis Lebih Suka Pakai Squier Bullet

by Tyo Harsono on Oct 25, 2021

Saat ini Squier Bullet merupakan salah satu seri paling bawah produsen tersebut. Namun, siapa sangka gitaris Genesis, Mike Rutherford, sangat menyukainya.

Semua terungkap ketika teknisi Rutherford, Steve Prior, menjalani wawancara baru-baru ini. Menurut Prior, gitaris Genesis itu menggunakannya dalam tur dunia.

Squier Bullet milik Rutherford adalah sama seperti yang dijual di pasaran. Hanya saja dia memakai warna Sonic Gray yang cukup langka.

Menurut Prior, sejak membeli gitar itu Rutherford memainkannya setiap hari. Bahkan dia punya dua Squier Bullet Stratocaster, satu lagi berwarna Arctic White.

"Mike jatuh cinta dengan gitar ini. Setiap hari dia memainkan lagu-lagu Genesis. Dia memberitahu saya betapa dia mencintai gitar itu," kata Prior.

Hebatnya, gitar Rutherford sebelumnya punya harga jauh di atas Squier Bullet. Tadinya dia memakai Fender Eric Clapton Stratocaster.

Uniknya, saat hampir semua part diganti, Rutherford menggunakan pickup bawaannya. Menurut Prior, bahkan Rutherford menyukainya.

Pengecualian hanya di bridge pickup yang diganti menjadi Fender Noiseless. Hal itu untuk menghindari dengungan karena interaksi dengan layar LCD.

Sementara itu tuner, bridge, dan saddle semua diganti. Prior mengungkapkan penggantinya adalah part dari Gotoh.

Oiya, untuk urusan elektronik, Rutherford juga melakukan beberapa perubahan. Dia meng-upgrade segi elektronik gitar itu.

Untuk potensio, RUtherford menggunakan CTS. Sementara bagian jack diganti menggunakan replacement part dari Switchcraft.

Menariknya nut dan fret tidak dia ganti. Hanya saja nut-nya dicut ulang dan fret-nya diberikan TLC sebagai sentuhan akhir.

Yang paling hebat, Rutherford tidak menghapus decal Squier-nya sama sekali. Dengan bangga gitaris Genesis itu menggunakannya di atas panggung.

Kalau kamu belum punya budget untuk membeli Fender atau bahkan Squier seri tinggi, enggak ada salahnya pakai Squier Bullet. Kalau ini cukup bagus untuk Mike Rutherford, masa iya enggak buat kamu?

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Menyambut Halloween, Ini 5 Gear dengan Desain Mengerikan!

by Tyo Harsono on Oct 22, 2021

Akhir Oktober menjadi saat yang dinanti pencinta horror di seluruh dunia. Maklum, bertepatan dengan itu dirayakan hari Halloween terutama di negara-negara barat.

Halloween merupakan perayaan yang dilangsungkan setiap 31 Oktober. Perayaan itu merupakan bagian dari Hari Raya Orang Kudus (All Hallows Evening).

Keyakinan kuno menyatakan perayaan Halloween berkaitan dengan perburuan penyihir pada abad pertengahan. Hasilnya, Halloween dirayakan sebagai ajang pesta kostum terutama yang seram-seram.

Akan tetapi, enggak cuma kostum mengerikan yang biasa muncul. Tahu enggak, rupanya ada beberapa gear yang punya desain cukup ngeri.

Gear-gear ini cocok dipakai kalau kamu manggung ketika Halloween. Apa saja gear-gear tersebut? Simak pembahasannya!

Schecter Hellraiser Casket

Schecter memang identik dengan gitar-gitar metal. Band metal sendiri dekat dengan aroma kematian yang merupakan tema Halloween.

Perkenalkan, Hellraiser Casket. Produk Schecter ini memiliki bentuk seperti peti mati. Warna merah dan hitam yang kerap menghiasi gitar ini menambah kesan angker.

Baby Bot 361 Rhythmic Noise/ Drone/ Fx Synth

FX Synth ini punya bentuk yang enggak biasa, seperti bayi. Namun, bukan itu yang paling mengerikan, melainkan ada banyak mata di kepalanya.

Warnanya juga hijau menyiratkan sehabis terkena radiasi semacam Hulk. Yang lebih mengerikan, banyaknya knob di kepalanya yang terlihat seperti ditusuk.

Demonic Machines Electric Scream

Pakai treble booster bukan hal yang baru. Namun, bagaimana kalau treble booster yang kamu pakai punya gambar mulut menganga di desainnya?

Pengalaman ini yang ditawarkan oleh Demonic Machines lewat producknya, Electric Scream. Yang lebih mengerikannya, terdapat bercak di sekitar mulut seperti darah.

Hutchinson Nurgle Guitar

Terinspirasi dari Dewa Kematian bernama Nurgle, James Hutchinson membuat gitar yang menyeramkan. Karat dan lobang justru menghiasi gitar itu.

Warna hijau seperti lumut atau limbah menjadi ciri khas gitar buatan Hutchinson ini. Gitar yang dia namakan Hutchinson Les Paul itu terlihat seperti dipenuhi wabah.

Dr. No Effects SkullFuzz

Lagi-lagi efek dengan bentuk aneh, kali ini berupa fuzz. Kalau tadi hanya punya lukisan aneh, kali ini bentuknya enggak kalah aneh.

Dr. No mengeluarkan fuzz dengan ukuran kepala manusia. Bayangkan kamu mengaktifkan efek itu, rasanya seperti menginjak kepala orang lain.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!


Eddie van Halen yang Tak Berhenti Mengejar Kesempurnaan

by Tyo Harsono on Oct 20, 2021

"Gue enggak pernah suka gitar yang baru gue beli dari toko. Mereka enggak punya apa yang gue mau dari gitar," ujar Edie van Halen dalam sebuah wawancara pada 1970an.

Terkenal sebagai salah satu dewa gitar, Van Halen memulai karier dengan gitar murah. Awalnya dia hanya memakai gitar murah buatan Teisco.

Gitar itu dia pilih karena dua alasan. Pertama, karena merasa suara Stratocaster terlalu tipis tetapi ES-335 enggak seperti rock star.

Hal itu yang membuat Van Halen mulai mengutak-atik gitar. Beberapa percobaan dia lakukan di rumahnya, demi gitar sempurna versinya.

Dalam perjalannya, Van Halen menggabungkan kualitas dari Fender dan Gibson. Dari situ, lahirlah gitar yang dia namai Frankenstrat.

Frankenstrat pertama Van Halen kabarnya terbuat dari body Charvel Boogie. Kemudian dia mengambil humbucker PAF dari Gibson ES-335 untuk ditaruh di posisi bridge.

Tak cukup dari situ, fret Gibson ES-335 juga dia taruh di fretboard gitarnya. Kemudian vibrato Strato dia modifikasi sendiri.

Dari situ Van Halen mendapat endorsement dari Kramer pada 1983. Kerja sama keduanya membuat Kramer terkenal pada dekade 1980an.

Bersama Kramer, Van Halen membuat Frankenstrat baru. Basic-nya, gitar itu adalah Kramer Pacer special dengan headstock seperti stick hockey.

Kombinasinya masih mirip, dengan humbucker pada bagian bridge dan satu control untuk volume. Namun, Van Halen bekerja sama dengan Floyd Rose untuk vibrato system.

Nah, keberanian Van Halen melakukan berbagai eksperimen yang membuat gitar model Super Strat semakin populer. Namun, dia merasa masih ada yang kurang.

Apakah itu? Ternyata suara selain dari gitarnya. Pada awal kariernya Van Halen seringkali menggunakan Marshall JTM100 dengan satu atau dua kabinet.

Lagi-lagi Van Halen merasa belum puas. Dia pun membawa ampli-nya ke teknisi bernama Jose Arredondo. Sayangnya enggak ada yang tahu modifikasi apa yang dia lakukan.

Menariknya, enggak lama kemudian dia mengganti amplinya. Kali ini dia memakai Laney yang digabungkan dengan Marshall.

Kembali ke gitar, Van Halen berganti ke Music Man pada 1991 dengan mengeluarkan seri Music Man Edward Van Halen Model.

Sayangnya kerja sama keduanya tak bertahan lama. Di pertengahan 1990an Van Halen pindah ke Peavey dan bekerja sama dengan Jim DeCola.

Kerja sama Peavey dan Van Halen berakhir pada 2004. Setelah itu dia bekerja sama dengan Fender untuk membuat brand bernama EVH.

Sepanjang sisa hidupnya, Van Halen menggunakan gitar EVH hasil kerja samanya dengan Fender. Namun dia masih tetap melakukan beberapa modifikasi.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!