Germanium atau Silicon Fuzz, Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

by Tyo Harsono on Jun 23, 2021

Buat gitaris atau bassist, perdebatan soal fuzz sering menghiasi perbincangan. Terutama soal germanium atau silicon fuzz, mana yang paling kece?

Pencinta germanium berani bilang cuma bahan itu yang harus menjadi bahan pembuatan fuzz. Sementara lainnya lebih suka silicon. Tetapi ada juga yang suka keduanya.

Pertanyaannya, apa sih sebenernya yang membedakan kedua jenis transistor itu? Sebelum masuk ke fuzz, mari kita bahas dulu soal transistornya.

Banyak yang bilang transistor adalah salah satu penemuan paling penting pada abat ke-20. Banyak barang modern seperti ponsel atau komputer yang memakai bahan itu.

Transistor punya dioda yang terbuat dari silikon atau germanium. Nah, walau sama-sama terbuat dari bahan yang mirip ada bedanya loh.

Mengenal perbedaan germanium dan Silicon

Germanium

Germanium adalah bahan pertama yang digunakan untuk membuat transistor. Awalnya bahan itu banyak dipakai untuk radio sebelum pedal pada dekade 1960an.

Pedal fuzz ternama yang pakai germanium adalah Tone Bender. Bahan itu membuat karakter lebih smooth, warm seperti dari ampli tabung.

Sayangnya germanium punya beberapa masalah. Salah satunya adalah bahan itu sudah langka saat ini. Jadi kalau kamu mau beli pedal fuzz dengan bahan itu, susah mencarinya sekarang.

Selain itu, setiap transistor dengan germanium bisa menghasilkan suara yang berbeda di tiap pedal

Parahnya setiap transistor bisa menghasilkan karakter suara yang berbeda. Selain itu karena mereka punya voltase yang berubah sehingga mengubah tone.

Pedal dengan germanium juga sensitif terhadap temperatur. Kabarnya, pada masa lalu banyak gitaris yang menaruh pedalnya dalam mesin pendingin sebelum rekaman.

Silicon

Sementara itu, silicon adalah pengembangan dari germanium. Mereka dibuat untuk mencari konsistensi dan lebih baik dari berbagai sisi.

Contoh pedal fuzz yang memakai silicon transistor adalah Big Muff Pi. Secara tone, pedal dengan silicon lebih punya karakter suara treble.

Nah mari masuk ke perbedaan keduanya. Pedal yang memakai germanium agak sedikit terdengar kayak overdrive bawaan ampli.

Sementara itu peda dengan silicon mayoritas mengedepankan treble. Perbedaan lain adalah germanium lebih responsif terhadap perubahan volume dan tone dari gitar.

Germanium punya suara yang lebih tebal, gain lebih kecil, dan enggak konsisten. Silicon lebih bright, punya gain lebih tinggi dan cukup konsisten.

Selain itu transistor silicon juga enggak sensitif terhadap temperatur udara. Silicon juga enggak masalah dengan voltase yang terkadang lebih tinggi.

Faktor lain, silicon lebih murah ketimbang germanium. Jadi dengan harga lebih murah, produsen fuzz bisa mendapat keuntungan dan kestabilan lebih besar.

Konklusi

Sebenarnya, transistor hanya satu bagian dari pedal fuzz. Jadi, banyak faktor lain yang sebetulnya memengaruhi karakter si pedal.

Mungkin purist enggak setuju, tapi banyak faktor eksternal maupun internal yang bisa pengaruhi karakter suara sebuah fuzz.

Misalnya dari jenis kayu di gitar, ampli, atau speaker. Bisa saja kamu suka suara germanium di single coil, tetapi enggak suka di humbucker. Atau sebaliknya.

Germanium punya suara yang lebih tebal, gain lebih kecil, dan enggak konsisten. Suaranya sedikit mirip distorsi dari ampli tabung. Silicon lebih bright, punya gain lebih tinggi dan cukup konsisten.

Sebetulnya enggak ada salahnya pakai dua fuzz. Toh lewat fuzz dengan germanium bisa dapat karakter sound 1960an sedangkan fuzz yang punya silicon bisa dapat karakter sound 1970 sampai 1990an.

Nah, menurutmu, mana fuzz yang lebih oke dan cocok untuk kebutuhanmu?

Oya, untuk referensi perbandingan soundnya bisa cek dari video yang kita ambil dari youtube, klik disini

Enggak mau ketinggalan nonton pertandingan EURO 2020 dan dapetin kesempatan memenangi gitar? Klik link ini!