Wawancara Eksklusif Rey KPR: Penggila SG dan Dirt Sound

by Tyo Harsono on Aug 6, 2021

Berasal dari Jakarta, Kelompok Penerbang Roket (disingkat KPR) sudah berdiri sejak 2011. Band ini punya tiga personel.

Ketiga personel mereka adalah John Paul Patton (bass, vokal), Rey Marshall (gitar), dan Igusti Vikranta (drum). Nah, namanya yang unik ternyata terinspirasi dari lagu klasik Indonesia.

Mereka memilih nama KPR karena lagu milik Duo Kribo yang berjudul Mencarter Roket. Perjalanan musik KPR menanjak berkat aksi panggung gokil mereka.


Mengusung musik rock ala 1970an tentu bukan perkara mudah. Namun KPR sudah berhasil menelurkan tiga album berjudul Teriakan Bocah (2015), HAAI (2015), dan Galaksi Palapa (2018).

Berdasar dari keinginan membangkitkan musik rock Indonesia, KPR punya misi yang enggak mudah. Kiblat mereka jelas, musisi rock 1970an.

Nah, apa yang identik dengan musisi rock 1970an? Gibson SG serta dirt sound yang bisa didapat dari ampli atau pedal.

Terbayang dong, ketika Smosyu Music mendapat kesempatan ngobrol dengan Rey, pasti dirt sound dan SG pastinya enggak lepas dari obrolan.

Nah, mau tahu seperti apa obrolan Smosyu Music dan Rey KPR? Simak wawancara eksklusif kami dengan Rey Marshall-nya KPR di bawah ini!

Halo Rey, boleh tahu rig yang lo pakai saat ini enggak?


Kalau gitar gue pakai Gibson SG 68. Nah gue pakai wireless Shure PGX4. Dari situ masuk ke polytune dan Bogner Burnley.

Nah kemudian lanjut ke Solasound Tonebender, Fulltone Octafuzz, Crybaby 535q, terus EHX Neo Clone. Lalu Boss Space Echo, Boss Phaser PH-1, dan Orange Thunderverb 100.

Berarti lo pakai dua fuzz ya?

Iya, Octafuzz biar nge-boost kalau solo saja sih.

Dari Orange lo ambil clean saja atau drive juga?

Clean saja.

Oke, berarti distortion dari pedal semua ya?

Kadang kalau bosan gue pakai drive ampli sih. Tetapi crew gue Tapi crew gw kasihan, soalnya kalo pake drive amp, modulasi gw masukin send return hahaha. Jadi kalau sekarang iya (distortion dari pedal semua).

Distorsi utama lo dari Bogner Burnley berarti kan? Atau lebih sering pakai fuzz?

Salah satu saja sih, tergantung suasana hati. Cuma gue taruh dua saja. Kadang kalau ketemu cabinet yang kurang bagus, fuzz jadi kampret sound-nya. Jadi biar aman gue bawa distorsi juga.

Kalau todong lo pakai mic apa?

Oiya, mic todong (Shure SM)57. Kalau vokal pakai BeyerDynamic TGV70.

Berarti biasanya lo satu channel todong saja?

Tetep pakai DI (box) sih, backup saja). DI gue pakai punya panggung biasa.

Kalau gitar backup lo apa Rey?


Backup gue Gibson SG Reissue 62. Sama ada Firebird juga kalau bosan SG hahaha. Namun gue lupa ini seri apa.

Oke deh Rey, terima kasih sudah mau sharing ya

Sama-sama.

Mau lihat penampilan live Kelompok Penerbang Roket? Klik gambar di bawah ini!