Paul McCartney, Tosin Abasi, dan Deretan Gitaris yang Cari Inspirasi dari Meditasi

by Anindhito on Oct 5, 2019

Ingar-bingar musik rock membuat banyak orang tua takut jika anaknya menjadi musisi. Kehidupan malam, alkohol, seks bebas, hingga konsumsi narkotika menjadi hal-hal yang terlintas di kepala para orang tua ketika anak mereka mengatakan, "Pah, Mah, aku mau jadi musisi."

Ada orang tua yang mencoba menanggapi dengan santai saat anaknya berkata demikian. "Kamu mau makan apa nak?" bisa menjadi respons yang lazim ditemui. Namun, ada juga yang hiperbola dan melarang si anak habis-habisan menjadi musisi.

Mengalami rimba kehidupan yang memang semakin semrawut mungkin menjadi alasan para musisi untuk melakukan hal-hal di atas. Merupakan pelarian dan pencarian inspirasi, acap kali menjadi pembenaran untuk melakukan perilaku negatif yang disebutkan sebelumnya.

Akan tetapi, kenyataannya tidaklah demikian. Banyak musisi hebat dan sukses yang mencari inspirasi dan ketenangan tidak dari narkotika atau alkohol.

Banyak pula yang mendapatkan ketenangan dari meditasi transendental. Mereka mencari inspirasi dengan bermeditasi sehingga menghasilkan karya yang digilai di seluruh penjuru bumi.

Oleh karena itu, kali ini kami akan memberikan inspirasi bagi musisi muda untuk tidak terjebak ke lembah hitam. Berikut ini adalah contoh gitaris-gitaris hebat yang melakukan meditasi untuk mencari inspirasi.

 

Steve Lukather

Steve Lukather memantapkan namanya di skena rock 70-an dengan menjadi gitaris band Toto. Setelahnya, Lukather semakin berjaya dan dia menyebutkan satu di antara yang berperan dalam kesuksesannya adalah meditasi transendental.

Sekarang, ada sekitar 1500 album musik berkat kelihaiannya bermain gitar. Steve Lukather juga memiliki 7 album solo dan rutin menggelar tour bersama Toto, Ringo Starr, dan Guitar Circus-nya Peter Frampton.

Steve Lukather mengakui pertama kali mengetahui tentang meditasi transcendental dari George Harrison (eks The Beatles). Setelah bertemu dan akhirnya menjadi teman setelah konser amal di tahun 1990-an, Lukather mengutip Harrison berkata, "meditasi transendental itu adalah hal yang positif dan saya masih melakukannya setiap hari."

Gitar Steve Lukather: Ernie Ball Music Man Steve Lukather’s Signature.

 

Tosin Abasi

Gitaris kelahiran 1983 ini lahir di keluarga imigran asal Nigeria. Beremigrasi pada dekade 1970-an, keluarganya mencari peruntungan di Negeri Paman Sam.

Gitaris yang mengenyam pendidikan di Atlanta Music Institute tersebut merupakan penggemar berat Steve Vai dan bekerja paruh waktu di banyak tempat untuk membeli gitar Vai. Tosin Abasi mengatakan, meditasi membuka keran kreativitasnya.

Selain bermeditasi, pendiri band Animals As Leaders ini juga merupakan praktisi yoga. Tosin Abasi menyatakan kalau meditasi dan yoga membuat jiwa dan raganya menjadi lebih rileks.

Meiditasi dan Yoga membantu respons dan refleknya. Tosin Abasi menyebutkan bahwa meditasi tidak membuatmu menjadi lemah, meditasi menguatkan tubuhmu. 

Gitar Tosin Abasi: Ibanez TAM10.

 

Steve Vai

Dewa Gitar, tidak ada lagi sebutan yang cocok untuk Steve Vai selain itu. Mengawali kariernya di band milik Frank Zappa pada 1980, Vai sukses bersolo karier.

Merilis banyak album solo dan memenangi banyak penghargaan musik, Steve Vai juga turut andil di rekaman dan tur band-band seperti Whitesnake, Public Image, dan Alcatrazz.

The Theory of Light (2012) merupakan album bertemakan pencapaian spiritual dan meditasi. Steve Vai juga menyatakan bahwa meditasi merupakan salah satu cara terbaik untuk mencapai kedamaian dan keseimbangan dalam diri.

Selain bermeditasi, Steve Vai merupakan seorang vegetarian. Sebagai gitaris rock ternama, kehidupan Vai amat jauh dari ingar bingar. Tinggal di California bersama keluarganya, Vai bahkan memproduksi madu sendiri. Hidup tenang sebagai vegetarian-lah yang memengaruhi kualitas musik dan karier Vai. 

Gitar Steve Vai: Ibanez JEM/UV Steve Vai’s Signature

Al Jardine

Siapa yang tak kenal Beach Boys? Grup musik rock asal California ini merupakan grup musik legendaris yang berdiri sejajar dengan The Beatles.

Aktif sejak 1961 hingga kini, Al Jardine, gitaris dan vokalis Beach Boys merupakan seorang praktisi meditasi transendental. Mengenal meditasi setelah bertemu John Lennon dan George Harrison di Paris, Jardine kemudian belajar meditasi ke guru spiritual The Beatles, Maharishi Mahesh Yogi.

Mendapatkan sertifikasi untuk menjadi guru spiritual pada 1972, Al Jardine masih terus belajar di bawah bimbingan Maharishi Mahesh Yogi. Musik, keluarga, dan kehidupannya di Big Sur (nama pantai di California) yang membuatnya rutin melakukan meditasi. Jardine mengatakan kalau meditasi yang menjadi pondasi hidup dan karier musiknya. 

Gitar Al Jardine: Fender Stratocaster

 

Sir Paul McCartney

Rasanya aneh ketika kita masih membahas kesuksesan Paul McCartney. Mengawali karier di The Quarrymen dan kemudian sukses menjadi bassist, gitaris, pianis, dan vokalis The Beatles.

Paul McCartney di angkat menjadi ksatria atas jasanya mengharumkan Inggris dengan prestasi dan kariernya di dunia musik pada 1997. Mengenal meditasi transendental sejak 1968, setelah ia dan The Beatles mengunjungi Maharishi Mahesh Yogi.

Paul McCartney mengatakan kalau Maharishi telah memberikan kado luar biasa baginya dengan mengenalkannya pada meditasi. Paul menemukan ketenangan pada meditasi yang ia jalani. Di dunia yang tidak-begitu-tenang, meditasilah yang memberikannya ketenangan yang ia butuhkan untuk menciptakan musik yang indah. 

Gitar Paul McCartney: Epiphone FT-79 Texan

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.