Gitar dan Perkembangan Perannya dalam Musik

by Anindhito on Oct 18, 2019

“Do you like music?”
“Well, do you like breathing?”

Merupakan sepenggal dialog dari Film adaptasi novel It’s Kind of a Funny Story (2010) yang diperankan oleh Emma Roberts dan Keir Gilchrist. Dari dialog tersebut, sudah jelas bahwa tidak ada yang tidak suka musik.

Bahkan musik merupakan bagian integral dari hidup sebagian orang. Lalu, bagaimanakah “musik” sebelum menjadi “musik” seperti sekarang?
Sebelum nasibnya menjadi genre kelas 2, musik rock pernah memiliki masa jayanya. Era 50-an di mana rock n roll merajai radio dengan America’s Sweetheart dan King of Rock n Roll, Elvis Presley dan pionir
solo gitar, Chuck Berry.

Lalu disusul era 60-an dimana anak-anak Inggris seperti The Beatles, The Kinks dan The Yardbirds datang dan merajai Amerika Serikat dengan musik yang berasal dari Amerika Serikat itu sendiri.

Era 70-an di mana band terbaik dunia, Led Zeppelin menjadi inspirasi tunggal anak-anak muda. Tidak dapat dipungkiri, gitar merupakan instrument esensial dari musik rock. Terlepas dari John Bonham
yang begitu luar biasa di drum, atau Flea yang menghidupkan musik Red Hot Chili Peppers.

Namun, bagaimana cerita gitar sebelum akhirnya menjadi bagian penting pada musik? Untuk mengetahuinya, kita harus kembali ke abad 18 di Amerika Serikat.

PERBUDAKAN, AKAR ASIMILASI BUDAYA

Amerika Serikat, negara yang dibangun oleh budak kulit hitam. Merdeka di 4 Juli 1776, imigran Eropa membuka dan membangun lahan menggunakan budak kulit hitam yang didapat dari negara-negara
kolonialisasi di Afrika. Membawa manusia tentu membawa seluruh pengetahuan akan kebudayaan asalnya, itu yang terjadi di Amerika Serikat.

Tercatat di New Orleans di abad 18, sekumpulan budak kulit hitam berkumpul dan berdansa diiringi gendang yang terbuat dari kulit. Sedangkan di Delat Mississippi, ratapan pilu seorang budak kulit hitam di tengah malam.

Berbekal ritme dan cengkok Afrika yang berbaur dengan aksen Selatan Amerika Serikat, para budak tersebut melahirkan dua jenis musik baru: jazz dan blues.

AWAL ABAD 20: NAIKNYA POPULARITAS GITAR

25 Oktober 1902, lahirlah seorang Eddie Lang di Philadelphia. Eddie Lang disebut-sebut sebagai Bapak Gitar Jazz, karena memang Eddie yang memopulerkan gitar di musik jazz. Kemudian tahun 1911, tepatnya 8 Mei di Mississippi, lahir seorang Robert Johnson yang kemudian memopulerkan gitar di musik blues.

Pada komposisi instrumennya, awalnya, jazz dan blues menempatkan gitar di rhytm section bersama double bass dan drum. Hingga akhirnya Eddie Lang dan Robert Johnson menaikkan pamor gitar pada musik jazz dan blues.

Naiknya popularitas gitar, membuat seorang teknisi muda bernama O. W. Appleton bereksperimen dengan menempelkan tonearm Victrola pada gitarnya. Elektrifikasi gitar terjadi di dekade 20-an dan 30-an, dimana selain Appleton, Rickenbacker juga membuat gitar archtop listrik.

Seolah tak ingin kalah, Gibson mulai memproduksi gitar lap-steel berbadan solid listrik mereka di tahun 1935. Seorang gitaris jazz asal Amerika Serikat yang namanya diabadikan oleh produsen gitar raksasa,
Les Paul, mulai bereksperimen dengan gitarnya.

Tahun 1941, Les Paul menempelkan pick up di kayu pinus pada gitar archtop-nya yang diberi nama The Log. 6 tahun berselang, seorang tukang servis amp, melihat Les Paul dan Paul Bigsby dan berpikir untuk
membuat gitar listrik.

Orang itu tak lain dan tak bukan, Leo Fender, seorang tukang servis amp yang hingga akhir hayatnya tidak bisa sedikitpun bermain gitar. 2 tahun berselang, Leo Fender membuat gitar yang dinamakan Broadkaster. Namun sayang, gitar pertamanya digugat oleh Gretsch sehingga harus
berubah nama menjadi Esquire (dengan 1 pick up) dan Telecaster (dengan 2 pick up).

Berbekal 2 gitar tersebut, Leo Fender kembali menemui Les Paul dan memintanya untuk menjadi brand ambassador gitarnya. Telah dikontrak Gibson, Les Paul menolak tawaran Leo Fender. Pilihan yang tepat,
mengingat namanya abadi di Gibson.

PASKA PERANG, ROCK N’ ROLL, DAN KUKUHNYA PERAN GITAR PADA MUSIK

Segregasi yang kental di Amerika Serikat dan hancurnya ekonomi paska perang, tidak membuat musik berhenti berkembang. Identik dengan musik propaganda perang, jazz dirasa tidak menjawab aspirasi anak muda yang muak dengan perang. Jazz dianggap tua dan usang, kala itu.

Perang dan segregasi harus berakhir, waktu damai telah tiba. Berbaurnya musik folk kulit hitam dan kulit putih, menghasilkan genre yang belum pernah ada: Rock n’ Roll. Blues sudah jauh berkembang setelah Robert Johnson.

Ratapan musisi blues setelah Robert Johnson sudah pasti diiringi tangisan gitar mereka. Sedangkan satu komponen rock n’ roll, musik country, sedang pada masa jayanya setelah adanya classic folk revival di 1940-an. Entah siapa yang memulai, apakah musisi kulit hitam mulai memainkan musik folk kulit putih ataupun sebaliknya, tidak dapat dipungkiri kalau hasilnya memang indah dan mengukuhkan pentingnya gitar pada musik.

Meledaknya rock n’ roll, tidak serta merta menenggelamkan jazz. Di dekade 50-an, gitar sudah merupakan instrumen penting pada jazz. Perlu diingat, Eddie Lang merupakan gitaris jazz dan orang yang memopulerkan gitar di skena jazz, dan Les Paul yang namanya menjadi nama gitar Gibson pun merupakan musisi jazz.

Dan di era 1950-an, jazz memiliki gitaris solo seperti Django Reinhart, Freddie Green dan Herb Ellis. Lalu di dekade setelahnya, tidak dapat dipungkiri bahwa dekade 1960, 1970, dan 1980 merupakan era
keemasan gitar dan musik rock. Terinspirasi oleh musisi seperti Chuck Berry, Elvis Presley, dan Buddy Holly, anak muda Inggris memainkan musik rock n’ roll yang kemudian mereka bawa kembali ke tanah
asalnya.

Setelahnya, fenomena tersebut terkenal dengan istilah The British Invasion dan disusul lahirnya para gitaris handal atau dikenal sebagai guitar heroes. Sejak Eddie Lang memopulerkan gitar di musik jazz dan Robert Johnson melakukan hal yang sama di dekade berikutnya pada musik blues, gitar menjadi instrumen penting di setiap genre musik.

Berawal dari rhytm section, gitar beralih fungsi menjadi harmonic instrument. Sempat terlihat seperti kehilangan taji setelah Gibson dinyatakan bangkrut di tahun 2018, gitar tetap merupakan instrumen penting pada musik. Lahirlah para guitar heroes baru!

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.