Fender dan Pengaruhnya dalam Kebangkitan Gretsch Pasca Mati Suri

by Tyo Harsono on Sep 15, 2021

Sempat menjadi raksasa di industri gitar, Gretsch pernah mati suri. Nah, seperti apa peran Fender dalam kebangkitan Gretsch.

Gretsch sendiri didirikan pada 1883 oleh imigran asal Jerman, Friedrich Gretsch. Awalnya mereka membuat tamborin dan drum.

Berawal dari sana, bisnis Gretsch mulai meroket setelah pergantian abad. Mereka sampai memiliki gedung sendiri pada 1903.

Hebatnya, hanya dalam waktu 13 tahun, Gretsch sudah punya empat gedung sendiri. Nah, mereka sendiri mulai membuat gitar pada dekade 1930an.

Dari situ nama Gretsch mulai menjadi raksasa di titik gitar. Sayangnya Perang Dunia II membuat penerus perusahaan itu harus mengikuti perang.

Setelah Perang Dunia, nama Gretsch mulai meroket. Berbagai produk top seperti White Falcon dan Signature Chet Atkins membuat Gretsch semakin dikenal.

Sayangnya berbagai krisis membuat anak keturunan Gretsch terpaksa menjual produknya ke Baldwin pada 1965. Di sini penurunan mereka mulai terasa.

Baldwin gagal membuat Gretsch populer di dunia gitar saat itu. Setelah berbagai usaha mereka lakukan, akhirnya Baldwin menyerah.

Pada akhir dekade 1970an, Baldwin memutuskan berhenti memproduksi gitar Gretsch. Baru pada 1982 Charlie Roy membeli lisensi Gretsch dari Baldwin.

Awalnya Charlie hanya menjual sisa stok Gretsch sampai akhir 1983. Namun, Baldwin mengambil alih lisensi tersebut.

Tak berjalan lama karena Baldwin bangkrut pada 1984. Di sini, awalnya mereka menawarkan lisensi Gretsch kepada Fender. Namun saat itu Fender menolaknya.

Akhirnya justru keturunan Gretsch yang membelinya kembali pada 1985. Namun produksi gitar baru tidak mereka lakukan sampai 1989.

Meski bangkit, Gretsch belum bisa kembali seperti era kejayaan mereka. Semua berubah pada 2002 saat memutuskan bekerja sama dengan FMIC (Fender Musical Instrument Corporation).

Mulai dekade 2000an nama Gretsch mulai kembali diperhitungkan. Perlahan tapi pasti, nama Gretsch mulai diperhitungkan kembali di industri gitar.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!