Archive for August 2019

Music Man StingRay: Awal Mula Sejarah Lahirnya Bass Ikonik

by Lintang on Aug 26, 2019

Jika mengingat salah satu bass ikonik, tentu nggak bisa terlepas dengan StingRay, bass besutan dari Ernie Ball Music Man. Banyak musisi ternama dari mancanegara yang memercayakan seluruh permainnya melalui bass satu ini. Sebut saja Flea dari Red Hot Chilli Peppers, Tom Hamilton-nya Aero Smith, Alex James dari Blur, Mike Herrera dari MXPX, sampai musisi dalam negeri seperti Thomas Ramdhan dari Gigi. Maka dari itu, Ernie Ball Music Man StingRay sangat identik dengan musik rock.

Secara bentuk, bass ini memiliki desain yang mirip dengan Fender Precision Bass. Namun, yang membedakan keduanya adalah bentuk pickguard-nya dan juga equalizer, sebuah pickup humbucker pada bagian bridge, dan juga volumenya. Sebelumnya kami pernah membahas tentang brand gitar Ernie Ball Music Man secara keseluruhan, nah pada artikel ini kami akan berfokus pada salah satu bass paling ikonik sepanjang masa besutan brand asal Amerika tersebut.

Sejarah Awal Dibuatnya Music Man StingRay

Sejarah awal terciptanya model bass StingRay adalah ketika pegawai dari Fender, Forrest White dan Tome Walkter, merasa nggak bahagia dengan sistem manajerial perushaan yang dilakukan oleh CBS. Kemudian mereka berdua keluar dari salah satu produsen gitar dan bass terbesar tersebut, dan memulai membuat perusahaan gitar baru yang awalnya bernama Tri-Sonix, Inc. Setelah beberapa waktu berjalan, karena terasa kurang pas, nama tersebut diubah menjadi Musiktek,Inc. Nama Musiktek, Inc. sepertinya juga masih kurang cocok, akhirnya pada tahun 1974 lahirlah sebuah perusahaan bernama Music Man.

Sebelum terjun ke bidang produksi gitar dan bass elektrik, Music Man memproduksi sebuah amplifier hybrid yang menggabungkan teknologi solid state dan tabung yang di desain oleh Tom Walker dan juga salah satu orang yang berpengaruh di perusahaan ini dan juga Fender, yakni Leo Fender. Ketika perusahaan ini berjalan, Leo Fender secara diam-diam membantu perusahaan ini. Ia juga merasa nggak bahagia karena perusahaan yang sebelumnya pernah dia singgahi, Fender Electric Instrument Manufacturing Company, jatuh ke tangan CBS. Leo Fender juga salah satu orang yang turut berkontribusi akan pemberian nama Music Man pada perusahaan ini.

Nggak lama, pada tahun 1976, lahirlah seri StingRay bass yang secara penampakan nggak berbeda jauh dengan Precision Bass milik Fender. Agar memiliki desain yang berbeda mereka akhirnya merancang bass ini dengan desain pickguard lonjong berbentuk menyerupai telur di bagian tengah dan sebuah pickup humbucker yang dilengkapi dengan pre-amp yang ditenagai dengan baterai 9 volt. Nggak hanya itu saja, yang membuat bass ini berbeda dengan Fender Precision Bass adalah headstocknya yang unik. Mereka mencoba menawarkan hal baru kepada pemain bass. Ketika Fender Precision Bass memiliki posisi tuner yang sejajar secara horizontal, StingRay justru ingin mendobrak dengan desain posisi 3 buah tuner di bagian atas, dan 1 buah tuner di bagian bawah.

Selain itu, pada bagian belakan neck bass ini hadir dengan heavy satin finish yang bertujuan agar penggunanya bisa melakukan slide dengan lebih mudah. Keluaran pertama Music Man StingRay hadir dengan preamp yang dilengkapi 2-band EQ yang terdiri dari bass dan treble saja. Karena setting tersebut kurang bisa memberikan tone yang lebih lebar, akhirnya Music Man merilis versi preamp denan 3-band EQ (bass, midrange, dan treble). Maka dari itu, versi ini memungkinkan penggunanya meraih tone midrange sesuai dengan yang mereka mau.

Seiring berjalannya waktu, Music Man mengembangkan bass ini dengan menciptakan model versi senar 5 atau diberi nama StingRay 5. Seri Sting Ray 5 ini memiliki tambahan lain yakni switch 3-way yang memungkinkan para penggunanya untuk memisahkan koil pickup humbuckernya. Selain itu seri ini hadir dengan dua buah pickup humbucker.

Versi Budget StingRay

Pada awalnya, Music Man hanya ditujukan bagi para bassis yang rela membeli sebuah produk dengan harga mahal. Akan tetapi, permintaan StingRay pun melonjak, bahkan untuk kelas entry-level yang harganya cenderung jauh lebih terjangkau. Maka dari itu, Music Man yang sudah bergabung dengan Ernie Ball merilis versi budget-nya melalui perusahaan Davitt & Lanser dengan memberikan lisensi gitar dan bass replica Ernie Ball Music Man-nya dengan nama OLP. Di bawah nama OLP, StingRay menjelma menjadi sebuah bass bernama S.U.B yang merupakan singkatan dari Sport Utility Bass. Berbeda dari produk-produk Ernie Ball dan Music Man, OLP diproduksi di negeri Tirai Bambu atau Tiongkok.

Model tersebut akhirnya berhenti dikarenakan Ernie Ball Music Man sudah nggak bekerja sama lagi dengan Hanser Holdings International. Namun, permintaan produk-produk mereka masih tetap diminati. Akhirnya mereka meneruskan memproduksi produk-produk budget mereka dengan nama Streling by Music Man pada tahun 2009.


Kenali Jenis Efek Gitar dan Juga Fungsinya Masing-masing

by Lintang on Aug 24, 2019

Efek gitar bisa dibilang menjadi perangkat penting dalam bermain gitar, terutama untuk para musisi yang siap untuk manggung, karena efek gitar bisa menentukan output sound yang dihasilkan. Sebagus-bagusnya permainan kita, tanpa didukung oleh efek gitar, terkadang hasil sound yang diinginkan nggak tercapai.

Jenis efek pun beragam, mulai dari stompbox, multi efek, hingga rackmount. Harganya pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga belasan bahkan puluhan juta Rupiah. Banyak alasan gitaris mengapa mereka menggunakan efek, pertama ingin mencapai tone yang mereka inginkan, hingga ingin mendapatkan suara-suara aneh yang ingin mereka dapatkan agar suasana lagu bisa tersampaikan.

Pada dasarnya, efek merupakan seperangkat elektronik yang mampu mengubah output suara alat musik. Masing-masing efek memiliki fungsinya masing-masing. Selain itu, konfigurasi atau setting efek nggak selalu sama.

Aspek-aspek lain seperti akustik ruangan sangat berpengaruh pada setting efek dan juga amplifier. Bagi para gitaris, mungkin kalian tahu efek-efek penting yang digunakan seperti overdrive atau distorsi, delay, reverb, dan masih banyak lagi. Pada artikel ini kami akan membahas jenis-jenis efek gitar dan juga fungsinya. Berikut penjelasannya.

Jenis-jenis Efek Gitar

Distorsi

Secara definisi, distorsi merupakan bentuk dari pemrosesan sinyal audio yang digunakan untuk mengubah suara alat musik electrik yang diamplifikasi dengan meningkatkan gain, dan memporduksi tone menggeram atau nggak jelas. Efek distorsi umumnya digunakan untuk gitar elektrik, namun instrumen lain seperti bass juga bisa menggunakan distorsi. Ada beberapa jenis distorsi yang ada di pasaran, di antaranya adalah:

1. Overdrive: Jenis distorsi pertama yang bernama overdrive ini pada dasarnya memberikan boost pada amplifier sehingga menghasilkan suara yang terdistorsi. Di antara efek distorsi lain, overdrive merupakan distorsi yang paling halus, maka tone yang dihasilkan pun paling jelas. Efek overdrive memberikan kesan kotor pada output suara gitar yang keluar dari amplifier.

2. Fuzz: pada dasarnya, fuzz merupakan efek distorsi paling ekstrem karena tone yang dihasilkan semakin kabur. Salah satu gitaris yang menggunakan efek ini adalah Jimi Hendrix. Ada beberapa efek fuzz yang ada di pasaran, di antaranya, Electro-Harmonix Big Muff, BOSS FZ-5 Fuzz, dan masih banyak yang lainnya.

Modulasi

Efek jenis ini berfungsi untuk menggabugkan beberapa sinyal audio di dalam rangkaian efek demi menciptakan suara yang berbeda. Beberapa dari efek modulasi ini mencampur sinyal audio dengan sinyal yang dihasilkan oleh efek gelombang pembawa. Ada beberapa efek modulasi di antaranya:

1. Phaser: Efek phaser membuat efek suara yang menguatkan beberapa elemen nada dan mengurangi elemen nada lain sehingga suara yang keluar seperti suara berteriak.

2. Flanger: Efek jenis ini merupakan efek audio yang diproduksi dengan mencampurkan dua sinyal identik secara bersamaan. Jenis efek ini membuat suara yang diproduksi seperti suara pesawat.

3. Chorus: efek ini menjadikan dua suara yang sama hadir di waktu yang bersamaan sehingga yang terdengar seperti dua suara.

4. Tremolo: Tremolo pada dasarnya adalah efek yang mengubah volume pada suara gitar berkali-kali. Jadi suara yang dihasilkan seperti memutar knob volume secara cepat berulang-ulang kali.

Time-based Effect

Efek jenis time-based memiliki kegunaan untuk menunda sinyal atau menambahkan gaung. Ada beberapa efek time-based yang seridng digunakan oleh para gitaris, di antaranya adalah Delay, Looper, dan juga Reverb.

  1. Delay: Efek ini bekerja dengan cara merekam sinyal input ke sebuah media penyimpanan audio, dan kemudian kembali dimainkan setelah beberapa saat.
  2. Reverb: Efek reverb merupakan efek yang keluar secara persisten setelah suara diproduksi.

Efek dynamic

Efek ini memiliki tujuan untuk memodifikasi volume gitar. Beberapa jenis efek ini adalah volume pedal, compressor, dan juga noise gate.

  1. Noise gate: Sudah jelas, efek ini adalah menghilangkan efek-efek yang membuat suara gitar terdengar berisik dan bising. Beberapa noise gate yang terkenal adalah BOSS Noise Suppressor NS-2, dan iSP Noise Reduction.
  2. Compressor: Efek ini berfungsi untuk membuat suara yang kencang menjadi lebih pelang atau sebaliknya. Seringkali, efek ini digunakan untuk memperpanjang sustain, menstabilkan volume, dan juga menghaluskan nada.
  3. Volume pedal: Efek ini juga sudah jelas fungsinya yakni untuk meningkatkan volume atau mengecilkan volume tanpa harus memutar knob gitar ataupun amplifier.

 

 


Tipe Pick Gitar Berdasarkan Bahan dan Tingkat Ketebalan

by Lintang on Aug 24, 2019

Ukurannya memang kecil, tapi benda bernama pick gitar penting banget untuk menunjang permainan gitar para gitaris. Terlebih lagi untuk gitaris yang membutuhkan permainan cepat ala shredder ataupun blues. Bila ditelisik lagi pick gitar sendiri memiliki karakternya masing-masing. Permainan dan selera gitaris sangat berpengaruh dalam pemilihan pick gitar.

Kalian tidak bisa menyamakan pick yang orang lain gunakan dengan yang kalian gunakan karena nggak selalu sama. Ada beberapa orang yang suka menggunakan pick baja, sedangkan yang lain pun tidak. Begitu juga ada yang suka pick dengan ukuran kecil, dan yang lainnya lebih suka ukuran yang lebih besar. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tipe-tipe pick gitar berdasarkan bahan dan tingkat ketebalan.

Bentuk-bentuk Pick Gitar

Di pasaran, terdapat beberapa bentuk pick gitar. Masing-masing bentuk memiliki kesan yang berbeda ketika dipegang. Ada enam jenis bentuk pick gitar di antaranya adalah bentuk teardrop, segitiga, jazz, home base, circular, dan juga thumb pick. Pada bab ini, kami akan menjelaskan pick gitar berdasarkan bentuk.

1. Teardrop

Tipe ini bisa dibilang tipe yang cukup sering digunakan oleh para gitaris karena bentuk yang mirip dengan tetesan air mata dimana ujungnya yang lancip membuat pick jenis ini hanya berkontak pada satu ujung saja. Pick jenis ini dibilang cukup fleksibel untuk segala jenis permainan.

2. Jazz

Secara bentuk, pick ini mirip dengan teardrop, namun pick ini memiliki ukuran yang cenderung lebih kecil. Sesuai dengan namanya, pick ini memang dibuat untuk gitaris jazz yang sering menggunakan teknik permainan arpeggio. Tone yang dihasilkan pun lebih halus dibandingkan dengan pick yang lebih lebar.

3. Segitiga

Bentuk pick ini bisa dibilang paling lebar jika dibandingkan dengan jenis pick lainnya. Karena bentuknya segitiga yang masing-masing sisi memiliki sudut, ketiga sisi tersebut bisa digunakan. Maka dari itu, apabila sisi yang satu sudah tumpul, sisi lainnya bisa dipakai. Pick jenis ini juga sering digunakan oleh bassist karena bentuknya yang lebar.

4. Home Base

Bentuk pick gitar ini memiliki kemiripan dengan home base Baseball. Pick ini mampu memberikan tone yang lebih jelas dan nyaring. Akan tetapi peminat pick jenis ini semakin berkurang, dan di pasaran kini sudah jarang dijual.

5. Circular Pick

Pick ini juga jarang ditemukan di pasaran karena penggunanya juga nggak banyak. Suara yang dihasilkan juga lebih halus karena pick ini nggak memiliki sudut. Pick ini dirilis oleh salah satu brand gitar ternama, Ibanez. Biasanya jenis pick ini digunakan untuk gitar akustik ataupun ukulele.

6. Thumb Pick

Cara menggunakan pick ini mirip dengan memasukkan cincin ke jari, namun pick ini dimasukkan ke jempol atau ibu jari. Biasanya, gitaris yang menggunakan pick ini adalah yang sering menggunakan teknik finger picking. Jenis gitar akustik juga yang paling umum yang digunakan ketika menggunakan pick ini. Namun, pemain elektrik juga tetap boleh menggunakan jenis pick ini.

Tipe Pick Gitar Berdasarkan Bahan

Bahan-bahan pick gitar juga beragam, mulai dari bahan nylon, seluloid, hingga baja. Bahan dari pick ini juga berpengaruh pada suara yang dikeluarkan. Kenyamanan dari masing-masing bahan juga secara relatif tergantung pada sang gitarisnya.

1. Tortex

Bahan pick gitar ini dikembangkan oleh produsen bernama Jim Dunlop. Bagi kalian yang tangannya sering berkeringat, cocok banget menggunakan pick ini karena permukaannya nggak terlalu licin. Pick dengan material tortex juga nggak mudah terkikis karena memiliki daya tahan yang baik.

2. Delrin

Selain bahan tortex, Jim Dunlop juga mengembangkan pick yang menggunakan material bernama delrin. Namun, sayangnya pick jenis ini kurang cocok untuk kalian yang tangannya sering berkeringat karena permukaannya yang licin.

3. Seluloid

Salah satu bahan yang cukup umum yang bisa kalian temukan di pasaran. Seluloid sendiri merupakan bahan resin sintetis atau plastik. Permukaan pick seluloid cukup licin, dan pick gitar ini tergolong cukup mudah terkikis.

4. Nylon

Material ini memiliki tekstur yang lembut namun permukaannya nggak terlalu licin sehingga bahan ini tergolong nyaman. Namun, karena bahannyaterbuat dari nylon, suara yang dihasilkan ketika menggunakan pick ini nggak terlalu tegas. Pick ini cukup populer digunakan oleh gitaris jazz atau pun gitaris yang menggunakan gitar akustik.

5. Polycarbonate

Material ini yang sering digunakan pada case CD. Biasanya pick ini memiliki ketebalan yang cukup tebal, maka kalian bisa mendapatkan suara yang tegas ketika menggunakan pick ini. Apabila kamu gitaris dengan melakukan petikan agresif pick ini cocok untuk kalian.

6. Ultem

Jenis pick gitar ini memiliki karakter yang mirip dengan kuku manusia sehingga pick ini bisa dibilang memiliki daya tahan yang baik. Apabila kalian sering bermain gitar dengan menggunakan kuku, ultem cukup cocok untuk kalian.

7. Tortoise Shell

Pick gitar ini bisa dibilang pick gitar yang harganya cukup mahal karena bahannya yang terbuat dari cangkang kura-kura. Suara yang dihasilkan pun cukup tegas sehingga bagi kalian gitaris yang sering melakukan petikan agresif cukup cocok menggunakan pick jenis ini.

8. Stainless Steel atau Logam

Jenis pick berdasarkan material yang terakhir adalah pick stainless steel. Nggak semua orang cocok dengan pick jenis ini karena nggak semua orang suka mendengar gesekan baja dengan baja.


Ernie Ball Musicman: Perjalanan Panjang Salah Satu Brand Terbaik

by Lintang on Aug 24, 2019

Ingat brand bernama Musicman, pasti identik dengan beberapa musisi seperti John Petrucci, Flea dari Red Hot Chilli Peppers, Steve Morse-nya Deep Purple, dan masih banyak lagi. Selain itu, brand ini juga sangat melekat banget dengan nama Ernie Ball yang mana dikenal sebagai merk senar gitar dan juga bass. Musicman sendiri merupakan produsen gitar dan bass yang berasal dari Amerika Serikat yang akhirnya bekerja sama dengan Ernie Ball.

Mengapa nama Ernie Ball sangat melekat dengan nama Musicman, tentu saja karena brand ini sendiri adalah sebuah divisi dari korporasi bernama Ernie Ball tersebut. Merk gitar dari Amerika serikat ini nggak ingin dianggap produk-produknya berada di kelas entry level hingga ke menengah apalagi setelah diakuisisi oleh Ernie Ball pada tahun 1984. Bisa disimpulkan produk-produk keluarannya harganya juga dibanderol dengan harga sekitar puluhan juta Rupiah. Pada artikel kali ini kami akan membahas sejarah dan seluk beluk salah satu merk gitar ternama yakni Ernie Ball Music Man.

Sejarah Ernie Ball Musicman

Sejarah awalnya berdiri brand gitar dan bass yang digunakan oleh Thomas Ramdhan ini dibentuk oleh Forrest White dan Tom Walker. Pada tahun 1971, kedua orang tersebut membentuk sebuah perusahaan Tri-Sonix, Inc. Sebelumnya, Tom Walker merupakan sales dari Fender, dan agar finansial perusahaan tersebut tersokong, ia mendekati Leo Fender. Akhirnya, tanpa sepengetahuan Fender, Leo Fender menjadi partner dari Tri-Sonix, Inc.

Brand gitar ini juga sangat identik dengan Fender karena pendirinya memiliki kelekatan dengan brand gitar elektrik yang sangat terkenal di Indonesia ini. Forrest White sendiri bekerja bersama Leo Fender sejak tahun 1954 di awal perusahaan Fender Electric Instrument Manufacturing Company berdiri. Namun, karena ketidak cocokan dengan manajemen perusahaan tersebut, akhirnya White mundur di tahun 1966.

Pada Januari 1974 akhirnya perusahaan dengan nama Musitek, Inc. Akan tetapi Leo Fender nggak cocok dengan nama tersebut, dan mengganti namanya dengan Nama Music Man. Produk pertama yang dirilis oleh perusahaan ini berupa amplifier hybrid antara teknologi tabung dengan solid state bernama Sixty Five yang didesain oleh Tom Walker dan juga Leo Fender.

Di bulan Juni 1976, perusahaan ini mulai memproduksi gitar yang diikuti dengan produksi bass sebulan setelahnya. Gitar dan bass dari Music Man ini di desain oleh Fender dan White. Di tahun ini muncul katalog pertama yang menawarkan sebuah gitar dengan dua buah pickup bernama StingRay, dan juga versi bass StingRay. Bass StingRay ini sangat identik dengan pickguard bulat di bagian tengah dan sebuah pickup humbucker.

Akhirnya bass StingRay sukses penjualannya. Pada Desember 1978, Music Man mengeluarkan seri bass dengan dua buah pickup bernama Sabre yang sayangnya sudah nggak diproduksi lagi mulai dari tahun 1991. Namun, sayangnya karena beberapa hal Music Man mengalami kebangkrutan. Di bulan Maret 1984, Ernie Ball membeli Music Man. Hingga kini kita mengenali nama Music Man disandingkan dengan Ernie Ball.

Versi Budget Gitar Ernie Ball Musicman

Pada awalnya, Ernie Ball Music Man ingin memposisikan produk-produk mereka sebagai produk kelas high-end. Akan tetapi, karena permintaan dari konsumen yang semakin tinggi, akhirnya Ernie Ball Music Man merilis gitar versi budgetnya di akhir tahun 90an karena banyak pesaingnya yang mengisi market ini terutama di daerah negara Asia Timur. Kemudian, Music Man memberikan lisensi mereka ke HHI/Davitt & Hanser dengan membuat Officialy Licensed Products (OLP) untuk mengisi gap kosong gitar dengan harga terjangkau.

Di tahun 2009, Music Man memberi lisensi ke Praxis Musical Instrument untuk membangun brand untuk kelas menengah dengan naman Sterling by Music Man. Banyak produk-produk Sterling dibuat di Indonesia dan kualitasnya nggak kalah dengan produksi negara lain.

Beberapa Artis yang Menggunakan Musicman

1. Steve Morse dari Deep Purple.
2. John Petrucci dari Dream Theater.
3. Steve Lukather.
4. John Myung dari Dream Theater.
5. Mike Herrera dari MXPX.
6. Stephen Egerton dari Descendents.
7. Mick mars dari Motley Crue.
8. Cliff Williams dari AC/DC.
9. Benny Rietveld dari Santana.
10. Dan masih banyak lagi.

Music Man adalah salah satu seri gitar yang sering wara wiri di Smosyu Music & jadi produk yang paling laris.

Smosyu Music - https://www.smosyumusic.com/ adalah toko musik yang menyediakan alat-alat musik profesional berkualitas. Yuk kunjungi katalog produk-produk Smosyu Music untuk lebih lengkapnya.


Toko Jual Gitar dan Beli Online dengan Harga yang Bagus

by Lintang on Aug 23, 2019

Jual Gitar - Bisnis musik hingga hari ini masih banyak peminatnya. Banyak toko-toko musik yang kini berseliweran di sosial media seperti Instagram ataupun marketplace. Bagusnya lagi, toko-toko musik ini nggak hanya menjual gitar baru, namun juga gitar second yang umumnya notabene punya kayu yang lebih matang. Walaupun begitu, membeli gitar online sebisa mungkin harus berhati-hati dan dicek kembali.
Banyak aspek penting ketika membeli gitar. Kalau nggak memperhatikan secara seksama yang kita dapatkan bukan sebuah gitar impian, tapi uang kita bisa hangus melayang dibawa pergi orang. Pada artikel kali ini kami akan membahas tips jual dan beli gitar melalui platform online dengan harga yang bagus.

Tips Beli Gitar Online dengan Harga Bagus

1. Ketahui Reputasi Sang Penjual

Membeli barang secara online bisa dibilang cara paling tricky. Memang platform ini memudahkan kita karena hanya dengan membuka sebuah situs marketplace ataupun media sosial kita bisa memilih barang yang disuka. Akan tetapi karena kita nggak melihat barang dan penjualnya secara langsung, kita nggak bisa memastikan barang itu ada atau nggak. Apalagi barang yang kita inginkan dijual di luar kota.
Seperti yang kita ketahui, banyak kasus penipuan jualan melalui internet. Nah, maka dari itu yang harus kalian lakukan adalah cek reputasi sang penjual. Kalian bisa melihatnya melalui forum atau tanya testimonial dari orang lain terutama teman-teman terdekat yang pernah berhubungan dengan sang penjual atau nggak mendengar berita positif dari sang penjual. Atau kalian bisa melihatnya melalui platform lain seperti Instagram atau YouTube.
Smosyu Music, sebagai salah satu toko musik yang mencoba untuk terus menjaga integritas, mencoba selalui menunjukkan hal positif dengan memberikan pelayanan terbaik melalui online. Bila ingin mengecek ulang, kalian bisa melihatnya via YouTube karena di sana terdapat testimonial yang didapatkan dari beberapa musisi terkemuka.

2. Ketahui Posisi Sang Penjual

Hal lain yang harus kalian perhatikan adalah ketahui posisi sang penjual. Sebisa mungkin beli gitar terdekat. Salah satu alasan mengapa membeli gitar dari penjual yang lokasinya dekat dengan posisi kalian adalah kalian bisa melakukan COD (Cash on Delivery). Namun, apabila kalian berada di tempat yang jauh dari posisi dimana penjual berada. Kalian bisa mengecek reputasi penjual dan melihat atau membaca testimonial dari pembeli lainnya.
Ada hal baik yang bisa kita peroleh di era informasi yang semakin canggih sekarang ini, terutama berkembangnya media sosial. Toko atau penjual alat musik yang bereputasi baik bisa kalian lihat di kolom komentar post Instagram mereka.

3. Cek Harga dan Minta Foto Lengkap Terlebih Dahulu

Kalian nggak mau beli kucing dalam karung kan? Nah, supaya kalian nggak kecewa, kalian bisa mencoba menghubungi langsung sang penjual. Apabila di media sosial atau di marketplace fotonya menurut kalian kurang detil, coba minta fotonya lagi melalui internet. Akan tetapi, jangan lah jadi pembeli yang menyebalkan yang sudah tanya banyak, tapi kabur tanpa jejak. Jadilah pembeli atau calon pembeli yang beretika.
Di samping itu, kalian harus mengecek harga supaya kalian tidak kecewa. Kalian bisa cek harga pasaran gitar yang kalian incar di toko-toko lain.

4. Kalau Bisa Beli COD (Cash on Delivery), Kalau Nggak Pastikan Pengiriman Barang Aman

Seperti yang kita ketahui bahwa gitar bukanlah barang murah. Semurah-murahnya juga harganya jutaan. Pastikan kalian memastikan dan menentukan jadwal bertemu penjualnya di suatu tempat. Atau apabila sang penjual memiliki toko, coba kunjungi tokonya. Smosyu Music sendiri memiliki store yang bisa kalian kunjungi.
Apabila kalian masih kurang puas dengan penjelasan kami di media sosial ataupun website resmi, kalian bisa mengunjungi store kami di daerah Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Tentu Smosyu sangat bersenang hati apabila ada calon pembeli yang berasal dari tempat yang lokasinya cukup jauh.

5. Cek Dulu Karakter Gitar yang Dibeli di YouTube ataupun di Forum

Sebenarnya ini adalah opsi tambahan buat kalian yang ingin mengetahui segala detil di gitar yang ingin kalian beli. Kini, untuk melihat demo dari suatu produk agar kalian tidak kecewa dengan produk yang ingin kalian beli, kalian bisa mengeceknya melalui video dari YouTube atau kalian bisa meminta seller buatkan demo produk.

Kesimpulan: Mencari Orang yang Jual Gitar dengan Harga Terbaik

Cari orang yang jual gitar dengan harga terbaik sebenarnya gampang-gampang sulit. Akan tetapi, kalau kita lebih teliti pasti bakal dapat gitar yang kita ingingkan dengan harga terbaik. Di forum-forum banyak kok penjual yang jual gitar dengan harga yang kalian inginkan. Demikian artikel Smosyu Musik tentang tips membeli gitar di toko atau penjual gitar online. Selamat memburu dan selamat nge-GAS!