Bikin Banyak Gitar Legendaris, Leo Fender Enggak Bisa Main Gitar

by Tyo Harsono on Sep 20, 2021

Banyak yang sepakat kalau Leo Fender adalah Bapak Instrumen Berdawai Modern. Namun, tahu enggak? Leo enggak bisa main gitar loh!

Leo lahir di Anaheim, California dengan nama Clarence Leonidas Fender pada 10 Agustus 1909. Kedua orang tuanya adalah pemilik perkebunan jeruk di California.

Perkenalan Leo dengan dunia musik dimulai pada usia delapan tahun. Kala itu dia menderita tumor di bagian mata kiri sehingga membuatnya menggunakan mata palsu.

Selama masa pemulihan dari penyakit tersebut dia mulai memainkan alat musik. Awalnya piano, sebelum pindah ke saxophone.

Menariknya ketertarikan Leo dengan alat musik tidak bertahan lama. Pasalnya dia lebih tertarik dengan dunia elektronik.

Sejak usia 13 tahun Leo sering mengutak-atik radio. Bahkan dia sampai mendatangi pabrik radio milik pamannya di Santa Maria, California.

Menariknya Leo tidak berkuliah di bidang elektronik atau desain. Dia justru memilih jurusan akuntansi meski terus belajar mengenai radio.

Menjelang Perang Dunia II, Leo menikah dengan Esther Klosky. Keduanya membuka toko reparasi radio bernama Fender Radio Service.

Di sini sebenarnya perjalanan Leo dimulai. Hal itu karena mulai banyak musisi yang mendatanginya untuk mereparasi ampilifier mereka.

Dasarnya senang mengutak-atik, dia mempelajari bagaimana ampilifier itu bekerja. Nah, selama PD II ini dia bertemu dengan Clayton Kauffman.

Kauffman tadinya bekerja untuk Rickenbacker. Namun setelah berjumpa dengan Leo, mereka membuat perusahaan berdua yang memproduksi lap steel guitar.

Sayangnya kerja sama kedua belah pihak tidak bertahan lama. Kauffman dan Leo berpisah pada 1947. Sejak saat itu lah Leo mulai fokus mengembangkan gitar elektrik.

Kala itu pilihan gitar elektrik di pasaran tidak banyak. Leo melihat potensi pasar di sana. Pada 1948, prototype pertamanya selesai.

Keinginan Leo adalah membuat gitar yang nyaman dan tidak menghasilkan feedback. Setelah melakukan penyempurnaan, lahirlah Esquire dan Broadcaster (yang nantinya berubah nama menjadi Telecaster).

Evolusi-evolusi terus Leo lakukan. Selain Esquire dan Telecaster, dia menelurkan berbagai gitar baru seperti Stratocaster, Jazzmaster, dan Jaguar.

Sayangnya Leo mengalami masalah kesehatan pada akhir 1950an. Kondisi tersebut membuatnya menjual Fender ke CBS pada 1965.

Selama lima tahun, Leo tidak boleh membuat perusahaan baru dan menjadi konsultan di Fender. Penyakitnya pun sembuh tak lama berselang.

Ketika klausul dengan Fender berakhir, Leo rupanya gemas ingin menghasilkan karya baru. Dia bergabung dengan perusahaan baru bernama Tri-Sonix.

Akan tetapi Leo langsung mengganti namanya menjadi Music Man. Bersama Music Man, dia langsung mengeluarkan bass yang menjadi sorotan, StingRay.

Sayangnya tekanan di Music Man cukup besar. Apalagi penjualan gitar-gitar rilisan mereka saat itu tidak seberhasil StingRay.

Alhasil Leo pun berpisah dengan Music Man pada 1979. Hanya butuh dua tahun, dia yang enggak bisa diam pun memutuskan membuat perusahaan baru.

Leo bertemu dengan kawan lamanya, George Fullerton. Keduanya pun membuat G&L Musical Products (George & Leo).

Menjelang akhir hayatnya, Leo mulai menderita stroke ringan. Namun, kecintaannya terhadap alat musik terutama gitar tidak surut.

Bahkan ketika menderita penyakit parkinson pun hasratnya tidak hilang. Sampai akhirnya Leo pun meninggal dunia pada 21 Maret 1991.

Sampai meninggal dunia, Leo tidak pernah merasakan gitar buatannya. Pasalnya dia memang tidak bisa memainkan alat musik tersebut.

Akan tetapi rasa cintanya terhadap gitar enggak perlu diragukan. Terima kasih atas kontribusimu untuk dunia gitar, Leo Fender.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!