Memilih Potensio Gitar (Potensio) yang Paling Tepat

by Lintang on Aug 22, 2019

Walaupun kurang mendapatkan perhatian, potensio gitar adalah komponen terpenting pada gitar listrik juga. Memilih potensio gitar pun harus dengan kualitas yang bagus, karena bila salah memilih bisa berdampak buruk pada hasil sound yang dikeluarkan gitar kalian. Potensiometer nggak hanya memengaruhi output suara dari sebuah gitar, namun juga punya pengaruh pada karakter tone yang dihasilkan.

Bila dilihat lebih dalam lagi, potensiometer atau yang sering disebut juga sebagai pot ini merupakan variabel resistor yang besarannya dapat diubah dan disesuaikan sesuai dengan yang gitaris butuhkan. Besaran yang ada pada potensiometer nggak selalu pasti, tergantung dari jenisnya masing-masing. Maka, dengan pot ini kalian bisa mengatur porsi dari tone atau volume yang berasal dari komponen elektronik seperti pickup yang terhubung pada potensiometer ini.

Jenis-jenis pickup yang ada selama ini nggak bisa menggunakan potensiometer yang sama, sebagai contoh, pickup single coil umumnya menggunakan potensio 250K, sedangkan untuk pickup humbucker yang mana membutuhkan output lebih besar menggunakan potensio 500K. Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan beberapa tipe potensiometer beserta dengan penjelasan dan fungsinya.

Tipe-tipe Potensio Gitar

Umumnya potensiometer gitar dibagi menjadi pergerakan kurva minimum hingga maksimum ketika potensio diputar yang dinamakan taper.

1. Potensio Linear

Tipe potensio gitar ini bekerja berdasarkan rasio 1:1 anttara nilai output dengan pemutaran potensiometernya. Jenis potensio ini lebih sering digunakan untuk tone karena lompatan volume yang cukup besar. Jenis potensio ini umumnya memiliki tanda Lin atau B, contohnya 250K Lin dan B250K.

2. Potensio Logaritmik

Potensio ini memiliki kurva pengaturan yang lebih halus jika dibandingkan dengan tipe linear. Perubahan outputnya juga terkesan gradual. Hal ini karena potensiometer jenis ini bekerja berdasarkan kurva logaritmik tertentu. Potensio yang dikenal sebagai potensio audio ini ditandai dengan huruf A atau Aud, contohnya Aud 250K atau 250K.

3. Potensio Reverse

Ada jenis potensio gitar lain yang pergerakan kurvanya kebalikan dari potensio logaritmik atau audio. Ini bisa dilihat dari namanya. Jenis potensio ini biasa digunakan pada gitar untuk orang kidal, maka dari itu, jenis gitar ini bisa dibilang agak sulit ditemukan di Indonesia. Penandaan potensiometer reverse adalah dengan disematkannya huruf C, sebagai contoh: C250K.

4. Potensio Lainnya

Potensiometer lainnya yang dilengakapi dengan switch yang berfungsi untuk mengubah sistem wiring. Di samping itu, ada potensio yang bernama concentric yang mana dua potensio gitar bertumpuk yang memiliki tujuan supaya menghemat tempat. Jenis potensio umumnya digunakan untuk bass gitar.

Memilih Potensio Gitar yang Tepat

Sebelumnya kami menjelaskan bahwa beberapa potensio cocok untuk digunakan sesuai dengan posisinya masing-masing. Akan tetapi ini masih menjadi perdebatan manakah yang lebih cocok untuk volume, potensio linear atau logaritmik, atau sebaliknya. Walaupun umumnya untuk volume banyak yang menggunakan potensio logaritmik, ada juga beberapa yang menggunakan potensio linear untuk volume.

Dalam dunia potensiometer gitar dikenal satu istilah yang bernama kurva log. Pada setiap potensiometer gitar memiliki kurva log yang masing-masing berbeda. Dalam menentukan perubahan tapernya, setiap produsen pot menghadirkan kurva tersendiri, bahkan kurvanya pun bisa berbeda sesuai dengan pesanan sang produsen gitar. Salah satu contohnya adalah perbedaan kurva log antara produk Gibson dengan produknya Dimarzio.

Nilai Resistensi Pada Potensio Gitar

Seperti yang diketahui pada umumnya nilai potensio meter yang ada di pickup gitar humbucker berbeda dengan pickup single coil, nilai yang biasa tertera adalah 500K untuk pickup gitar humbucker, dan 250 untuk single coil. Bahkan untuk bass juga menggunakan potensiometer dengan nilai resistensi 250K. Akan tetapi, nilai resistensi tersebut dapat dinaikkan dan diturunkan sesuai dengan kebutuhan kalian sendiri.

Sebagai contoh, untuk gitar yang suaranya kurang memiliki clarity yang baik, kalian bisa mengganti potensiometer dengan nilai resistensi dan frekuensi yang lebih tinggi. Nilai resistensinya tersebut adalah 500k hingga 1 M (1 juta ohm). Atau bass kalian, bisa kalian “upgrade” potensiometernya ke pot dengan nilai resistensi yang lebih tinggi. Untuk hasilnya pun beragam, nggak bisa diseragamkan kasus-kasus yang terjadi.

Demikian artikel dari Smosyu Music tentang potensiometer gitar. Semoga bermanfaat!