Gibson: Perjalanan Dari Awal, Bangkrut, Hingga Bangkit Lagi

by Lintang on Aug 5, 2019

Apa yang terbesit di otak kalian apabila mendengar sebuah brand alat musik bernama Gibson? Pasti yang langsung muncul di kepala kalian adalah gitar-gitar premium dengan harga mahal. Harga gitar-gitar Gibson yang ada di pasaran memang betul nggak ada yang harganya kisaran di bawah 15 juta. Gibson bisa dibilang merupakan brand gitar paling ikonik yang telah menciptakan suara generasi musisi dan pencinta musik berbagai genre lebih dari 100 tahun.

Brand gitar dari Nashville, Tennessee ini didirikan pada tahun 1894 dan sudah bertahun-tahun menemani banyak musisi professional berkat evolusi produknya. Nggak hanya Gibson saja, brand Gibson juga melahirkan banyak brand gitar atau musik instrument lainnya, di antaranya adalah: Epiphone, Kramer, Steinberger, dan juga divisi Gibson Pro Audio yang terdiri dari KRK, Vega, Stanton DJ, dan juga Cerwin.

Awal sejarah brand Gibson terbentuk adalah ketika Oville Gibson mematenkan mandolin single-piece pada tahun 1898 yang lebih tahan lama dibandingkan mandolin pada umumnya. Kemudian, Orville Gibson memulai menjual instrumennya di tahun 1894 di sebuah workshop satu ruangan di daerah Kalamazoo, Michigan.

Di tahun 1902, sebuah perusahaan bernama Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co. Ltd didirikan. Tahun berikutnya, setelah Orville meninggal, perusahaan tersebut merekrut seorang desainer bernama Lloyd Loar untuk menciptakan alat musik baru. Loar akhirnya mendesain gitar L-5 archtop dan mandolin Gibson F-5 yang pertama kali dikenalkan pada 1922. Gibson pertama kali memperkenalkan gitar elektriknya, ES-150 pada tahun 1936 diikuti oleh beberapa alat musik elektrik lainnya seperti gitar baja, mandolin, dan juga banjo.

Selama Perang Dunia Kedua, Gibson mulai memproduksi bahan-bahan untuk alat-alat militer yang terbuat dari kayu dan juga metal. Pada rentang tahun 1942 – 1945, Gibson mempekerjakan pekerja perempuan untuk memproduksi gitar. Pekerja-pekerja perempuan tersebut memproduksi hampir 25,000 gitar selama PD II.  Di tahun 1944, Gibson dibeli oleh sebuah perusahaan bernama Chicago Musical Instruments, dan ES-175 akhirnya diperkenalkan pada tahun 1949.

Gibson merekrut seorang pebisnis bernama Ted McCarty dan menjadi President di tahun 1950. Di bawah kepemimpinannya, terciptalah sebuah gitar legendaris yang hingga saat kini masih menjadi favorit banyak gitaris, yakni Les Paul yang awalnya diperkenalkan pada 1952. Ada beberapa model Les Paul yang dari dulu hingga sekarang masih diproduksi di antaranya Custom, Standard, Special, dan juga Junior.

Di pertengahan tahun 1950, seri Thinline yang mana merupakan seri yang lebih tipis seperi Byrdland diproduksi. Kemudian, diikuti model lain seperti ES-350T dan juga ES-225T yang dikenalkan sebagai gitar alternative dengan harga yang lebih terjangkau. Di tahun yang sama Gibson memproduksi sistem bridge Tune-o-matic dan versi pickup humbuckernya yang akhirnya pertama kali dirilis tujuh tahun kemudian. Di tahun 1958, Gibson memperkenalkan seri ES-335T yang merupakan gitar hollow-body yang sama ukurannya dengan gitar seri Thinline. Yang membedakan ES-335 degan seri Thinline adalah sustain yang lebih panjang.

Pada tahun itu, Gibson juga memproduksi dua desain baru yang modelnya cukup eksentrik dan belum pernah dilihat sebelumnya, yakni Explorer dan Flying V. Awalnya, kedua model tersebut nggak mendapatkan penjualan yang baik. Gayung bersambut, kata terjawab, model tersebut akhirnya laris di tahun akhir 60an dan awal 70an. Pada tahun awal 60an, model lain yang bentuknya cukup “aneh” bernama Firebird juga dirilis.

Sang Presiden, McCarty mulai mencoba untuk memproduksi gitar lebih modern. Desain body Les Paul diubah dikarenakan permintaan desain body double-cutaway seperti yang dimiliki Fender Startocaster pada tahun 61. Gitar Gibson dengan double-cutaway yang bernama SG (Solid Guitar) akhirnya lahir. Kemudian desain Les Paul kembali lagi di katalog Gibson pada tahun 1968. Produksi gitar Gibson berpindah dari Kalamazoo ke Nashville, Tennessee di antara tahun 1974 dan 1984, walaupun masih ada pabrik di Kalamazoo yang hanya memproduksi gitar-gitar Gibson custom shop. Akan tetapi, pabarik di Kalamazoo ditutup pada tahun 1984.

Kebangkrutan dan Bangkitnya Gibson

Sayangnya brand kenamaan ini mengalami kebangkrutan pada 1 May 2018. Beberapa divisi yang nggak profitable seperti Gibson Innovations yang menjual audio equipment di luar Amerika Serikat ditutup karena usut punya usut merupakan sumber masalah finansial. Pada 23 Oktober 2018, perusahaan ini mengumumkan pergantian persiden dan CEO baru, James Curleigh, dan Cesar Gueikian sebagai Chief Merchant Officer beserta tim barunya yang mulai efektif pada 1 November 2018.

 Gibson adalah salah satu brand gitar yang sering wara wiri di Smosyu Music & jadi produk yang paling laris.

Smosyu Music - https://www.smosyumusic.com/ adalah toko musik yang menyediakan alat-alat musik profesional berkualitas. Yuk kunjungi katalog produk-produk Smosyu Music untuk lebih lengkapnya.