Steve Vai dan Auditorium Pembuka Mimpi

by Tyo Harsono on Jun 11, 2021

Pandangan mata seorang bocah berusia enam tahun itu terpaku ke seniornya di panggung auditorium. Steven Siro Vai atau yang nantinya lebih dikenal sebagai Steve Vai adalah namanya.

Seniornya yang tiga tahun lebih tua sedang memainkan gitar di auditorium. Perkenalan Vai dengan instrumen berdawai enam itu pun dimulai.

Saat itu, bocah keturunan imigran asal Italia tersebut merasa terpukau dengan seniornya. Dalam pikirannya, suatu saat dia akan memainkan instrumen tersebut.

Butuh waktu enam tahun baginya meyakinkan diri ingin belajar bermain gitar. Gitar solo Jimmy Page pada lagu Heartbreaker-lah yang membuat Vai muda yakin.

Karier Vai sendiri tidak langsung meroket. Awalnya dia hanya menjadi transkiptor untuk Frank Zappa sebelum bergabung dengan band-nya.

Sejak masih muda, Zappa sudah mencium bakat Vai. Hasilnya dia sering memanggil Vai dengan sebutan virtuoso kecil dari Italia.

Setelah itu Vai sempat bergabung dengan banyak band. Namun, namanya mulai meroket ketika bergabung dengan proyek solo David Lee Roth.

Ketika itu dia berkolaborasi dengan Billy Sheehan (yang nantinya terkenal bersama Mr. Big). Nah, ketika bergabung dengan Lee Roth ini yang nantinya menjadi awal mula dari gitar khas-nya.

Vai terkenal dengan Ibanez JEM-nya. Meski masih populer hingga saat ini, siapa sangka proses desain-nya sudah ada sejak 1986.

Sejak awal dia sudah bekerja sama dengan Ibanez untuk pengembangan JEM. Dalam waktu satu tahun, rupanya cukup untuk merilis gitar itu ke pasaran.

Saat pertama dirilis, gitar tersebut memiliki nama Ibanez JEM 777. Sisanya tinggal sejarah. Penggemar gitar tersebut menjamur.

Bahkan, meski usianya belum setua Fender Telecaster atau Gibson Les Paul, Ibanez JEM 777 punya harga premium. Untuk tahun pertamanya, bisa mencapai sekitar 5.000 dolar.

Ada cerita unik di balik alasan adanya pegangan di Ibanez JEM. Rupanya hal itu Vai berikan karena ingin terlihat berbeda.

"Saya tahu semua fitur di gitar ini akan ada di gitar lain. Hasilnya saya mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal," ujar Vai dalam salah satu wawancara.

"Saya berkata beri pegangan di gitar itu. Dengan demikian saya bisa mengayunkannya saat sesi foto atau pengambilan video," lanjutnya.

Bukan hanya JEM saja yang keluar dari kepala Vai. Gitar senar tujuh juga rupanya berawal dari kolaborasinya dengan Ibanez pada 1989.

33 tahun setelah JEM rilis, sayangnya Ibanez memutuskan untuk mengeluarkan seri terbaru. Ibanez PIA merupakan bentuk modernisasi dari JEM.

Nama PIA sendiri berasal dari nama istri Vai, Pia Maiocco. Meski demikian bukan berarti Ibanez JEM tak lagi ada.

Biar bagaimanapun, nama Steve Vai akan identik dengan Ibanez JEM. Sementara itu, Ibanez PIA sendiri adalah bukti jika Vai merupakan gitaris yang adaptif.