Kecelakaan yang Memperkenalkan Kita ke Fuzz

by Tyo Harsono on Jun 9, 2021

Kalau enggak ada kecelakaan kecil sekitar 1945 dulu, mungkin kita enggak akan kenal yang namanya fuzz, atau bahkan dirt effect.

Semua bermula dari eksperimen gitaris swing Junior Barnard. Kala itu, dia menggunakan amplifier kecil dipasangkan dengan gitar humbucker.

Oiya, sekadar info, ampli gitar zaman dulu akan gampang terdistorsi. Kalau volumenya dinaikan, maka suara terdistorsi yang agak kabur bakal muncul.

Nah, Barnard ini justru sengaja mencari suara kayak gitu. Dia mau suara gitar yang memang sedikit 'kotor' sebagai ciri khasnya.

Tapi apa yang Barnard lakukan belum menghasilkan suara fuzz. Baru sekitar 16 tahun kemudian suara fuzz yang kita kenal (dan cintai) lahir ke dunia.

Tahu enggak? Kalau Barnard memang sengaja bereksperimen, penemuan fuzz enggak sengaja. Malah bisa dibilang kecelakaan.

Semua bermula pada awal dekade 1960an. Kala itu Marty Robbins tengah melakukan rekaman untuk single-nya yang berjudul 'Don't Worry'.

Part bass dalam lagu tersebut diisi oleh Grady Martin. Engineer-nya berasal dari Nashville, bernama Glen Snoddy.

Saat proses rekaman, sempat terjadi kerusakan pada channel yang mereka gunakan untuk part bass. Hasilnya suara 'fuzzy' pun muncul dari sana.

Snoddy awalnya berusaha memperbaiki suara dari preamp tabung tersebut. Sayangnya dia tidak berhasil memperbaiki suara hasil kecelakaan itu.

Setelah memperdengarkan beberapa kali, Snoddy dan kliennya sepakat untuk mempertahankan part itu. Bahkan keduanya merasa suara 'fuzz bass' tersebut justru menarik.

Kemudian Snoddy justru mengulik suara dari preamp tersebut. Dia pun bereksperimen sebelum akhirnya menciptakan Maestro Fuzz-tone beberapa tahun berselang.

Ada beberapa versi mengenai fuzz ini sendiri. Rupanya fuzz sudah dicintai oleh beberapa orang, termasuk band The Ventures.

Mereka meminta Orville 'Red' Rhodes untuk merekreasi suara yang ada di 'Don't Worry'. Rupanya hal itu berhasil.

Tak ada yang tahu memang lagu mana yang menggunakan fuzz untuk pertama kali. Namun Keith Richards dengan Gibson Maestro FZ-1 yang membuat efek itu semakin populer.

Sejak saat itu fuzz lain bermunculan. Contohnya Arbiter Fuzz Face yang dipakai oleh Jimi Hendrix atau Carlos Santana dengan Electro Harmonix Big Muff.

Yah seenggaknya sekarang kita sudah lebih beruntung. Terima kasih atas kecelakaan saat rekaman 'Don't Worry', kalau enggak, kita enggak akan mengenal yang namanya efek fuzz.