Archive for July 2021

Mark Prendergast: Musisi Jalanan yang Mendunia Bersama Kodaline

by Tyo Harsono on Jul 30, 2021

Kalau saat ini ditanya soal Kodaline, pasti pernah mendengar nama band tersebut. Andai tidak kenal pun, minimal tahu lirik dari lagu All I Want.

Ya, All I Want adalah lagu yang melambungkan nama band asal Irlandia itu. Direkam pada 2012, Kodaline merilisnya satu tahun berselang.

Popularitas All I Want memang dahsyat saat itu. Beberapa film dan serial televisi memakainya sebagai soundtrack.

Sebut saja The Fault in Our Stars (yang memang punya soundtrack luar biasa). Dari serial ada The Royals, Grey's Anatomy, dan The Vampire Diaries.

Meski saat ini mendunia, enggak banyak yang tahu kalau Kodaline memulai karier dari dasar. Bahkan, awalnya mereka adalah musisi jalanan.

Setidaknya bagi vokalis Steve Garrigan dan gitaris Mark Prendergast. Keduanya merupakan tandem 'mengamen' sejak belum membentuk Kodaline.

Di masa itu, Garrigan dan Prendergast sudah punya cita-cita yang tinggi. Padahal mereka hanya latihan di sekolah tak terpakai.

Awalnya Prandergast dan Garrigan memakai nama band 21 Demands. Mereka mulai dikenal di Irlandia setelah mengikuti ajang pencarian bakat.

Sayangnya nama 21 Demands kurang menjual sampai akhirnya mengganti nama menjadi Kodaline. Dari situ peruntungan Prendergast berubah.

Dari yang awalnya musisi jalanan dengan mimpi besar, Prandergest mencuri perhatian. Album perdana mereka In a Perfect World sukses menelurkan lagu-lagu hits.

High Hopes, All I Want, Love Like This, dan Pray mencuri perhatian dunia. Pada pertengahan 2010an, nama Kodaline menjelma menjadi salah satu raksasa.

Lucunya, pandemi Covid-19 justru mengingatkan Prandergast terhadap awal kariernya. Dia mengaku sering mendapat karantina dalam proses menuju sukses.

"Saya teringat mengerjakan album pertama Kodaline. Rasanya hampir sama dengan karantina yang kita jalani saat ini," ujar Prendergast setelah Kodaline merilis album baru pada 2020.

"Kami banyak bekerja di studio saat ini, bedanya hanya saat itu banyak berpindah studio. Bisa dalam tujuh hari dalam sepekan kami mengulangi rutinitas yang sama."

"Saat itu kami bekerja sangat keras sampai tidak ada waktu beristirahat atau pulang. Bahkan waktu itu bisa sekadar keluar untuk membeli makanan saja sudah seperti anugerah," Prendergast menambahkan.

Ya kerja keras yang rasanya tidak sia-sia bagi Prendergast. Sekarang, dia menikmati kesuksesan bersama Kodaline.

Oiya, Prendergest juga punya beberapa koleksi gitar saat ini. Namun dia cenderung menggunakan Fender Telecaster atau Gretsch.

Mau nonton aksi Mark Prendergest bersama Kodaline dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


Richie Kotzen, Gitaris Pengembara yang Adaptif

by Tyo Harsono on Jul 28, 2021

Poison, Mr. Big, The Winery Dogs, merupakan nama-nama besar di industri musik rock. Apa persamaan dari ketiga band itu? Richie Kotzen.

Kalau dilihat sekilas, Poison, Mr. Big, dan The Winery Dogs punya style yang berbeda. Hebatnya, Kotzen bisa menyesuaikan diri.

Adaptif, mungkin kata itu yang paling bisa menggambarkan Kotzen sebagai gitaris. Mau main blues? Ayo, hair metal? Bisa.

Kemampuannya untuk beradaptasi dengan genre dan gaya bermain apa pun dia tunjukkan bersama band-band di atas. Bahkan, sejak awal dia sudah seperti bunglon.

Ketika masih muda, Kotzen sangat mengidolakan Kiss. Sejak umur tujuh tahun dia sudah belajar gitar elektrik karena band tesebut.

Dia pun sempat membuat band bernama Arthur's Museum. Namun namanya mulai dikenal saat berusia 19 tahun dan merilis album instrumentalnya, Richie Kotzen.

Hanya dua tahun berselang, Kotzen yang baru berusia 21 tahun diajak bergabung ke Poison. Posisi keduanya sangat berbeda saat itu.

Kotzen masih menjadi gitaris pemula yang menggantikan C.C. DeVille. Sementara itu, Poison adalah salah satu band hair metal ternama.

Sayangnya kebersamaan kedua belah pihak hanya berjalan selama dua tahun. Hal itu lantaran Kotzen ketahuan selingkuh dengan tunangan drummer Poison.

Pasca Poison, Kotzen fokus dengan karier solonya. Sampai kesempatan besar kembali mendatanginya enam tahun berselang.

Kali ini Mr. Big yang terkenal sebagai salah satu band hard rock papan atas sedang mencari gitaris baru. Pasalnya gitaris mereka Paul Gilbert keluar.

Kotzen bergabung dengan Mr. Big sampai band itu bubar pada 2003. Lagi-lagi karier solo menjadi pelarian gitaris yang kini berusia 51 tahun itu.

Meski demikian, hasrat nge-band Kotzen masih besar. Buktinya dia membuat supergroup The Winery Dogs bersama Mike Portnoy (drum, eks Dream Theater) dan Billy Sheehan (bass, Mr. Big, Racer X).

Selain itu dia juga membuat Smith/Kotzen. Kali ini adalah hasil kolaborasinya dengan gitaris Iron Maiden, Adrian Smith.

Berbagai proyek di atas membuktikan kemampuan Kotzen beradaptasi di berbagai genre. Dia sendiri merasa hal itu adalah yang paling penting untuknya.

"Sebagai gitaris, kamu harus bisa bermain solo di semua kunci. Baik mayor mau pun minor. Itu apabila kamu berencana bermain musik," kata Kotzen dalam sebuah wawancara.

"Aku sering melihat di musik hard rock, banyak musisi yang baru bermain enam bulan. Setelah itu mereka dipaksa hanya memainkan satu gaya."

"Aku bukan musisi jazz, tetapi bisa memainkan lick jazz palsu. Aku bukan George Benson. Menurutku, dia adalah gitaris terhebat sepanjang masa," lanjutnya.

Untuk urusan gitar sendiri, Kotzen selalu memakai Fender. Bahkan dia punya dua seri signature, Telecaster dan Stratocaster.

Ciri khas dari gitar Kotzen (baik Tele maupun Strat) adalah di berbagai fiturnya. Kedua gitar punya body dari ash dengan flame maple caps.

Kemudian neck terbuat dari maple yang menjadi satu dengan fretboard-nya. Biasanya gitar-gitar tersebut juga punya pickup DiMarzio Chopper T/DiMarzio Twang King (Tele) dan DiMarzio custom (Strat).

Tertarik memakai gitar signature Kotzen? Klik di sini untuk varian Telecaster dan klik di sini untuk varian Stratocaster.

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


Sempat Bocor, Fender Bakal Keluarkan Adik American Ultra

by Tyo Harsono on Jul 26, 2021

Tiga tahun berlalu sejak Fender merilis American Ultra. Sayangnya belum ada padanan yang sama untuk versi Meksiko seri tersebut.

Padahal Fender selalu membuat seri-seri gitarnya dalam paralel. Sebut saja American Profesional - Player atau American Original - Vintera.

Akan tetapi, kini ada kabar baik untuk pencinta gitar modern Fender. Sempat bocor beberapa waktu lalu mereka bakal merilis Player Plus.

Seri tersebut merupakan paralel dari American Ultra (atau Ultra-Luxe) saat ini. Tentu saja Fender Player Plus akan dibuat di Meksiko.

Pada masa lalu sebenarnya Fender sudah punya seri sejenis. Saat itu mereka menamainya Fender Deluxe untuk gitar modernnya.

Sayangnya perubahan besar-besaran pada 2018 tidak mencakup seri Deluxe. Standard berubah menjadi Player sementara American Standard menjadi American Profesional.

Sekitar empat tahun berselang akhirnya Deluxe tidak lagi menjadi anak tiri. Seri terbaru nampaknya akan terjadi pada Player Plus.

Beberapa waktu lalu, salah satu toko alat musik di Italia sempat mengunggah foto-foto seri Player Plus. Namun sekarang sudah ditake down.

Menurut situs milik Esse Music itu, Player Plus bakal dirilis pada 24 September mendatang. Terdapat masing-masing dua seri gitar dan bass.

Untuk gitar, Fender meluncurkan Stratocaster dengan dua varian. Pertama adalah SSS, lalu HSS. Semua memiliki neck dari maple dan fretboard maple atau pau ferro.

Neck akan memiliki profil modern C dengan 22 fret dan 12 fretboard radius. Sementara itu body terbuat dari alder.

Untuk seri SSS, terdapat tiga noiseless pickup dengan push-pull pot di tone control. Fungsinya adalah untuk menggabungkan pickup neck dengan bridge atau menyalakan ketiga pickup.

Sementara untuk varian HSS, terdapat shawbucker pada bagian bridge. Ada juga push-pull di tone control dengan funsi untuk coil split.

Lalu untuk Telecaster sendiri terdapat dua varian juga. Pertama adalah standard, lalu Nashville Telecaster. Semua menggunakan noiseless pickup dan spesifikasi sama dengan Strat.

Kalau Tele standard praktis tidak ada yang berbeda selain noiseless, Nashville ada beberapa perbedaan. Termasuk di antaranya adalah adanya pickup middle.

Seri Nashville juga memiliki five way switch seperti Strat. Bahkan middle pickupnya juga berasal dari middle pickup milik strat.

Bagi bassist, Player Plus sendiri seolah menjawab keresahan tak adanya bass active Fender seri Meksiko. Precision dan Jazz Bass player plus memiliki active preamp.

Terdapat beberapa kontrol boost/cut pada bass seri Player Plus. Yaitu, volume, pan, treble, midrange, dan bass.

Semua bass seri Player Plus menggunakan HiMass bridge dan noiseless pickup. Yang unik mungkin di seri Precision, di mana Fender memberikan pickup noiseless Jazz Bass di bridge.

Rasanya enggak sabar menunggu seri terbaru keluaran Fender ini. Siapa sih yang enggak mau mainin gitar buatan Fender dengan spesifikasi modern?

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


Fender Stratocaster American Original 50s Rasa Klasik Tanpa Harus Jual Rumah

by Tyo Harsono on Jul 23, 2021

Hampir semua pencinta gitar pasti memimpikan punya gitar Fender klasik keluaran tahun 1950an. Namun, bukan rahasia kalau harganya bisa setara dengan satu unit rumah.

Mengutip dari situs Reverb.com, untuk Fender Stratocaster buatan tahun 1959 harga termurah adalah 19 ribu dolar (kurang lebih Rp. 2,754 miliar)!

Beruntung bagi pencinta gitar spesifikasi klasik, Fender punya solusi. Seri American Original adalah obat Fender untuk yang enggak punya budget sebanyak itu.

"Orisinalitas menolak untuk mencari sesuatu yang lebih baik. Dibuat dengan part sesuai sejarah Fender, kini hidup dalam seri American Original," tulis Fender pada situsnya.

"Versi dari dekade terbaik untuk instrumen paling ikonik kami. Dibuat dengan profil fingerboard modern yang dipadu dengan fret vintage."

"Detail lain membuat gitar ini tetap menarik dimainkan oleh musisi pada era modern," Fender melanjutkan.

Salah satu seri American Original adalah 50's Stratocaster. Telah rilis sejak 1954, berbagai perubahan telah terjadi untuk Strat.

Strat 50's memiliki 21 fret tinggi yang sesuai ddengan spesifikasi tahun itu. Namun neck-nya memiliki upgrade menjadi lebih modern dengan tipe soft V.

Pada bagian body sendiri menggunakan dua potongan kayu Alder. Oh iya, satu lagi perubahan yang Fender lakukan adalah memasang 5 way toggle switch alih-alih 3 way seperti era lama.

Perubahan lain adalah knob tone. Apabila pada era itu knob tone kedua untuk mengatur middle pickup, pada rekreasi ini fungsinya untuk mengatur bridge pickup.

Fretboard sendiri menggunakan kayu maple (Fender tidak memakai rosewood sampai 1959 atau 1960). Kemudian dari segi pickup pun dibuat akurat sesuai era 1950an.

Bahkan untuk urusan pickup, Fender memakai teknik konstruksi dan material yang sama seperti 70 tahun silam pada set Pure Vintage '59 Single-Coil Strat.

Bridge dan tuning machines sendiri menggunakan spesifikasi klasik. Pure Vintage 6-Saddle Tremolo untuk bridge dan Pure Vintage Single Line "Fender Deluxe" untuk tuning machines.

Untuk sentuhan finish body pun, kesan vintage tidak Fender tinggalkan. Sebagaimana gitar-gitar buatan tahun 50an, American Original 50's memakai Gloss Nitrocellulose Lacquer sebagai finish gitar.

Dengan finish dari bahan itu, kamu bisa membuat relic alami dengan mudah. Enggak perlu sengaja me-relic gitarmu supaya terlihat tua.

Segala perpaduan di atas membuat Fender American Original 50's Stratocaster menghadirkan suara yang luar biasa. Karakter vintage masih tetap ada meski digunakan untuk musik modern.

Menurut penulis, satu-satunya kekurangan gitar ini hanya akses ke truss rod-nya. Kamu harus mencopot neck dari body terlebih dulu kalau mau mengatur truss rod-nya. Namun memang begitu Strat seri vintage, Fender masih mempertahankan keotentikan gitar dekade 50an. Kecuali radius fretboard-nya yang sekarang dibuat menjadi 9,5.

Nah ini adalah perkara baru di seri vintage Fender. Sebelum American Original, Fender sempat punya seri vintage dalam nama American Vintage Re-Issue (AVRI). Kalau seri AVRI yang sekarang sudah tidak diproduksi karena digantikan oleh American Original, memiliki radius fretboard yang tetap 7,25.

Selain itu harganya juga lebih mahal ketimbang Fender lain (terkecuali keluaran custom shop). Namun kalau dibandingkan dengan membeli gitar Fender Vintage yang bisa seharga rumah, tentu ini lebih murah bukan?

Jadi, tunggu apa lagi. Yuk beli gitar vintage impianmu tanpa harus menjual rumah. Cukup membeli Fender American Original Series.

Spesifikasi Fender American Original 50's Stratocaster

  • Colors: Inca Silver, 2-Color Sunburst, White Blonde, Aztec Gold
  • Body: Alder, Gloss Nitrocellulose Lacquer.
  • Neck: Maple, Gloss Nitrocellulose Lacquer, Soft "V", scale 25.5" (648 mm), fingerboard radius 9.5" (241 mm), 21 vintage tall fret, bone nut, nut 1.650" (42 mm), black dot inlay, Vintage-Style Truss Rod.
  • Electronics: Pure Vintage '59 Single-Coil Strat pickups, Master Volume, Tone 1. (Neck Pickup), Tone 2. (Bridge/Middle Pickup), 5-Position Blade: Position 1. Bridge Pickup Position 2. Bridge and Middle Pickup Position 3. Middle Pickup Position 4. Middle and Neck Pickup Position 5. Neck Pickup.
  • Hardware: Pure Vintage 6-Saddle Synchronized Tremolo bridge, Pure Vintage Single Line "Fender Deluxe" tuning machines, 1-ply Eggshell Pickguard.

Gitaris sekaligus endorser Fender, Tyler Bryant sudah mendemokan gitar ini di channel youtube Fender, klik gambar dibawah untuk mendengar demo sound nya





Tertarik dengan gitar ini? Klik link ini!

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!


5 Lagu Pop 2010an yang Gitarnya Asik untuk Dikulik

by Tyo Harsono on Jul 21, 2021

Musik pop dekade 2010an sering dianggap sebagai awal kematian gitar. Mulainya banyak musisi yang menggunakan MIDI (Musical Instrument Digital Interface).

Musik EDM merajai awal sampai pertengahan dekade 2010an. Saat itu banyak DJ yang naik daun seperti David Guetta, Tiesto, atau Armin van Buuren.

Meningkatnya minat terhadap musik elektronik membuat ketertarikan terhadap gitar sempat redup. Bahkan sampai Washington Post sempat membuat artikel tentang gitar elektrik yang mati suri.

Akan tetapi, sebenarnya kalu diperhatikan lebih baik, enggak sedikit loh lagu pop 2010an yang punya part gitar asik untuk dikulik.

Lucunya kalau diperhatikan, di dekade sebelumnya banyak part solo gitar sebagai pelengkap lagu. Nah, di lagu-lagu pop dekade 2010an gitar petikan lebih populer.

Di masa PPKM darurat ini, ada baiknya memang tetap di rumah saja karena banyak kegiatan yang bisa kita lakukan. Contohnya? Mempelajari lagu baru di gitar.

Nah, Smosyu Music merangkum lima lagu pop 2010an yang asik untuk dikulik. Apa saja? Cek daftarnya di bawah ini!

1. James Bay - Let It Go

Jagoan gitar asal Inggris, James Bay, melejit berkat album pertamanya, Chaos and the Calm (2015). Pada album itu, Bay menjagokan single Let It Go.

Meski lagu pop, permainan gitar Bay di Let It Go enggak bisa dianggap remeh. Dari awal sampai akhir, dia memainkan petikan di gitarnya.

Apa yang bikin asik untuk dikulik?

Bay memainkan gitar Epiphone Century-nya dengan tuning diturunkan lebih rendah (D-G-C-F-A-d). Intro Let It Go sudah cukup menarik dan familiar oleh kebanyakan orang.

Akan tetapi, bagian paling menarik dari Let It Go adalah solo-nya. Bay membuat part solo yang enggak ribet.

2. the Chainsmokers feat Daya - Don't Let Me Down

Dalam lagu yang dirilis pada 2016 ini, the Chainsmokers berduet dengan penyanyi wanita Daya. Don't Let Me Down sendiri sempat populer saat pertama keluar.

Meski kental dengan nuansa EDM dan trap, Don't Let Me Down punya part gitar yang menarik. Uniknya, awalnya enggak ada part gitar di lagu ini!

Apa yang bikin asik untuk dikulik?

Kalau mendengar lagu ini, di awal kita sudah disuguhi suara gitar yang dipenuhi dengan echo. the Chainsmokers sendiri mengaku merekamnya dengan Fender dan plugin digital.

Kalau kamu punya efek delay/reverb/echo, bisa banget untuk mengulik lagu ini. Perpindahan chord di lagu ini juga cukup menarik dan kita bisa belajar transisi serta tahu kapan harus memainkan gitar dan tidak.

3. Ed Sheeran - One

Bukan rahasia kalau Ed Sheeran dan gitar akustik hal yang enggak terpisahkan. Dalam lagu-lagunya, Sheeran punya banyak lagu dengan petikan menarik.

Kalau disuruh memilih satu lagu Sheeran dengan gitar paling asik dikulik, penulis memilih One. Apalagi kalau kamu sedang mellow, lagu ini rasanya cukup cocok.

Apa yang bikin asik untuk dikulik?

One punya transisi antara petikan dan strumming yang sangat asik. Ketika pada bagian intro sampai awal lagu kita disuguhkan dengan petikan, memasuki tengah ke akhir, permainan strumming Sheeran mendominasi.

Kombinasi petikan dan strumming juga muncul pada bagian pertengahan lagu. One bisa menjadi pilihan tepat untuk dikulik kalau kamu ingin bermain dengan gaya seperti itu.

4. Taylor Swift - We Are Never Ever Getting Back Together

Taylor Swift terkenal sebagai musisi perempuan yang lagu-lagunya punya part gitar asik. Bahkan dia sering memainkan sendiri gitarnya.

Di We Are Never Ever Getting Back Together Swift memang enggak memainkan sendiri gitarnya. Namun lagu ini adalah salah satu yang punya part gitar asik.

Apa yang bikin asik untuk dikulik?

Hampir semua part gitar di lagu ini dimainkan oleh Shellback. Sebenarnya We Are Never Ever Getting Back Together enggak terlalu susah.

Lagu ini bagus untuk belajar mengatur tempo. Pasalnya dengan tempo yang pelan, kamu harus bisa mengatur petikan agar enggak keluar dari ketukan drum.

5. Justin Bieber - Love Yourself

Justin Bieber membuat gebrakan ketika mengeluarkan Love Yourself pada 2015. Banyak yang menganggap lagu ini sebagai pendewasaan Bieber dalam bermusik.

Diciptakan bersama Ed Sheeran, banyak yang mengira Sheeran juga bermain gitar di lagu ini. Sayangnya bukan Sheeran yang bermain gitar di sini (walau bukan Bieber juga sih), melainkan Benny Blanco.

Apa yang bikin asik untuk dikulik?

Walau bukan Sheeran yang bermain gitar di lagu ini, rasa gitaris asal Inggris itu masih terasa kental. Petikan-petikan khas Sheeran mewarnai sepanjang lagu.

Lewat Love Yourself, kamu bisa mengulik cara mute gitar dengan baik. Selain itu petikan dalam lagu ini juga asik untuk dikulik (spoiler, terdengar mudah padahal cukup susah).

Mau nonton berbagai film dan acara musik seru dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik banner di bawah ini!