Tonewood 101: Mengenal Jenis Kayu dan Karakter Suaranya

by Tyo Harsono on May 7, 2021

Pencinta gitar pasti akrab dengan kalimat tonewood. Lalu, apa sih sebenarnya tonewood itu? Terus apa bedanya karakter setiap kayu?

Tonewood sendiri sebenarnya adalah kalimat yang biasa digunakan untuk sejumlah jenis kayu. Kayu-kayu yang masuk kategori ini memiliki kemampuan ajaib.

Kayu yang masuk kategori tonewood adalah mereka yang mempunyai karakter suara khusus. Hal itu membuat mereka bagus untuk membuat instrumen musik.

Dalam tonewood sendiri ada dua pembagian umum lagi. Softwood serta hardwood. Nantinya kayu dalam dua kategori tersebut punya fungsi berbeda.

Softwood misalnya, kayu dengan jenis ini biasa digunakan untuk bagian atas gitar. Seperti lapisan untuk mengalirkan getaran dari senar.

Sementara itu, hardwood adalah jenis kayu yang biasa digunakan untuk bagian body. Hal itu karena mereka memiliki karakter lebih kokoh.

Contoh softwood paling terkenal adalah spruce dan basswood. Biasanya spruce digunakan untuk melapisi bagian atas gitar, terutama akustik.

Spruce sendiri memiliki karakter yang cukup ringan. Selain untuk gitar, kayu jenis ini biasa digunakan untuk membuat mandolin, biola, atau piano.

Sementara itu, basswood biasa untuk menggantikan gitar lain untuk bagian body. Tak jarang produsen menggunakan kayu jenis ini pada gitar entry level.

Karakter basswood sendiri membantu untuk mengurangi nada tinggi. Biasanya hal tersebut cukup membantu untuk gitar yang memiliki tremolo.

Sementara itu untuk hardwood, terlalu banyak rasanya untuk ditulis dalam artikel kali ini. Penulis hanya akan mengambil beberapa contoh dari kayu jenis ini.

Mari mengenal maple, mahogani, rosewood, ash, dan alder. Kelima jenis kayu tersebut rasanya cukup untuk perkenalan singkat ke tonewood.

Ketika Leo Fender membuat gitar elektrik untuk pertama kali, maple langsung menjadi pilihan untuk neck. Hasilnya, kini kayu jenis itu menjadi pilihan utama untuk bahan dasar neck.

Maple sendiri memiliki karakter suara yang cerah. Selain itu kayu jenis ini juga bagus untuk sustain. Tak hanya neck, maple juga sering dipakai untuk fingerboard.

Kayu berikutnya adalah yang sempat menimbulkan kehebohan di dunia gitar. Rosewood sempat membuat produsen mencari alternatif.

Alasannya adalah karena aturan CITES. Kini aturan tersebut memang telah berubah, hanya kayu dari Brasil yang dilarang sementara rosewood dari India masih boleh.

Rosewood terkenal untuk fretboard karena karakternya yang cukup gelap dan memiliki resonansi tinggi. Selain itu sempat ada juga gitar dengan body, neck, dan fretboard dari rosewood seperti Fender Telecaster George Harisson signature.

(Mengenai rosewood dan CITES, bisa baca di sini)

Pada masa lalu, ash menjadi pilihan Fender untuk membuat sejumlah gitar. Sayangnya sejak 2020 raksasa gitar asal Amerika Serikat itu memilih untuk tak lagi menggunakan kayu tersebut.

Mirip dengan maple, ash punya karakter suara yang cerah dan punya sustain yang bagus. Menariknya ada ash yang lebih gelap dari jenis lain, swamp ash.

Kayu berikutnya alder punya karakter yang hampir mirip dengan basswood. Namun, alder ini lebih bisa menjaga nada tinggi ketimbang basswood.

Hebatnya, alder masih memberikan ruang untuk nada rendah. Kayu jenis ini sering menjadi pilihan utama untuk membuat gitar atau bass elektrik.

Jadi bagaimana, sudah mengerti sedikit soal tonewood?