Menanti Gebrakan Ernie Ball di Bawah Kepemimpinan Baru

by Tyo Harsono on Nov 26, 2019

Sekitar akhir dekade 1950an, seorang musisi yang kurang terkenal di Amerika Serikat mulai memikirkan masa depannya. Kala itu, dia merasa kariernya sebagai musisi kurang berkembang.

Meski demikian, pria tersebut sudah jatuh cinta dengan musik. Dia merasa, apa pun yang akan dia kerjakan harus berhubungan dengan industri tersebut.

Ernie Ball, demikian nama pria tersebut. Lahir di Santa Monica, California, Ball muda nekat membuka toko alat musik yang khusus menjual gitar pertama di Amerika Serikat pada 1957.

Beberapa tahun berselang, Ernie Ball menyadari kekurangan senar gitar pada saat itu. Sempat mencoba menghubungi Fender, akhirnya dia memutuskan membuat senar sendiri yang dinamakan Ernie Ball Slinky.

Rupanya senar buatan Ernie Ball disukai oleh para gitaris, meski sempat ditolak oleh Gibson. Nama-nama besar seperti Jimmy Page, Paul McCartney, dan Keith Richards menggunakan senar buatan Ernie Ball.

Berawal dari senar, kesuksesan Ernie Ball semakin menjadi-jadi. Sampai pada akhirnya mereka mampu membeli perusahaan gitar Music Man dari Leo Fender pada 1984.

Kepemimpinan Ernie Ball pun berlanjut hingga awal dekade 2000an. Sejak saat itu, bisnisnya dia serahkan kepada putranya, Sterling Ball. Akhirnya, sang ayah pun meninggal dunia pada 2004.

Beberapa tahun berselang, giliran putra Sterling yang naik pangkat menjadi CEO Ernie Ball, Brian. Sebelumnya, Brian sudah menjadi presiden dari perusahaan tersebut.

Sang ayah mengumumkan langsung penunjukkan Brian Ball sebagai CEO. Sterling berharap Ernie Ball bisa semakin maju di bawah kepemimpinan putranya.

"Saya bangga mengumumkan Brian Ball sebagai CEO baru Ernie Ball. Kesuksesan Ernie Ball dalam beberapa tahun terakhir adalah buah kreatifitas dan kerja keras Brian," ujar Sterling.

"Transisi ini esensial untuk bisnis kami. Saya merasa senang bisa menunjuk Brian. Saya harap, dia bisa mengikuti jejak kakeknya, Ernie Ball. Masa depan perusahaan kami cukup cerah," tambahnya.

Sejatinya, Brian bukan orang baru di perusahaan kakeknya. Telah bergabung sejak 2000, dia sempat bekerja di divisi relasi artis, marketing, sales, dan lain-lain.

Sejumlah produk Ernie Ball lahir dari buah pemikiran kreatif Brian. Sebut saja seri Cobalt Slinkys, M-Steel, Paradigm, serta Aluminium Bronze.

Brian Ball sendiri merasa bangga dengan kepercayaan tersebut. Generasi ketiga keluarga Ball itu menyebut memimpin perusahaan Ernie Ball merupakan impiannya.

"Saya merasa beruntung bisa menjadi CEO Ernie Ball. Sejak masih kecil, saya bermimpi mendapat posisi ini. Bekerja dengan ayah saya merupakan sebuah kebanggaan," kata Brian.

"Saya merasa tidak sabar memulai pekerjaan ini. Saya akan meneruskan kinerja yang dibangun oleh ayah saya, Sterling, dan kakek, Ernie, dengan kemampuan terbaik," imbuhnya.

Tentunya banyak pihak yang merasa tidak sabar dengan kepemimpinan Brian di Ernie Ball. Mari, nantikan seperti apa inovasi baru yang mereka keluarkan.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.