Sekelumit Cerita Tentang Kota Musik Dunia

by Anindhito on Oct 25, 2019

UNESCO merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membawahi urusan pelestarian kebudayaan dunia. UNESCO yang menyusun 7 Keajaiban Dunia dan membantu melestarikannya. Selain
itu, UNESCO juga memiliki program Kota Musik Dunia. Program Kota Musik Dunia dibentuk pada 2004 yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama antar kota-kota di dunia yang menjadikan kreativitas sebagai faktor strategis untuk pengembangan kotanya.

Yang sedang ramai belakangan ini adalah Ambon yang didaftarkan sebagai salah satu Kota Musik Dunia Terdapat lebih dari 180 kota di dunia yang terdaftar dan bahu-membahu untuk mencapai tujuan yang sama: menaruh kreativitas dan industri budaya sebagai pusat pengembangan kotanya dan aktif berkontribusi aktif di level internasional. Kansas City, merupakan salah satu dari 180 kota yang terdaftar di Kota Musik Dunia.

Kota yang menjadi judul lagu hits The Beatles dan Fats Domino ini terletak di Missouri, Amerika Serikat. Sebenarnya ada 2 kota lagi di Amerika Serikat, satu di Kansas dan yang lainnya di Oregon. Kota yang merupakan tempat lahirnya Era Swing Jazz, memiliki distrik bernama Distrik Vine, yang dulunya merupakan distrik khusus kulit hitam. Distrik Vine merupakan tempat lahirnya musisi jazz seperti Count Basie dan Charlie Parker.

Kansas City merupakan kota terbesar di Amerika Serikat. Berdasarkan biro sensus Amerika Serikat, terdapat setidaknya 491.918 jiwa per 2018. Kota ini didirikan di tahun 1850, dan terlibat langsung di Perang Sipil Amerika Serikat, mengingat Missouri merupakan negara bagian dengan budak yang cukup banyak. Maraknya perbudakan di Missouri membuat asimilasi budaya tidak dapat dihindari. Lahir di New Orleans, musik jazz disebut-sebut berkembang justru di Kansas City.

Karenanya, muncul sebuah gaya baru pada jazz: Kansas City Jazz. Muncul di era 1920-an, musik jazz Kansas City merombak ulang struktur big band jazz menjadi gaya improvisasi bebop. Dengan swing yang keras dan suara yang lebih blues, gaya ini diusung oleh Count Basie yang kemudian dipopulerkan ke seluruh Amerika oleh pria asal Kansas City, Charlie Parker.

Di 1970-an, Kansas City berusaha membangkitkan kembali atmosfer jazz di kondisi dan lingkungan yang sudah lebih ramah. Klub-klub jazz mulai bertebaran di penjuru Kansas City. Puncaknya, Kansas City menggelar festival musik tahunan, Kansas City Blues and Jazz Festival yang mengundang musisi jazz top dan menarik banyak penonton dari luar daerah.

Menjadi kota tempat berkembang dan dewasanya musik jazz, Kansas City menjadi anggota Kota Musik Dunia di tahun 2017 silam. Menjadi bagian dalam 100 tahun sejarah panjang musik jazz, Kansas City memiliki setidaknya 200 festival musik dalam setahun.

Setelah menjadi bagian dari Kota Musik Dunia, Kansas City memiliki rencana pengembangan kota yang berpusat pada warisan budaya jazz Amerika. Sebesar USD 2 juta digelontorkan per tahunnya untuk membiayai festival lokal, konser musik kecil, dan pelestarian budaya etnis.

Kini, Kansas City sudah menjadikan musik jazz sebagai sarana promosi mereka. Terlebih lagi, Distrik Vine yang merupakan tempat kelahiran Count Baise dan Charlie Parker kini sudah dijadikan distrik bersejarah. Selain itu, Kansas City juga bekerja sama dengan Kota Musik Dunia lain untuk turut andil dalam Voyageof the Drums Jazz Festival untuk menyebarkan perdamaian melalu musik jazz.

Jazz yang kini sudah berkembang dan tidak lagi terpaku pada brass section atau piano semakin digemari. Teruntuk kalian yang ingin bermain gitar di musik jazz dan masih bingung mau menggunakan gitar apa, berikut ini merupakan daftar gitar yang cocok untuk bermain musik jazz:

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.