Apa Ini? Jenis Pedal Baru yang Enggak Butuh... Gitar?

by Tyo Harsono on Aug 27, 2021

Delay, reverb, fuzz, chorus, dan lain-lain. Banyak banget jenis efek gitar. Hal itu membuat kita semua sering bertanya-tanya, apa lagi selanjutnya?

Mungkin banyak yang menganggap multi effect adalah evolusi lanjutan dari pedal tersebut. Namun, multi effect hanya menggabungkan beberapa efek menjadi satu.

Ya modelan efek seperti Line 6 HX Effect atau Boss GT-1000 sudah lama muncul. Lalu kemudian muncul multi effect yanf ditambah modeler.

Seperti misalnya Line 6 Helix atau Kemper. Tetapi lagi-lagi sebenarnya enggak ada yang baru selain menambah amp/cab simulator ke multi effect.

Nah, kini mungkin jawaban dari evolusi efek gitar mulai terjawab. Beberapa tahun belakangan, mulai muncul efek yang juga... instrumen.

Tentu saja di sini kami bukan membahas gitar yang punya built in effect, melainkan pedal yang bisa "menggambar" instrumen. Loh, maksudnya bagaimana? Sabar, sabar.

Jadi, beberapa tahun belakangan, muncul efek yang juga memiliki MIDI controller. Inspirasinya tentu dari digital audio workstation (DAW).

Seperti diketahui, melalui DAW, kita bisa "menggambar" berbagai jenis instrumen. Maksudnya terdapat suara dari instrumen tanpa perlu memainkannya.

Nah, kini teknologi tersebut diadaptasi ke dalam bentuk pedal. Dengan pedal baru tersebut, kita bisa "menggambar" instrumen.

Paling terkenal tentu saja Empress ZOIA. Empress sudah merilis pedal tersebut sejak April 2019 silam.

Dalam keterangan di situsnya, Empress menyebut ZOIA sebagai synthesizer dalam bentuk pedal. Bukan sembarang synth, tetapi modular synth.

Pada ZOIA, terdapat beberapa blok modulasi seperti envelope, filters, reverb, delay, tremolo, dan lain-lain. Artinya, gitaris bisa saja memakainya secara normal.

Akan tetapi, buat apa membeli ZOIA mahal-mahal kalau memakainya secara "biasa saja". Toh efek tersebut punya kelebihan tersendiri.

ZOIA punya oscillator sendiri yang bisa dipakai untuk menghasilkan suara. Dengan menggunakan MIDI controller pun, sudah cukup menghasilkan suara apa pun.

Artinya pengguna ZOIA enggak perlu gitar untuk tampil di hadapan publik. Toh keberadaan oscillator di sana sudah cukup untuk kebutuhan kita.

Meski demikian, ZOIA bukan satu-satunya efek sejenis. Setidaknya ada dua efek yang cukup mirip dengan mereka, yaitu Poly Beebo dan Mod Devices Mod Dwarf.

Bedanya, Beebo dan Mod Dwarf tidak punya pad fisik untuk menggambar musik. Melainkan penggunaan digital yang ada di dalam pedal.

Jadi, bisa dibilang sebenarnya jenis efek ini adalah gabungan antara MIDI Controller dengan multi effect. Dalam beberapa sumber mengenai efek seperti ini, pengguna bahkan diminta untuk melupakan efek secara tradisional.

Hasilnya di media-media musik di luar negeri mulai heboh mengenai, apa sih kategori yang tepat untuk efek seperti ini? Pedal workstations? Atau modular pedal?

Seperti yang pernah kami bahas di sini sebelumnya, mungkinkah perkembangan teknologi akan menggantikan peran alat musik?

Dengan munculnya efek-efek seperti ZOIA dan kawan-kawan, rasanya seperti mewajarkan gitaris tidak bisa memainkan gitar pada masa depan.

Toh dengan pedal macam ini, musisi tidak perlu lagi memainkan gitar. Jadi menurut kalian bagaimana? Apakah pedal jenis ini akan menggantikan alat musik seperti gitar?

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru? Klik banner di bawah ini!