Keane yang Sudah Enggak Malu-malu Lagi Bermain Gitar

by Tyo Harsono on Aug 25, 2021

Kemunculan Keane pada dekade 2000an memantik kontroversi dari anak band saat itu. Alasannya? Mereka enggak pakai gitar atau bass!

Sekarang sih, band tanpa gitaris hal yang sudah biasa. Namun hampir dua dekade lalu? Bukan sesuatu yang lazim.

Beberapa gitaris bahkan sempat mengecam Keane. Termasuk di antaranya gitaris Oasis Noel Gallagher yang sebenarnya idola anggota Keane.

Jadi Keane sebenarnya sudah berdiri sejak 1995. Saat itu mereka bernama The Lotus Eaters dengan memiliki Dominic Scott sebagai gitaris.

Sayangnya Keane enggak laku-laku. Sampai akhirnya karena kurang sukses secara finansial dan ribut dengandnegan Tim Rice-Oxley, yang merupakan keyboardist sekaligus pemain bass Keane saat itu, Scott pun hengkang.

Kepergian Scott yang akhirnya membuat Keane memutuskan enggak mencari gitaris baru. Tom Chaplin mencoba hal baru, enggak memakai gitar.

Rupanya keputusan tersebut membuat Keane malah meledak. Album Hopes and Fears yang rilis pada 2004 menjadi roket yang meluncurkan Keane.

Tembang Somewhere Only We Know dan Everybody's Changing meledak saat itu. Album tersebut membuat mereka memenangi Brit Awards tahun berikutnya.

Sukses dengan Hopes and Fears rupanya enggak membuat Keane puas. Beberapa bulan setelah memenangi Brit Awards, mereka mulai rekaman album keduanya.

Judulnya Under the Iron Sea. Pada album keduanya, Keane mengandalkan Is It Any Wonder? yang lagi-lagi juga meledak.

Nah setelah Under the Iron Sea inilah Keane perlahan mulai bergeser. Niatan melanjutkan band tanpa gitar perlahan mulai luntur.

Dalam sebuah wawancara, Chaplin pernah berkata ingin membuat musik yang lebih organik. Namun, dia mengaku masih belum mau menggunakan gitar saat itu.

Rupanya di album ketiga mereka, Perfect Symmetry, Keane mulai berani memainkan gitar. Jesse Quin ditunjuk untuk memainkan bass dan gitar.

Hebatnya, meski mulai meninggalkan cita-cita lamanya, Keane tetap sukses. Perfect Symmetry menjadi album nomor satu di Inggris Raya pada 2008.

Nah sejak saat itu lah Tom Chaplin memegang peranan baru. Selain menjadi vokalis dan keyboardis, Chaplin kini juga memegang gitar.

Awalnya memang hanya gitar akustik. Sebelum akhirnya perlahan dia memainkan gitar listrik dalam beberapa kesempatan.

Sementara itu Quin yang tadinya hanya menjadi tenaga bantuan, mendapat status sebagai anggota resmi. Tepatnya mulai 2011.

Keane pun mengeluarkan dua album setelah Quin bergabung. Pertama adalah Strangeland lalu Cause and Effect yang mereka rilis setelah sempat hiatus.

Kedua album tersebut memang tidak sesukses album mereka sebelumnya. Namun, Keane tetap memiliki fans yang masif di seluruh dunia.

Meski kini sudah menggunakan gitar, Keane sempat menjadi bukti, berkarya tidak perlu menunggu satu atau lain hal.

Seperti alat musik mainan yang kami bahas beberapa waktu lalu di sini, dengan keterbatasan justru bisa menghasilkan karya yang unik.

Enggak mau ketinggalan aksi Keane menampilkan lagu-lagu andalan mereka? Klik link ini dan banner di bawah ini!