Gibson Les Paul: Perbedaan Standard, Classic, Custom, dan Lainnya

by Lintang on Aug 16, 2019

Bagi para penggemar Slash, pasti nggak asing lagi dengan Gibson Les Paul. Salah satu gitar paling ikonik di dunia ini, bentuknya memiliki trademark sendiri. Banyak gitar copy-an Les Paul yang ada di pasaran, mulai dari harga yang murah hingga kelas menengah. Banyak gitar Jepang yang meniru Gibson Les Paul dengan sangat baik. Sebut saja beberapa merk seperti Greco, Tokai, bahkan Ibanez. Beberapa dari mereka juga memiliki kualitas yang nggak kalah dengan Gibson. Pantas saja harga yang dibanderol juga lumayan.

Karena versi Gibson-nya mahal, Gibson bersama Epiphone merilis versi lebih terjangkaunya, walaupun ada versi Jepang yang harganya juga nggak murah. Beberapa artis juga identik dengan Les Paul, salah satunya ya Slash tadi. Gitaris lain seperti Joe Perry, Zakk Wylde, Jimmy Page, sampai Randy Rhoads adalah pengguna Gibson Les Paul. Seperti yang kita ketahui, Gibson Les Paul hadir dengan beberapa versi, di antaranya; Standard, Classic, Supreme, Custom, Traditional, Studio, dan ada beberapa versi lainnya. Masing-masing versi juga memiliki ciri khasnya masing-masing.

Harga pasaran Gibson Les Paul juga terkenal tinggi. Harga secondnya saja mencapai lebih dari Rp 20 juta. Namun, memangnya apa sih kelebihan dari Gibson Les Paul? Sebelumnya kami pernah membahas tentang merk Gibson secara keseluruhan. Untuk artikel ini, kami akan membahas artikel khusus gitar ikonik dengan model single cutaway.

Perbedaan Gibson Les Paul Standard, Classic, Custom, dan Versi Lainnya

Gibson Les Paul Standard 50s

Les Paul Standard 50s merupakan salah satu model yang paling berat, dan tentu nggak semua orang merasa nyaman menggunakan gitar ini. Akan tetapi, seri ini mampu menghasilkan tone low-end yang sangat creamy, dan mid-range yang warm. Pickup yang digunakan pada seri ini adalah humbucker dari Gibson yakni Burstbucker yang tentu mumpuni banget untuk digabungkan dengan distorsi maupun overdrive.

Gibson Les Paul Standard 60s

Secara konstruksi, Les Paul Standard 60s nggak memiliki perbedaan jauh dengan pendahulunya. Namun, kali ini, Gibson merancang neck yang lebih slim. Pickup yang digunakan pada gitar ini adalah pasangan Burstbucker 61T dan juga 61R.

Gibson Les Paul Classic

Apabila ada gitaris yang suka banget dengan model Les Paul dan merasa versi Standard itu berat, mereka bisa memilih Gibson Les Paul Classic. Berbeda dengan versi Standard (apalagi keluaran lama) yang bodinya unchambered, LP Classic hadir dengan bodi chambered yang membuatnya lebih ringan.

Tak hanya memberikan bobot yang lebih ringan, dengan desain chambered, hal ini mampu menambahkan resonansi dan proyeksi. Profil neck slim juga sangat cocok banget untuk gitaris dengan ukuran tangan yang nggak terlalu besar. Pickup LP Classic identik dengan pickup tanpa cover.

Gibson Les Paul Studio

Seri ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1983 di katalog Gibson. Selain itu, seri ini merupakan seri Les Paul dengan harga yang paling terjangkau. Pada seri ini nggak akan ditemukan body binding, neck binding, dan juga inlay pada headstock. Selain itu, body pada LP Studio juga lebih tipis dibandingkan dengan LP Standard. Pada awal kemunculannya seri ini menggunakan material kayu alder, namun Gibson menggunakan material kombinasi maple top/mahoni body.

Gibson Les Paul Traditional

Seri Gibson Les Paul Traditional menawarkan fitur-fitur dasar Gibson LP yang pernah keluar di tahun 1950 hingga 1980. Neck dan bodi gitar seri ini dibuat dengan material mahoni, serta fretboardnya menggunakan kayu rosewood. Fitur lain yang dimiliki Les Paul Traditional adalah bobot yang lebih ringan, tuner manual tradisional, dan kelebaran neck gaya lama. 

Gibson Les Paul Custom

Ini seri paling tinggi dari seri LP. Gibson LP Custom pertama kali dikembangkan pada tahun 1953, setahun setelah Gibson mengenalkan model Les Paul ke publik. LP Custom memiliki tampilan yang lebih elegan. Warna yang paling terkenal dari seri ini adalah Ebony dan juga Alpine White.

Yang membuatnya tampil mewah dan classy adalah aksen dan hardware berwarna emas. Karena seri ini paling tinggi, sudah pasti harganya juga paling mahal. Harga pasaran untuk gitar secondnya masih mencapai di angka Rp 35 hingga 40 jutaan.

Gibson Les Paul adalah salah satu seri gitar yang sering wara wiri di Smosyu Music & jadi produk yang paling laris.
Smosyu Music - https://www.smosyumusic.com/ adalah toko musik yang menyediakan alat-alat musik profesional berkualitas. Yuk kunjungi katalog produk-produk Smosyu Music untuk lebih lengkapnya.