Gibson Melebarkan Sayap ke Industri Merchandise

by Tyo Harsono on Oct 29, 2019

Nama Gibson terkenal di dalam industri musik sebagai salah satu produsen gitar terbaik di dunia. Berdiri sejak 125 tahun silam, Gibson menjadi teman musisi sejak dulu kala.

Berbagai musisi top menggunakan gitar buatan Gibson sejak era Robert Johnson, BB King, Slash, hingga terbaru Gary Clark Jr. dan Joe Bonamassa. Itu seolah menjadi bukti kualitas gitar buatan Gibson.

Diawali oleh Orville Gibson pada 1894 dan mulai menjadi perusahaan sejak 1902, Gibson berasal dari Kalamazoo, Michigan. Kini nama Gibson seolah menjadi tolok ukur keberhasilan gitaris.

Selama satu seperempat abad berkiprah di industri gitar, terdapat berbagai inovasi yang mereka lakukan. Termasuk di antaranya adalah sempat membuat teknologi Robot Tuner.

Sayangnya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Gibson hanya dilakukan sebatas pada produksi gitar. Apalagi gitar buatan mereka terkenal cukup mahal.

Hasilnya, dari segi brand recognition pun, Gibson tertinggal jauh dari pesaingnya, Fender, yang membuat berbagai merchandise. Bahkan, nama Gibson kerap tertutup Epiphone yang notabene 'adik' mereka.

Ditambah dengan inovasi mereka yang gagal, Gibson sempat hampir bangkrut pada 2018 (untuk mengetahui lengkap, baca link ini). Beruntung, terdapat konsorsium yang menyelamatkan mereka.

Langkah pertama Gibson adalah mengembalikan gitar-gitar klasik yang kerap mereka lupakan pada era pemilik sebelumnya. Kini, mereka menawarkan gitar dalam seri modern dan klasik.

Bisa dibilang, langkah tersebut tepat untuk Gibson. Kini, cara yang perlu mereka lakukan adalah meningkatkan brand recognition di kalangan musisi muda.

Gibson mengawalinya dengan merilis gitar dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, mereka menggandeng beberapa musisi untuk membuat gitar signature seperti Billie Joe Armstrong dan Joe Perry.

Langkah selanjutnya adalah mulai merambah industri merchandise. Cara ini bisa berguna untuk musisi muda agar termotivasi untuk menabung agar bisa membeli gitar buatan Gibson.

Akhirnya, Gibson pun menggandeng perusahaan pembuat capo ternama, Thalia. Bukan tanpa alasan, Thalia terkenal sebagai pembuat capo dengan menggunakan kayu eksotis.

Dalam kerja sama ini, Gibson dan Thalia merilis tiga kategori produk. Pertama adalah capo dengan tema Gibson, lalu case ponsel yang terbuat dari pearl atau inlaid.

Capo yang dirilis memiliki inlay berbeda sesuai dengan desain inlay yang ada di fretboard Gibson. Contohnya seperti paralleolgram atau trapezoid. Ada juga yang memiliki logo Gibson Hummingbird atau Les Paul.

Sedangkan pada case ponsel dari pearl, terdapat desain yang identik dengan headstock gitar buatan Gibson. Bahan dasar pembuatan adalah Hawaiian Koa, Indian Rosewood, atau Santos Rosewood.

Sementara case ponsel dari inlaid memiliki gambar gitar-gitar buatan Gibson. Bahan dasar pembuatannya adalah Hawaiian Koa, Santos Rosewood, Purpleheart Wood, atau Black Ebony.

Bagian samping dibuat dengan polikarbon kelas militer untuk menjamin ketahanan. Sayangnya berbeda dengan Fender, merchandise Gibson dibanderol harga yang lumayan mahal.

Mau tahu lebih banyak soal musik? Klik link ini.