Taylor Guitars: Gitar Akustik Mendunia yang Berawal dari Mimpi Bocah Remaja

by Tyo Harsono on Aug 18, 2021

Apa yang kamu lakukan ketika berusia 18 tahun. Main mungkin? Atau bersiap memasuki kuliah? Atau lagi sibuk-sibuknya nge-band?

Hal-hal di atas wajar dilakukan oleh anak-anak usia 18 tahun. Namun, jawaban agak berbeda kamu temui kalau menanyakannya ke Bob Taylor.

Ketika teman-teman seusianya sibuk nge-band, Bob ada di garasi pembuatan gitar milik Sam Radding. Bob muda belajar bersama Kurt Listug di garasi bernama American Dream itu.

Dua tahun berselang, Radding ingin menutup bisnisnya. Di sinilah Bob yang masih berusia 20 tahun membelinya dengan patungan bersama Listug dan rekan mereka Steve Schemmer.

Ketiganya mengubah nama American Dream menjadi Westland Music Company. Namun, mereka merasa perlu nama yang lebih sederhana untuk produknya.

Akhirnya nama belakang Bob, Taylor yang dipilih. Alasannya sederhana, Taylor adalah nama yang paling Amerika banget ketimbang ketiga rekannya.

Akhirnya mereka pun membagi-bagi tugas. Bob bertugas men-desain gitar dan mengatur semua urusan produksi. Sementara itu Listug berguas di bagian pemasaran.

Meski kini terkenal sebagai market leader di gitar akustik, Taylor pernah masuk ke masa-masa sulit. Tepatnya mulai akhir 1970an.

Sampai akhirnya pada 1981 Bob dan Listug memutuskan mengajukan pinjaman ke bank. Dana pinjaman itu mereka gunakan untuk membeli alat-alat produksi.

Keputusan yang tepat, perlahan namun pasti nama Taylor mulai dikenal. Puncaknya pada 1995, ketika mereka melakukan inovasi menarik.

Bob mulai memakai kayu-kayu eksotis untuk produksi gitarnya. Saat itu dia merasa kualitas kayu lebih penting dari teknik pembuatan dan desain.

Akhirnya eksperimen pun dilakukan. Lima tahun berselang, Taylor merilis gitar edisi terbatas yang menggunakan kayu pallet dan digemari oleh kolektor.

Inovasi lain yang mereka lakukan adalah membuat neck dengan teknik baru dengan nama NT mulai 1999. Teknik tersebut membuat gitar buat Taylor tidak perlu melakukan neck reset terlalu sering.

Selain itu Taylor memiliki pickup sendiri yang mereka beri nama Expression System sejak 2004. Terdapat pickup yang ada di bagian ujung neck.

Segala inovasi yang mereka lakukan membuat gitar-gitar buatan Taylor memiliki suara yang hampir sempurna. Mereka dianggap mampu mengeluarkan potensi terbaik dari gitar akustiknya.

Hebatnya inovasi Taylor tak hanya mereka lakukan dari segi produk. Pada segi bisnis pun, Taylor mampu memiliki inovasi baru.

Per 12 Januari 2021, kepemilikan Taylor diberikan kepada orang-orang yang bekerja di sana. Mereka melakukannya melalui program ESOP.

Dengan memberikan kepemilikan perusahaan kepada pekerjanya, kedua belah pihak diuntungkan. Dari segi pekerja, mereka mendapat keuntungan pasca pensiun.

Sementara itu, Taylor bisa memastikan kualitas gitar buatan mereka. Tentu dengan rasa memiliki, para pekerja bisa lebih serius dalam memproduksi gitar.

Sejumlah gitaris ternama pernah dan masih menggunakan gitar buatan Taylor. Termasuk di antaranya Taylor Swift
Jason Mraz

Tori Kelly

Jacob Collier

Shawn Mendes

Mau punya gitar Taylor? Klik link ini

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!