Archive for July 2019

Gitar Fender Stratocaster: Dari Anak Metal Sampe Raja Dangdut

by Lintang on Jul 29, 2019

Fender Stratocaster: Dari Anak Metal Sampe Raja Dangdut

Siapa yang nggak kenal dengan Stratocaster? Salah satu model gitar paling ikonik dan legendaris ini sudah banyak dipakai oleh para gitaris dunia. Mulai dari Jimi Hendrix hingga Rhoma Irama, Stratocaster sudah menemani banyak para ksatria gitar dari panggung ke panggung. Tone yang dihasilkanpun begitu khas. Pada dasarnya, Stratocaster adalah gitar yang sangat mumpuni untuk segala jenis musik. Dari blues hingga heavy metal bisa dilibas dengan stratocaster. Banyak sekali gitaris legendaris yang sangat identik dengan gitar satu ini, di antaranya adalah Stevie Ray Vaughan, Jeff Beck, Jimi Hendrix, Yngwie Malmsteen, dan masih banyak lagi. Apa yang membuat Stratocaster begitu ikonik?


Awalnya gitar yang memiliki trademark double cutaway ini didesain pada tahun 1954 oleh empat orang bernama Leo Fender, Bill Carson, George Fullerton, dan juga Freddie Tavares. Pada awal kemunculannya, Stratocaster adalah gitar pertama yang memiliki tiga buah pickup dan sebuah system vibrato. Seperti yang kita ketahui bentuk Stratocaster sangat identik dengan gitar elektrik yang kita lihat selama ini. Beberapa dari kita nggak jarang mengidentikan Stratocaster dengan gitar listrik pada umumnya.

Tentunya sang desainer memiliki alasan tertentu mengapa Stratocaster memiliki lekukan body dengan dua cutaway. Alasan utamanya adalah agar pemain bisa lebih mudah mencapai fret tertinggi pada neck. Pada awal pembuatannya di tahun 1954, Stratocaster hadir dengan sebuah neck maple 21 fret dengan inlay titik hitam yang solid. Warna pertama yang digunakan pada Stratocaster adalah warna sunburst 2 tone. Kemudian, pada tahun 1958, Fender mulai menggunakan kayu alder untuk body-nya dan mengubah warnanya dari 2 tone, menjadi 3 tone. Beberapa komponen seperti string tree, system tremolo, dan knob berubah. Untuk profile necknya pun bentuknya juga diubah menjadi V-Shape.

Setahun setelahnya, Fender mengenalkan fingerboard rosewood yang lebih datar (model ini berakhir hingga tahun 1962 ketika gaya fretboard veneer dikenalkan). Gitar Fender pada tahun ini juga hadir dengan pickguard dengan tiga lapis yang tadinya hanya tiga lapis. Komposisi dari pickguard ini menggunakan cat kehijauan yang berubah tergantung dari pencahyaannya.

Pada tahun 1964, Fender dibeli oleh CBS yang menandakan akhir dari era Pra-CBS. Gitar-gitar Fender era CBS produksinya lebih masal. Selain itu, ada perbedaan dari logo di bagian headstock. Semenjak bergantinya pola produksinya, Fender menghadirkan headstock yang lebih besar dibandingkan dengan keluaran sebelumnya. Fender juga mengembalikan opsi fingerboard Maple.

Sepanjang akhir tahun 60an, kualitas Fender di bawah CBS semakin menurun. Mulai tahun 1968, Fender mulai menggunakan finish polyurethane yang lebih tebal. Mulai tahun 1969, Fender menawarkan neck Maple single-piece dengan “skunk stripe”. Selanjutnya, ada karakterisitik yang identik dari Fender Stratocaster rilisan 70an yakni neck plate dengan tiga baut dan sistem pengaturan dengan truss rod berbentuk peluru yang pertama kali dikenalkan di 1971.

Beberapa tahun kemudian, Fender mulai memasukkan selector pickup 5-way yang sebelumnya selektornya hanya 3 way. Di awal tahun 80an Dan Spear, seorang marketing dari Fender ingin mengembalikan Standard Stratocaster dengan headstock yang lebih kecil dan neck plate dengan 4 baut seperti era sebelum diakuisisi oleh CBS. Di akhir era Dan Smith, Fender mengenalkan Stratocaster dengan dua buah knob control dan sebuah input jack pada bagian atas body. Model ini dirujuk sebagai gitar Stratocaster Standard yang kita ketahui.

Tipe-tipe Gitar Fender Stratocaster

 Ada banyak tipe Stratocaster yang ada di pasaran, beberapa di antarnya adalah:

  1. American Standard: Tipe ini adalah produksi utama Stratocaster buatan Amerika yang berbasis dari model asli Stratocaster. Pada tahun 1982 Fender menyebut gitar ini dengan nama Standard Stratocaster dan kemudian pada tahun 1986 namanya dibedakan menjadi American Standard untuk membedakannya dengan seri lainnya.
  2. Japan Made Stratocaster:  Fender memulai produksinya pada tahun 80an. Kemudian pada tahun 90an Fender mengubah marking pada bagian belakang neck dari Made in Japan menjadi Crafted in Japan.
  3. Made in Mexico Stratocaster: Fender juga membangun pabriknya di Mexico di tahun 90. Seri ini bisa dibilang seri paling murah dari gitar Fender.
  4. American Vintage Reissue: Seperti namanya, seri ini menghadirkan Stratocaster dengan spesifikasi yang sama dengan gitar dengan tahun yang dimaksud.

Fender Stratocaster salah satu gitar yang sering wara wiri di Smosyu Music & jadi produk yang paling laris.

Smosyu Music - https://www.smosyumusic.com/ adalah toko musik yang menyediakan alat-alat musik profesional berkualitas. Yuk kunjungi katalog produk-produk Smosyu Music untuk lebih lengkapnya.


Fender Telecaster: Gitarnya Para Rocker dan Bluesmen Dunia

by Lintang on Jul 29, 2019

Selain Stratocaster, Fender Telecaster adalah gitar yang juga nggak kalah ikoniknya. Gitar ini memiliki body yang khas dan mudah dikenal. Tone yang dikhasilkannya pun sangat khas, dan banyak orang yang menganggap Telecaster adalah gitar khusus blues, mungkin karena suara twang yang dihasilkan. Walaupun benar adanya, Telecaster nggak cuma cocok digunakan untuk bluesman. Banyak gitaris dengan jenis musik lain menggunakan Telecaster. Sebut saja John 5 eks-gitarisnya Marilyn Manson, atau Jim Root-nya Slipknot. Musik mereka dikenal cadas dan menghasilkan tone yang sangat modern dan tebal walaupun menggunakan Fender Telecaster.

Pada dasarnya Telecaster atau sering disebut juga sebagai Tele merupakan gitar elektrik solid body pertama yang secara komersil sukses di dunia. Meski, Stratocaster memiliki bentuk yang sangat identik dengan gitar elektrik umumnya. Hal ini karena desain yang simple namun efektif, dan juga suara yang revolusioner yang menjadi sebuah standar gitar elektrik pabrikan dan juga musik pop modern. Fender Telecaster pertama kali dikenal untuk distribusi nasional adalah di awal tahun 1951.

Beberapa gitaris pertama yang mencoba Telecaster adalah Jimmy Wyble, Charlie Aldrich, Jimmy Bryant, Roy Watkins, dan Bill Carson. Di samping itu, kepala sales Fender, Don Randall membuat jaringan penjualan yang memastikan daya tarik Telecaster secara pelan tapi pasti merebak dari California ke daerah East Coast.

Tentu kesuksesan dari Telecaster nggak cuman mendapat apresiasi, namun juga cercaan. Ketika pertama kali diperkenalkan ke publik, Telecaster dibilang mirip dayung perahu dan juga sekop salju. Meskipun begitu, hinaan yang didapatkan nggak lama. Banyak pemain yang menyadari bahwa Fender memberikan sebuah gitar yang nggak hanya baru dan unik, namun juga didesain dengan sangat baik, efisien, terjangkau, mudah dimainkan, dan yang paling penting adalah suaranya yang memukau.

Telecaster membawa fitur-fitur yang ada pada gitar baja Hawaiian seperti cover bridge “ashtray”, knob chrome yang menonjol, tuner Kluson, dan juga kombinasi antara bridge dan pickup bridge dalam satu kesatuan. Gitar Fender Telecaster hadir dengan sistem yang simple, dua buah knob dan juga switch dengan 3 posisi. Knob depannya mengkontrol master volume dan knob belakang nggak selalu sebagai master tone. Kemudian di tahun 1952 pengaturan disimpllifikasi untuk menjadi susunan control konvensional Telecaster yang kita tahu selama ini.

Kemudian dipertengahan decade, Fender Telecaster akhirnya menemukan jalannya ke dunia rock n roll. Di Nashville, pada tahun 1956 Johnny Brunette dan the Rock and Roll Trio merekam sebuah versi rock enerjik dari sebuah lagu blues berjudul “The Train Kept-A-Rollin”. Sang lead gitaris Paul Burlison menggunakan Fender Telecasternya untuk rekaman pertamanya.

Gitaris Pengguna Fender Telecaster

Nggak hanya di dunia rock n roll saja, Fender Telecaster juga merambah ke dunia musik R&B. Begitu juga dengan Muddy Waters sebagai orang yang “mengelektrifikasi” Delta blues. Beliau mengejutkan penonton dengan suara unik yang diciptakan oleh Telecaster. Selain rock n roll dan R&B, Telecaster juga dikenal di dunia musik country. Pada tahun 1954, dengan Fender Telecaster dan Esquire-nya, Luther Perkins mampu memberikan suara yang asyik.

Pada dekade selanjutnya, setelah debutnya sebagai sebuah instrument musik baru dari perusahaan kecil di California Selatan, Telecaster semakin membuktikan dirinya sebagai gitar yang mumpuni. Tahun ke tahun Fender Telecaster dipercayai oleh para rockstar seperti Keith Richard dari Rolling Stone, Bruce Springsteen, Pete Townsend dari The Who, Joe Strummer dari The Clash, dan masih banyak lagi. Sebagaimana seperti saudaranya, Stratocaster, Telecaster juga hadir dengan beragam varian opsi yang bisa kalian pilih tergantung dengan budget yang kalian miliki. Ada Fender Telecaster yang paling terjangkau, yakni yang dibuat di Mexico. Kini versi Mexico ini diberi nama Fender Player Telecaster, akan tetapi di pasaran juga dikenal sebagai Standard Telecaster. Kemudian ada versi buatan Jepangyang menawarkan kualitas craftsmanship yang lebih baik.

Jenis-jenis Fender Telecaster

Dan yang terakhir adalah yang dibuat dari negara di mana gitar ini dilahirkan. Ada versi American Standard yang merupakan line-up utama dari Fender. Kemudian American Professional yang memadukan tradisi Telecaster konvensional dengan sentuhan fitur-fitur modern. Dan yang terakhir ada kelas flagship atau tertinggi dari Fender buatan Amerika yakni American Elite (dulunya American Deluxe). Gitar-gitar ini merupakan gitar Telecaster paling serbaguna dan modern yang ada di pasaran.

Fender Telecaster sering wara-wiri di Smosyu Music dan juga produk yang paling laris.

Smosyu Music - https://www.smosyumusic.com/ adalah toko musik yang menyediakan alat-alat musik profesional berkualitas. Yuk kunjungi katalog produk-produk Smosyu Music untuk lebih lengkapnya.