Rupanya 90 Persen Pemain Gitar Menyerah dalam Satu Tahun, Kamu Termasuk?

by Tyo Harsono on Nov 29, 2019

Beberapa tahun lalu, Washington Post pernah membuat artikel berjudul 'Why My Guitar Gently Weeps'. Dalam artikel tersebut, mereka menyebut industri gitar berada dalam ancaman.

Sejumlah media lain pun ramai-ramai membantah isi artikel Washington Post itu. Termasuk di antaranya Fender yang mengeluarkan hasil riset terkait penjualan gitar.

Saat itu, dalam rilisan mereka, Fender menyebut apa yang ditulis oleh Washington Post tidak benar. Mereka memberikan bukti penjualan gitar masih berada di angka yang cukup stabil.

Dalam rilisan hasil riset mereka, Fender menyebut 45 persen pembeli gitar adalah pemain baru. Jumlah itu cukup besar sekaligus membantah perkataan Washington Post.

Sayangnya, dalam riset terbaru Fender, terdapat fakta yang cukup mengejutkan. Dari total 45 persen pemain gitar baru tersebut, rupanya hanya 10 persen di antaranya yang lanjut memainkan gitar.

Menurut pengakuan CEO Fender, Andy Mooney, 90 persen dari pemain gitar baru tidak bisa mempertahankan hobinya. Hasilnya, hanya sebagian kecil yang terus bermain gitar setelah melewati tahun kedua.

"Seperti di industri lain, kami tidak memiliki masalah menggaet konsumen baru. Namun, terdapat masalah dalam menjaga jumlah konsumen yang ada," katanya seperti dilansir dari Guitar Player.

"Meski demikian, 10 persen sisanya memiliki nilai beli sampai 10.000 dolar per orang. Mereka akan membeli lima sampai tujuh gitar, amplifier, dan lain-lain," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Fender melakukan inovasi dengan merilis Fender Play dan Fender Songs. Keduanya merupakan platform untuk gitaris baru belajar tentang instrumen mereka.

Menurut penelitian Fender, Andy Mooney menyebut keuntungan industri gitar bisa melonjak dua kali lipat. Namun, caranya adalah apabila mereka bisa menambah 10 persen pemain gitar baru.

"Terdapat satu juta gitaris baru setiap tahun di negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris saja. Sayangnya hanya sekitar 100.000 yang tetap berkomitmen," ungkap Andy Mooney.

"Apabila kami bisa menambah jumlah itu 10 persen saja. Terdapat tambahan 100.000 gitaris dengan nilai beli 100.000 seumur hidup per tahun," tambahnya.

Menurut penelitian IBISWorld pada 2017 silam, industri gitar masih akan terus berkembang hingga 2020. Masalahnya, setelah itu, tantangan sebenarnya baru akan dimulai.

Patut dinanti, bagaimana cara Fender mempertahankan jumlah yang ada saat ini. Bahkan, lebih baik lagi kalau mereka bisa menambah konsumen seperti yang disebutkan oleh sang CEO.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.