Mengenang Toko Alat Musik Frank Hessy, Bagian Sejarah The Beatles yang Terlupakan

by Tyo Harsono on Oct 2, 2019

Siapa sih yang tidak mengenal The Beatles? John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr kerap disebut-sebut sebagai grup musik terbesar sepanjang masa.

Hampir 50 tahun setelah mereka bubar, karya-karya The Beatles masih abadi hingga saat ini. Hampir semua orang di seluruh dunia minimal pernah mendengar nama kuartet asal Liverpool, Inggris, tersebut.

Populernya The Beatles membuat banyak penggemar mereka dari seluruh dunia yang melakukan ziarah. Mereka menyambangi tempat-tempat penting dalam karier John Lennon dan kawan-kawan.

Destinasi utama tentu saja Cavern Club yang menjadi panggung awal The Beatles. Atau Casbah di Jerman, tempat The Beatles muda memperkenalkan diri ke dunia.

Selain itu, rumah masa kecil John Lennon atau Paul McCartney juga sering menjadi tujuan peziarah. Maklum, di dua tempat itu duo pencipta lagu top Lennon-McCartney tercipta.

Sayangnya ada satu tempat yang seolah terlupakan oleh para penggemar The Beatles. Bahkan, pencinta mereka yang paling anti mainstream dan gila pun bisa saja melupakan tempat itu.

Tempat yang kini telah alih fungsi. Dulu, tempat itu merupakan sumber musisi-musisi lokal Liverpool (termasuk The Beatles) melengkapi persenjataan mereka.

Kini, hanya sekadar bangunan biasa berdiri di Jalan Stanley nomor 62. Sejak 1996 tepatnya, tidak ada lagi papan nama 'Toko Alat Musik Frank Hessy' yang telah berdiri sedari 1959.

Tepat 60 tahun silam, Frank Hessy mendirikan toko alat musik di Liverpool. Terletak di Jalan Stanley, toko alat musik ini dekat dengan Cavern Club dan Matthew Street.

Tak jauh dari toko alat musik Frank Hessy, terdapat Rushwort & Dreaper, sebuah record store. Di sana pula tempat The Beatles kali pertama mendapatkan kontrak dengan Brian Epstein.

Oh, patung Eleanor Rigby yang terkenal sebagai judul lagu The Beatles juga ada di Jalan Stanley. Patung tersebut merupakan karya seniman lokal, Tommy Steele.

Pada 9 Oktober 1957, John Lennon berulang tahun. Saat itu, bibinya, Mimi, memberikan hadiah berupa gitar Hofner Club 40. Itu merupakan gitar pertama John dan Mimi membelinya di toko alat musik Frank Hessy.

Beberapa bulan sebelumnya, Paul McCartney juga membeli gitar pertamanya di toko milik Frank Hessy itu. Paul menukar terompet pembelian ayahnya untuk gitar buatan Jerman, Zenith Model 17.

Demikian juga George Harrison dan bassist lama The Beatles, Stuart Sutcliffe. George membeli gitar Hofner President pada 1958 di toko Frank Hessy, sementara Stuart membeli bass buatan Hoffner.

Setelah itu pun, John Lennon dan George Harrison masih sering membeli gitar dari Frank Hessy pada awal karier mereka. Memasuki 1963, terdapat 300 musisi yang membeli gitar dari toko alat musik itu.

Sayangnya toko alat musik milik Frank Hessy mulai menurun sejak sang pemilik pensiun pada 1983. Hessy memilih pulang ke kampung halamannya, Tel Aviv.

Lama kelamaan toko alat musik milik Frank Hessy itu tutup dan kini menjadi area bangunan biasa. Mungkin nama Frank Hessy serta toko alat musiknya sudah tidak ada dan mulai terlupakan.

Akan tetapi, jasa Frank Hessy yang menjual alat musik kepada The Beatles bakal abadi. Selama karya-karya The Beatles masih berkumandang, peninggalan Frank Hessy dan toko alat musiknya akan terus menjadi kenangan.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.