Wawancara Eksklusif Reney Scaller: Mempermudah Setup Sulit demi Live yang Ideal

by Tyo Harsono on Sep 13, 2021

Berkarya bersama pasangan bukan hal baru. Demikian pula di Indonesia yang memiliki pasangan Scaller yang digawangi Rene Karamoy dan Stella Gareth.

Berdiri sejak dekade 2010an, duo ini meramaikan industri musik tanah air. Mengusung musik yang tidak terlalu keras maupun ringan, mereka menawarkan hal baru. Gak tanggung-tanggung salah satu lagu mereka yang berjudul Chaos & Order proses mastering dibantu oleh Brian Lucey, seorang mastering engineer yang pernah menangani lagu-lagu karya musisi Internasional, seperti Arctic Monkeys, The Black Keys, dan Chet Faker. 

Dalam band tersebut, Reney bertugas sebagai gitaris. Mengusung musik yang berada di tengah-tengah, tentu tidak mudah untuk Scaller.

Reney sendiri tampil dengan gitar plus rangkaian efeknya. Layaknya seorang gitaris pasti mencoba berbagai macam setup efek dan saat ini Reney sudah menemukan setup yang paling nyaman untuk kebutuhan live & recording.

Dengan musik yang mereka usung, tugas Reney sebagai gitaris tentu tidak mudah. Pasalnya dia perlu meng-cover berbagai sound di tengah keterbatasan anggota.

Nah, kebetulan Smosyu Music mendapat kesempatan untuk ngobrol santai dengan Reney ngebahas setup gitar dan efeknya. Seperti apa obrolan kami? Simak di bawah ini!

Halo Reney, boleh tahu gitar yang lo pakai sekarang?

Gitar yang gue pakai sekarang Fender Starcaster Classic upgrade Mojotone Wide Range Humbucker. Terus gitar lain Fender American Deluxe Telecaster.

Kalau isi pedalboard lo?

Nah ini isi pedalboard gw

Ok menarik nih, routingnya gimana tuh Ren??

Dari gitar ke MJM London Fuzz, lalu EP Booster masuk ke input Line 6 HX FX. Untuk POG dan Digitech Digidelay masuk ke FX loop 1 HX FX. Digi delay cuma gue pakai mode lopper aja sebagai Stutter.

Nobels Overdrive sama EQD Bit Commander masuk ke FX loop 2 HX FX. Output dari HF FX ke Strymon Timeline dan Strymon Big Sky. Terus masuk input Orange Rocker 32.

Kalau HX FX lo pakai efek apanya? Terus kenapa POG, Digitech, Nobels, Bit Commander, lo masukkan ke FX Loop HX?

Kalau di HX FX nya, biasanya modulasi (phaser, chorus, trem). Salah satu alasan gue pakai HX FX karena ada fitur MIDI-nya. Gue pake buat kontrol preset Timeline dan Big Sky.

Selain itu fitur snapshot-nya mempermudah untuk live set. Jadi setiap lagu udah ada preset gue sendiri.

Nobels Overdrive tetap enak masuk ke FX Loop?

Di kuping gue sih enak saja hehehe. Gue enggak menyalakan fitur bufered bypass-nya.

Berarti di setup lo, HX FX bisa pakai efek plus fitur MIDI-nya? Bisa berbarengan juga?

Iya betul. Setelah gonta-ganti setup berulang kali, so far ini sih yang bisa mengkomodir kebutuhan live dan rekaman.

Berarti membantu sekali ya HX FX ini?

Membantu sekali, praktis. Jadi solusi yang tidak terlalu mahal juga sih.

Kalau Orange lo pakai clean channel saja atau ambil drive dari situ juga?

Nah, jadi ampli si ampli Orange Rocker  ini ada clean channel nya tapi gak gue pake. Gue cuma pake drive channel dengan setup gain minim. Karena gue suka basic tone yang edge of break up. Gue maunya seperti itu.

Mau tanya, switch Strymon fungsinya buat apa? Apa bedanya dengan kontrol yang dari HX FX?

Kalau multi switch digunakan untuk kontrol looper Timeline. Jadi, gue selalu bisa pakai mode looper timeline disemua preset.

Lo pakai satu channel todong doang ya berarti?

Seringnya satu channel saja kalau buat live. Kalau di panggung yang agak besar, gue bawa satu ampli lagi, Vox AC30.

Kalau mic pakai apa lo?

Mic yang dipakai Beyerdynamic TG 88 dan Sennheiser E906.

Oh iya, urutan kabel MIDI dari HX ke Timeline dan Big Sky bagaimana ya?

Urutannya MIDI Out dari HX FX ke MIDI In di Timeline. Lalu daisy chain dari timeline ke Big Sky. Jadi command dari HX FX bisa ke Timeline dan Big Sky. 

Okay Reney, Thanks yaudah mau share gear yang lo pake. Pastinya ini berguna banget buat referensi temen-temen yang mau bikin setup gear nya. Sukses terus broo

Sama-sama.