Siapa Sih O.W. Appleton? Yuk Kenalan Sama Bapaknya Gitar Elektrik

by Tyo Harsono on Oct 4, 2019

Dinginnya malam di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 tidak bisa dimungkiri lagi. Saat itu kesunyian masih menjadi teman bagi warga di Negeri Paman Sam.

Jauh dari ingar bingar kehidupan malam yang ditampakkan di film-film Hollywood masa kini tentunya. Apalagi, saat itu Amerika Serikat sempat dua kali mengikuti perang.

Memang, Amerika Serikat tidak langsung diserang oleh musuh-musuhnya. Namun, tentunya ketakutan tetap saja menyerang penduduk di negara tersebut.

Di tengah ketakutan yang mengancam kala itu, musik menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Amerika Serikat. Musisi top mulai bermunculan pada awal abad ke-20.

Akan tetapi, ada perbedaan antara musik awal abad ke-20 dengan saat ini. Paling utama adalah gitar yang menjadi instrumen kelas wahid pada era modern, kala itu hanya alat musik kelas dua.

Hal itu pula yang membuat perkembangan gitar pada awal abad ke-20 sempat jalan di tempat. Produsen alat musik tidak melihat adanya sesuatu yang baru dari gitar.

Memang, sejak awal abad ke-20 sudah ada gitar elektrik. Sayangnya saat itu hanyalah sekadar gitar akustik yang diberi pickup atau Hawaiian lap steel.

Di tengah keresahan soal gitar itu, seorang pria memikirkan secara keras apa yang dia bisa buat untuk memajukan instrumen tersebut. O. W. Appleton, demikian pria tersebut dinamai oleh kedua orang tuanya.

Pada suatu malam di 1925, Appleton atau yang akrab disapa App, mengambil bagian dari fonograf miliknya yang ditaruh di gitar. Eksperimen itu sukses membuat gitarnya bisa disambukan ke amplifier.

Selama lima tahun pula Appleton bereksperimen dengan gitarnya. Dalam eksperimennya, App membeli pohon pinus yang dibentuk menjadi gitar, ini akan menjadi momen penting dalam sejarah gitar.

Memiliki beberapa kenalan di Gibson, Appleton membawa hasil karyanya tersebut. Sayang, mereka menolak prototipe yang dibawa pria kelahiran 1902 itu. "Tidak ada yang mau membeli gitar seperti ini," ujar Gibson.

Keputusan yang menjadi pukulan telak bagi Gibson tidak sampai satu dekade berselang. Perusahaan anak bawang di dunia gitar, Fender, merilis gitar elektrik pertama di dunia, Telecaster, pada 1950.

Hal yang memaksa Gibson mengirimkan surat kepada Appleton dua tahun berselang. "App, pesaing kami (Fender) memaksa kami menjual gitar solid seperti yang Anda berikan kepada kami. Seharusnya kami mendengarkan Anda beberapa tahun lalu." yang disertai brosur Gibson Les Paul.

Dibumbui amarah, Appleton membuang brosur tersebut. Kenapa? Sederhana, Gibson memakai prototipe gitar buatannya untuk Les Paul, tanpa meminta izin kepadanya.

Saat ini, Gibson Les Paul telah menjadi satu di antara gitar legendaris. Musisi top mengenakan gitar tersebut, mulai dari Slash, Robert Plant, hingga Billie Joe Armstrong.

Demikian pula gitar elektrik, yang menjadi instrumen kelas wahid di musik modern. Sayangnya nama O.W. Appleton justru seolah tenggelam ditelan oleh zaman. Tidak banyak yang bahkan sekadar mengetahui namanya.

Akan tetapi, nama O.W. Appleton akan selalu abadi bagi mereka pencinta gitar. Tanpa kehadiran App, mungkin gitar akan selamanya menjadi instrumen kelas dua. Tanpa App, perkembangan gitar mungkin jalan di tempat.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.