Menjadi Maskulin-Feminim Ala Cigarettes After Sex

by Tyo Harsono on Sep 8, 2021

Konsistensi merupakan kunci kesuksesan. Siapa sangka kesabaran menunggu selama hampir satu dekade, musik Cigarettes After Sex (CAS) akhirnya bisa diterima khalayak luas.

CAS sudah berdiri sejak 2008 lalu. Vokalis Greg Gonzalez membentuknya di El Paso, Texas, Amerika Serikat.

Sejak awal kemunculannya, CAS mengusung musik yang nantinya disebut sebagai dream pop. Musik-musik CAS sering disebut memiliki nuansa seperti mimpi.

Sekarang sih nama CAS sudah terdengar di mana-mana. Namun pada awal kemunculannya, mereka enggak langsung diterima juga loh.

CAS ini awalnya band kampus. Gonzalez dan kawan-kawan berkuliah di University of Texas. Di sanalah mereka mengawali karier.

Kesuksesan CAS memang enggak bisa dilepaskan dari University of Texas. Bahkan, EP pertama mereka juga direkam di kampus tersebut.

Gonzalez pernah bercerita, EP itu direkam secara tidak sengaja, "ini adalah sebuah insiden, mirip seperti sebuah eksperimen sebetulnya.

EP pertama CAS berjudul I. Dari situ awal kesuksesan mereka mulai terlihat, tepatnya lewat lagu Nothing's Gonna Hurt You Baby.

Menariknya, Nothing's Gonna Hurt You Baby juga tak langsung menuai sukses. Di sini keajaiban algoritma YouTube terjadi.

Nothing's Gonna Hurt You Baby sering muncul di rekomendasi YouTube. Nah, dari situ semakin banyak yang mengenal lagu itu dan tentu saja CAS.

Meski demikian, para anggota CAS tak langsung menyadari kesuksesan mereka. Mereka malah merasa gagal dan pindah ke Brooklyn, New York.

Di sana CAS merekam single berjudul Affection. Lagu tesebut dirilis pada 2015 bersama dengan cover Keep On Loving You milik REO Speedwagon.

Setelah itu lah baru permintaan untuk mengundang CAS tampil di berbagai acara mulai datang. Awalnya hanya Amerika Serikat saja.

Akan tetapi dengan semakin besarnya nama mereka, permintaan mengundang CAS datang dari berbagai negara. Mereka pun menjalani tur ke Asia dan Eropa.

Hasilnya CAS pun berani mengeluarkan debut album mereka pada 2017. Gonzalez dan kawan-kawan mengusung judul sesuai nama band-nya.

Dua tahun berselang, album kedua dirilis. Menariknya terdapat lagu Falling in Love yang butuh dua tahun untuk ditulis.

Gonzalez sendiri mempersembahkan lagu tersebut untuk kekasihnya, Nour Petite. Nah part Falling in Love sendiri ditulis secara mencicil.

Lagu itu Gonzalez tulis di tengah kesibukan tur. Sebenarnya dia sempat mengaku kesulitan menyelesaikannya karena jauh dari sang kekasih.

Beruntung, tak lama kemudian saat sesi rekaman berlangsung dan Nour ada di sana, inspirasi Gonzalez mengalir. Selesailah Falling in Love.

Secara tidak langsung, keunikan Gonzalez adalah kunci sukses CAS. Karya-karya nya romantis dalam cara yang tidak biasa dengan alunan gitar sederhana.

Selain itu, Gonzalez berani mengeluarkan sisi maskulin dan feminimnya secara bersamaan. Lagu-lagu karyanya menunjukkan kedua sisi tanpa malu-malu.

Pendengar seolah diberi pilihan untuk mendengarkan CAS dengan cara yang mereka inginkan. Mau sambil rebahan? Bisa. Ingin berdansa? Boleh juga dong.

Hal tersebut yang membuat CAS mudah dicintai. Mereka membuat keintiman dengan pendengar melalui karya-karyanya.

Seperti namanya, Cigarettes After Sex memang memberikan rasa aman untuk terus di ranjang. Namun, kamu enggak akan pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini! Mau lihat aksi Cigarettes After Sex? Klik link ini!