Selain Epiphone, Ini Sederetan Produsen Gitar yang Bangkit dari Kematian

by Tyo Harsono on Oct 16, 2019

Bagi pencinta gitar, Epiphone merupakan obat pengganti Gibson. Epiphone kerap disebut-sebut sebagai versi murah dari produk-produk buatan Gibson.

Akan tetapi, tahu nggak sih, kalau Epiphone sempat nyaris sekali bangkrut pada era 1950an? Tahu nggak sih, kalau Epiphone dulunya bukan sub divisi dari Gibson?

Balik lagi ke era 1930an, ketika pembuat Violin asal Yunani, Epi Stathopoulo, membuka Epiphone di New York. Saat itu, Epiphone terkenal sebagai pembuat banjo sebelum memproduksi gitar.

Epiphone memiliki seri Masterbilt yang membuat mereka menyaingi Gibson. Sayangnya Epi Stathopoulo meninggal dunia pada 1943 dan terdapat kerugian saat Epiphone ingin pindah ke Philadelphia.

Kondisi tersebut membuat sejumlah petinggi Epiphone pindah ke Guild. Mereka pun bangkrut pada 1957 sebelum dibeli oleh CMI yang merupakan anak perusahaan Gibson.

Sejak saat itu, Epiphone terkenal sebagai versi murah dari Gibson. Tetapi, mereka bukan satu-satunya produsen gitar yang bangkit dari kematian loh. Berikut ini ada beberapa yang juga sukses:

Washburn

Masa kejayaan Washburn adalah pada akhir abad ke-19 ketika mereka menjadi satu di antara produsen gitar paling dicari di Amerika Serikat. Tepatnya, sejak mereka memproduksi gitar pada 1880.

Sayangnya kematian dua pendiri Washburn, Patrick W. Lyon pada 1894 dan Patrick J. Healy pada 1905, bisnis mereka mulai menurun. Sampai akhirnya Washburn harus tutup pada dekade 1940an.

Sampai pada akhirnya 1977 seorang pembuat gitar asal Jerman, Rudy Schlacher, berniat membangkitkan Washburn. Schlacher dibantu oleh Rick Johnstone dan Ikutaro Kakehashi.

Washburn berpindah tangan ke perusahaan asal Kanada, Jam Industries, pada 2009. Mereka menjual merk tersebut ke perusahaan asal Irlandia pada 2018.

Hagstrom

\

Mungkin tidak banyak produsen gitar top asal Swedia, sehingga nama Hagstrom cukup terkenal. Apalagi gitar produksi mereka sempat digunakan oleh musisi-musisi top.

Elvis Presley, Kurt Cobain, Joe Walsh, dan Frankz Zappa pernah menggunakan gitar Hagstrom. Sementara itu, bass delapan senar buatan mereka juga dipakai oleh Jimi Hendrix.

Berdiri sejak 1930an, Hagstrom mulai menjual gitar pada 1950an. Tipe Swede dan Viking menjadi andalan mereka dalam kancah pergitaran sebelum bangkrut pada 1983.

Sejak 2004 Hagstrom kembali bangkit meski produksi kini tidak lagi di Eropa. Namun, masih ada beberapa model yang memang dibuat di tanah kelahiran mereka, Swedia.

Framus

Framus berasal dari Jerman dan berdiri sejak setelah Perang Dunia kedua. Pada awalnya, sang pendiri, Fred A. Wilfer, berambisi mempekerjakan pembuat gitar asal Jerman.

Hingga pada akhir dekade 1960an, Framus mendapat reputasi sebagai pembuat instrumen musik kelas wahid di Eropa. Saat itu, mereka menjadi pilihan gitaris di seluruh Eropa.

Bukan hanya gitar, Framus juga membuat bass, gitar lap steel, gitar akustik, gitar hollow body, dan lain-lain. Sayangnya mereka harus bangkrut pada akhir 1970an karena keglamoran produsen gitar asal Amerika Serikat.

Pada 1995, putra Fred A. Wilfer, Hans-Peter, membangkitkan kembali Framus. Namun, kini merk itu menjadi sub divisi dari perusahaan milik Hans-Peter, Warwick.

Harmony

Pada masa lalu, Harmony sering disebut-sebut sebagai produsen gitar terbesar di Amerika Serikat. Maklum, instrumen buatan mereka mencakup semua kalangan.

Harmony terkenal memanjakan para pemain gitar pemula dengan produk-produk mereka. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang mencari gitar buatan mereka, baik akustik maupun elektrik.

Sayangnya persaingan yang terlalu ketat membuat Harmony tutup sejak 1975. Penyebabnya adalah karena gitar-gitar murah buatan produsen asing mulai masuk ke Amerika Serikat.

Beruntung pada akhir 2017 BandLab mengumumkan bakal membangkitkan kembali Harmony. Pada NAMM 2018 mereka sudah memamerkan prototipe sebelum akhirnya resmi bangkit pada 2019.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.