Mengenal Perbedaan Mendasar Terkait Neck dan Bridge Pickup

by Tyo Harsono on Nov 12, 2019

Pada umumnya, gitar elektrik memiliki dua hingga tiga pickup. Namun, untuk kali ini, mari kita hanya membahas gitar yang dipersenjatai dengan dua pickup.

Kemunculan gitar elektrik dengan dua pickup diawali oleh Leo Fender ketika membuat Fender Broadcaster yang nantinya berganti nama menjadi Fender Telecaster.

Fender Broadcaster/Telecaster merupakan versi pembaruan dari gitar pertama gitar buatan Leo Fender, Fender Esquire (selengkapnya baca di sini).

Meski awalnya menimbulkan keheranan antara perbedaan terhadap keduanya, perlahan gitaris mulai menemukan. Hal itu tidak heran pada era modern ini banyak gitaris yang hanya menggunakan salah satu pickup atau mengkombinasikan keduanya.

Ternyata, kedua pickup memiliki karakter berbeda meski terlihat sama. Contohnya adalah dua humbucker yang ada di gitar-gitar buatan Gibson, atau sepasang pickup di Fender Telecaster.

Lalu, apa sih bedanya pickup neck dan bridge? Tenang, kami kembali lagi untuk membagikan pengetahuan terkait kedua jenis pickup yang sebenarnya sama penting itu.

Mari kita bahas secara singkat terlebih dulu. Singkatnya, neck pickup memiliki karakter suara yang lebih warm, tebal, dan sedikit gelap. Sementara itu, bridge pickup mempunyai karakter yang bright dan tajam.

Sejatinya karakter pickup sendiri dipengaruhi posisi ketika memainkan gitar. Tidak percaya? Coba saja mainkan gitar akustikmu di posisi dekat neck dan bridge.

Pada akhirnya, desain pickup dibuat sesuai karakter tersebut. Biasanya, pickup di dekat bridge memiliki output lebih besar dibandingkan neck, demikian pula sebaliknya.

Mari bahas pickup neck terlebih dulu. Bagian dari pickup ini seringkali dianggap remeh oleh kebanyakan gitaris. Sebabnya tidak sedikit yang menganggapnya kurang bisa unjuk kemampuan.

Biasanya para gitaris tidak terlalu menyukai suara warm yang dihasilkan oleh pickup neck. Mereka beralasan, frekuensi rendah merupakan milik para pemain bass.

Bahkan, pemain gitar rythm sebuah band pun cenderung mengombinasikan pickup neck dengan bridge. Jarang sekali yang memakai neck pickup sendirian.

Pengecualian mungkin untuk James Bay yang menggunakan Epiphone Century. Itu pun karena gitar tersebut hanya memiliki satu pickup (baca selengkapnya di sini).

Padahal, sebenarnya neck pickup ini bisa memiliki variasi juga. Terlalu gelap? Besarkan treble di amplifier. Terlalu berfrekuensi rendah? Matikan bass. Kamu juga bisa memainkan mids.

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada lagu top yang menggunakan neck pickup. Sebut saja intro Sweet Child O' Mine milik Guns and Roses. Atau, Still Got The Blues-nya Gary Moore.

Beda lagi dengan bridge pickup yang memiliki suara tajam dengan frekuensi high end. Bahkan, sebagian besar riff gitar dengan distorsi yang kamu dengarkan berasal dari bridge pickup.

Dengan menggunakan bridge pickup, suara gitarmu akan memotong ke musik saat tampil atau melakukan rekaman. Bridge pickup humbucker biasanya cocok untuk lagu-lagu keras.

Karena terinspirasi dengan musik-musik rock klasik, kamu biasanya membayangkan suara bridge pickup tanpa disadari. Memainkan knob tone di gitar bisa menjadi kunci menemukan suara sempurna untuk gitarmu.

Karena karakteristik yang berbeda itu jugalah, kombinasi kedua pickup akan menghasilkan suara yang unik. Karakter warm dari neck serta bright yang berasal dari bridge akan menyatu.

Nah, itu tadi perbedaan mendasar soal bridge dan neck pickup. Bagaimana, sudah sedikit mengerti? Oh iya, mengenai pickup, sebelumnya kami sudah pernah membahas di sini.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.