Buddy Guy, Kemiskinan, dan Janji dengan Ibunda

by Tyo Harsono on May 12, 2021

Louisiana terkenal sebagai penghasil musisi-musisi blues papan atas. Termasuk di antaranya adalah George Guy yang terkenal dengan nama Buddy Guy.

Sejak kecil hidup Guy sudah keras. Dia harus bekerja memilih katun dengan bayaran hanya 2,5 dolar per 45 kilogram.

Kecintaan terhadap musik sudah terlihat sejak dini. Bahkan saat masih kecil Guy sudah membuat gitar sendiri.

Seperti orang kulit hitam di Amerika Serikat pada umumnya, gitar adalah barang mewah. Saat itu dia membuat instrumen sendiri yang memiliki dua senar.

Rupanya kerja keras Guy membuat orang tuanya luluh. Mereka menghadiahi putranya dengan gitar akustik buatan Harmony.

Mulai pertengahan 1950an, Guy mengadu nasib bersama bandnya. Namun dia sembari bekerja di Universitas Louisiana.

Baru pada 1957 dia memulai rekaman demo. Sayangnya demo buatan Guy tidak mendapat kontrak. Alhasil, dia pun memilih pindah ke Chicago.

Di sana dia mendapat dua pesaing. Pertama adalah Magic Sam, lalu Otish Rush. Ketiganya terpengaruh dengan Muddy Waters.

Karier Guy melonjak setelah mendapat kontrak dari Chess Records. Saat itu dia mendapat tawaran langsung dari pemilik label tersebut, Leonard Chess.

Awalnya Guy hanya menjadi gitaris session untuk artis-artis Chess. Sebut saja Waters, Howlin Wolf, Sonny Boy Williamson, dan lain-lain.

Karier Guy tidak semulus musisi lain. Dia sempat membantu Eric Clapton, Led Zeppelin, sampai Roland Kirk.

Sampai akhirnya musik yang dia keluarkan mulai mendapat penerimaan. Musik keluaran Guy sering mendapat label sebagai Chicago blues.

Banyak musisi top yang akhirnya mengakui kehebatan Guy. Pengakuan juga datang dari produsen gitar terbesar di dunia, Fender.

Sadar bahwa Guy identik dengan Stratocaster, Fender pun menawarinya untuk bekerja sama. Hasilnya, Fender Stratocaster Buddy Guy Signature pun lahir.

Fender mulai merilis gitar tersebut mulai 1995. Mengenai pemilihan polkadot sebagai motif, rupanya memiliki cerita sedih.

Cerita bermula saat Guy ingin pindah ke Chicago. Saat itu, ibu Guy sebenarnya tidak menyetujui putranya untuk pergi jauh.

Meski demikian, Guy berhasil meyakinkan ibundanya. Restu sang ibu dia dapatkan setelah berjanji akan membelikan mobil Cadillac dengan motif polkadot.

Sayangnya tidak lama berselang ibunya meninggal dunia. Namun, Guy tidak pernah melupakan janjinya. Sadar bahwa mencari Cadillac dengan motif polkadot sulit, dia memiliki ide lain.

Guy meminta Fender untuk membuatkan gitar dengan motif polkadot. Jadi gitar tersebut adalah pengingat musisi berusia 84 tahun itu kepada mendiang ibunya.