Jimi Hendrix-nya Republik Irlandia, Rory Gallagher

by Tyo Harsono on Nov 4, 2019

The Theatre di Donegal (kini dinamai Rory Gallagher Theatre) merupakan tempat Monica Gallagher biasa tampil. Monica adalah seorang penyanyi yang tergabung di dalam grup Abbey Players.

Sementara itu, Daniel Gallagher merupakan penyanyi sekaligus pemain akordion di band Tir Chonaill Ceilli Band. Keduanya merupakan musisi lokal di daerah Cork.

Keduanya merupakan sepasang musisi yang lumayan dikenal di daerah tersebut. Pasangan Daniel dan Monica Gallagher memiliki sepasang anak, Rory serta Donal.

Lahir dari pasangan musisi, tentunya Rory dan Donal Gallagher dekat dengan musik sejak masih kecil. Sejak masih berusia sembilan tahun, Rory sudah belajar ukulele secara otodidak.

Sampai pada akhirnya muncul British Invansion, ketika The Beatles membuat musisi asal Inggris Raya diterima di Amerika Serikat. Termasuk di antaranya adalah trio musisi bernama Taste.

Dalam trio tersebut, rupanya terdapat nama Rory Gallagher. Dengan menggunakan Fender Stratocaster buatan 1961 yang menjadi andalan sepanjang kariernya, Gallagher langsung menjadi perhatian.

Saat itu Rory Gallagher terinspirasi dengan musik-musik yang dimainkan oleh Buddy Holly, Eddie Cochran, dan Muddy Waters. Gallagher pun bereksperimen dengan musik folk, blues, dan rock.

Nama Rory Gallagher dan Taste mulai diakui oleh dunia sekitar akhir 1960an. Bahkan, mereka menjadi pembuka Cream pada konser perpisahannya di Royal Albert Hall, 1968.

Sampai pada akhirnya Taste pun bubar karena berbagai alasan. Lalu, Rory Gallagher pun mengeluarkan album debut perdana pada 1971, tidak lama setelah Taste bubar.

Sejak bersolo karier, Rory Gallagher terkenal sebagai musisi pekerja keras. Sayang, Gallagher lebih dikenal di Eropa dan kurang mendapat penerimaan di Amerika Serikat.

"Rory Gallagher adalah musisi paling bekerja keras. Sayangnya dia kurang sukses di Amerika Serikat. Padahal, dia adalah gitaris blues terhebat. Semangat Irlandia-nya tidak dimiliki oleh musisi asal Britania Raya lain," kata jurnalis musik, Roy Hollingworth.

"Selain itu, Rory Gallagher adalah penulis lagu yang hebat. Dia bisa memainkan gitar dengan keras, tetapi merupakan seorang penulis puisi. Beberapa orang menyebut, sulit bekerja sama dengannya. Tetapi itu wajar," lanjut sang jurnalis mengenang.

Akan tetapi, bukan berarti talenta Rory Gallagher tidak menerima pengakuan dari musisi asal Amerika Serikat. Buktinya, dia diajak bermain dengan Jerry Lee Lewis dan Muddy Waters pada acara London Sessions milik Chess Records yang legendaris.

Selain itu, Rory Gallagher sempat menerima undangan untuk bergabung dengan The Rolling Stones pada 1975. Kala itu, Stones memang tengah mencari gitaris baru untuk menggantikan Mick Taylor.

Sempat melakukan jamming dengan The Rolling Stones, pada akhirnya Rory Gallagher batal bergabung. Alasannya sederhana, dia lebih senang dengan karier solonya.

Perjalanan karier Rory Gallagher pun tidak selalu berjalan mulus. Sempat terjadi pergolakan politik di Republik Irlandia yang membuat musisi dilarang menjalani tur ke luar negeri.

Kala itu, Rory Gallagher memilih untuk memberontak dari aturan tersebut. Pada akhirnya, Gallagher justru menjadi anutan musisi asal Republik Irlandia lainnya.

Menjelang akhir hayatnya, Rory Gallagher menderita fobia terbang. Kematian Stevie Ray Vaughan disinyalir menjadi alasannya takut naik pesawat.

Rory Gallagher pun mendapatkan sejumlah obat untuk mengatasi sakitnya tersebut. Sayangnya obat-obatan tersebut justru bagai menjadi senjata makan tuan untuknya.

Pada 1995, diketahui liver Rory Gallagher mengalami masalah. Saat itu, satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah transplantasi liver yang sayangnya terlambat dilakukan.

Setelah 13 pekan menerima perawatan secara intensif, Rory Gallagher menderita infeksi. Pada akhirnya, Gallagher pun meninggal dunia pada usia 47 tahun.

Meski telah meninggal dunia, bukan berarti Rory Gallagher terlupakan begitu saja. Tidak jarang yang menyandingkan pria yang akrab dengan celana jeans itu sebagai Jimi Hendrix-nya Republik Irlandia.

Tidak sembarangan, Jimi Hendrix sendiri membuat pernyataan mengejutkan soal Rory Gallagher. Cerita bermula ketika Hendrix ditanyai bagaimana rasanya menjadi gitaris terbaik di dunia.

Saat itu, Jimi Hendrix berkata dalam sebuah wawancara, "saya tidak tahu (rasanya menjadi gitaris terbaik di dunia). Coba tanyakan hal itu kepada Rory Gallagher."

Mungkin nama Rory Gallagher di kalangan penikmat musik awam tidak terlalu terdengar. Namun, gitaris asal Irlandia seperti The Edge, Davy Knowles, dan Gary Moore terang-terangan mengaguminya.

Saat ini, boleh jadi raga Rory Gallagher telah mati dan terkubur di dalam bumi. Namun, karya serta warisannya akan terus abadi, terutama untuk musisi asal Republik Irlandia.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.